Milesains

Ajeng Arum Sari, Citarum, dan Sains yang Tak Bertahta di Menara Gading

Mengular sepanjang 300 kilometer dari sebuah ceruk di tenggara Kota Bandung dan bermuara di Karawang, sungai Citarum seharusnya mampu bikin harum Tatar Pasundan. Ia menyandang sebagai sungai terpanjang dan terbesar di Jawa Barat, mampu memasok debit ke tiga PLTA, termasuk tawaran keindahan di hampir dua lusin anak sungainya.

Sayangnya, Citarum baru sebatas anugerah namun dengan kesadaran memelihara rakyatnya yang terbilang rendah. Dengan tak kurang 500 pabrik di sekitar alirannya, ia pernah didapuk sebagai salah satu sungai paling tercemar di dunia (2007).

Syukurlah, masih banyalk orang yang peduli. Ajeng Arum Sari, seorang  peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) adalah salah satunya. Ajeng melakukan penelitian dan mengembangkan inovasi untuk memecahkan permasalahan lingkungan. Ajeng dan tim berhasil mengembangkan bioplastik dan biofoam untuk menggantikan plastik konvensional secara bertahap.

Hasil penelitian Ajeng dan tim terkait monitoring sampah plastik di sungai Citarum adalah 80% dari total berat sampah adalah sampah plastik. Jumlah sampah plastik dalam 1 hari sebanyak 5.000 buah, setara dengan 1 ton. Dengan penelitian tersebut, beberapa teknologi juga dikembangkan, salah satunya imobilisasi enzim ligninolitik pada matrik biomaterial dan adsorpsi dari adsorben limbah biomassa untuk mendegradasi limbah tekstil.

“Sebagai peneliti ASN, saya berusaha menjadi agen perubahan untuk mendorong pembentukan masyarakat Indonesia berbasis sains yang rasional, kritis, dan peka terhadap kemajuan zaman,” ujar perempuan yang bekerja di Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI ini.

(doc. Sahabat LIPI/Milesia.id)

Berkat penelitiannya , Ajeng dan timnya berhasil mendapatkan penghargaan Best Innovation Award dari Hitachi Global Foundation pada ajang Asia Innovation Award 2020. Penghargaan tersebut diberikan kepada inovator atas pencapaian luar biasa dalam bidang penelitian dan pengembangan sains dan teknologi serta dampak sosialnya dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDG’s).

Doc : Sahabat LIPI/Milesia.id

Kepemimpinan Ajeng di LIPI juga membuatnya terpilih sebagai TOP 10 PNS Kategori The Future Leader dalam ajang Anugerah ASN 2020 yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Keberhasilannya berakar dari tiga tujuan yang ingin dicapai dalam bekerja, yaitu science for science, science for community, dan science for stakeholder. “Tiga hal tersebut yang menjadi modal dasar saya dalam menjadi the future leader,” imbuhnya.

Mengutip idealisme Arum, sains memang sebaiknya membumi. Mampu memberi solusi atas persoalan riil masyarakat. Bukan bertahta di menara gading. Selamat, Arum..! (*)

Sumber : “Sahabat LIPI”, (2021), diolah.

(Milesia.id/Budi Sulistiyo)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close