DINAMIKAMileslitera
Trending

Sastro Mbeling “Puncaki” Parade Teater Linimasa #2 di Concert Hall Taman Budaya

MILESIA.ID, JOGJA – Sebagai Kota Budaya, Yogyakarta memang tak pernah sepi dari segudang acara kreatif, tak terkecuali seni teater. Bagi pecinta teater, kalian tak akan melewatkan acara menarik pada penghujung 2019 ini: “Parade Teater Linimasa #2”. Acara yang diprakarsai Dinas Kebudayaan DIY (Taman Budaya Yogyakarta) ini akan mengusung tajuk “Toleransi dan Regenerasi”. Dua tema besar yang relevan dengan keadaan negeri saat ini.

Sedianya acara yang terbuka untuk umum dan free ini akan digelar di gedung Convert Hall, Taman Budaya Yogyakarta pada tanggal 29 – 30 Oktober 2019 pukul 19:00 sampai selesai. Menampilkan 4 Kelompok teater dengan wajah-wajah belia, yaitu: Teater Bopkri 1 Yogyakarta, PMY, Kelompok QQ, dan dipuncaki dengan penampilan Rumah Teater Sastro Mbeling yang akan membawakan lakon “Cintraka”.

Parade Teater Linimasa #2 /IST/ Dok.LINIMASA

Acara yang dihelat selama dua hari ini akan dibuka dengan penampilan teater PMY yang membawakan lakon “Dag Dig Derr..!!” pada hari pertama (Selasa, 291019). Kelompok Teater BOPKRI 1 menyusul dengan membawakan lakon khas anak muda milenial, yaitu “Mak Comblang”. Di hari kedua (Rabu, 301019) Kelompok Teater QQ akan membawakan lakon “Cinta Dalam Sepotong Tahu” yang ditulis oleh Agnes Christina. Pada puncak acara, Sastro Mbeling akan tampil sebagai “gong” bagi pertunjukan teater kali ini.

“Cintraka”, lakon yang akan dibawakan Kelompok Teater Sastro Mbeling ini mengisahkan pertarungan antara kesetiaan melawan pengkhianatan dengan latar belakang suasana perang gerilya tahun 1948. Perang besar yang dipimpin Jenderal Sudirman melawan serdadu Belanda ini mengambil setting lokasi di kawasan Kediri. Yang tak kalah menarik, lakon yang ditulis Lik Sastro ini disutradarai Brisman HS dengan menampilkan para pemain muda yang masih segar.

Membawakan semangat toleransi dan regenerasi, Erwito Wibowo dari Tim Produksi Sastro Mbeling mengharap Linimasa # 2 dapat memberi angin segar bagi atmosfir teater di Yogyakarta. Sastro Mbeling yang menghadirkan penonton dari kampung-kampung Yogyakarta percaya kalau penontonnya akan setia sampai pertunjukan puncak ini selesai. Sebab, lakon yang kami tampilkan sangat relevan dengan nuansa Hari Pahlawan yang akan kita masuki beberapa hari ini.

(Milesia.id/ Mustofa W.Hasyim)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close