DINAMIKAMileseducation
Trending

Gara-gara Covid-19: Mendefinisi Ulang Keguyuban Sosial dan Religi

Undangan Kuliah Online

MILESIA.ID, JOGJA – Covid-19 tidak sekedar berdampak pada kondisi fisik dan psikis individual. Kehadirannya juga menggoyahkan tatanan kehidupan sosial, ekonomi, politik dan budaya yang selama ini kita anggap mapan. Termasuk pola-pola relasi sosial antar individu dan masyarakat.

Apa yang sebelumnya dianggap boleh dan lumrah, kini menjadi dilarang. Berdekatan dilarang, pulang kampung alias mudik dilarang, berkumpul dilarang, termasuk yang paling memicu pro kontra: larangan melakukan ritual agama beramai-ramai di tempat ibadah.

Semua perubahan itu tentu berpengaruh pada kondisi psikososiokultural masyarakat di masa kini dan masa yang akan datang. Masyarakat secara massif, akan terkondisi untuk memikir ulang atau memaknai kembali kehidupan sosialnya. Menafsir ulang hubungan-hubungan dengan orang-orang terdekat, dengan anggota kelompok, dengan keluarga, rekan kerja, termasuk relasi-relasi mereka dengan anggota paguyuban komunitas di mana mereka hidup di dalamnya.

Undangan Kuliah Online. IST

Masyarakat juga akan menimbang ulang apa yang dianggap baik atau buruk, benar atau salah, umum atau tidak umum, biasa atau ideal dan sebagainya. Sebagai konsekuensinya, makna-makna itu akan menentukan perilaku-perilaku sosial mereka secara kolektif.

Fenomena covid-19 ini pada akhirnya akan memuncul berbagai pertanyaan : bagaimanakah masyarakat memaknai relasi-relasi sosial di tengah pandemi ? Sikap dan perilaku apa yang mungkin akan mereka munculkan? Bagaimana pemaknaan itu akan memengaruhi perilaku mereka? Kebiasaan-kebiasaan sosial apa saja yang mungkin akan melembaga di masa depan? Termasuk bagaimana cara kita untuk mengontrol agar perubahan perilaku sosial yang massif itu dapat selaras dengan harapan dan cita-cita hidup kita semua.

Untuk menjawab semua pertanyaan itu, “Seri Kuliah Relasi Sosial : Komunitas dan Kebudayaan” mengundang khalayak untuk bergabung dalam kuliah online “Gara-gara Covid-19 : Mendefinisikan Ulang Makna Keguyuban Sosial dan Religi”.

Setidaknya ada 4 ahli yang akan berpartisipasi mendiskusikan serta menjawab isu-isu tersebut, di antaranya: Prof.Drs. Koentjoro, Ph.D., M.BSc. Ketua Dewan Guru Besar UGM; Prof. Madya. Dr. Yohan Kurniawan, Dosen di Universitas Malaysia Kelantan; Dr. Mohammad Mahpur, M.Si. Dosen di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta Dr. Pujo Semedi Hargo Yuwono, M.A. Dosen di FIB Universitas Gadjah Mada.

Kuliah online yang dimoderatori Sartana, M.A ini sedianya akan digelar pada hari Senin, 27 April 2020, pukul 12.30-14.30 WIB dengan menggunakan media Google Meet yang dapat diunduh melalui https://play.google.com/store/apps/details?id=com.google.android.apps.meetings&hl=in.

Bagi teman-teman yang berkenan mengikuti kuliah umum ini dapat menghubungi kontak person: Sukma R. (08993538299), Arumi H. (0811292470), Rachmawati (082112501501) serta join melalui link : https://redirect.is/kuliah

(Milesia.id)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close