Milestyle

Heha Sky View, Destinasi Ngehits Gunungkidul

Nuansa alami dan arsitektur modern (ANNY WA/Milesia.id)

Gunungkidul kaya akan destinasi wisata alam nan eksotik. Didukung topografi dan geografi kawasan di ketinggian “lantai 2 kota Jogja”, serta wilayah bersabuk pantai-pantai cantik yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia. Nikmat manalagi yang Gunungkidul tak miliki.

Salah satu kawasan yang tengah viral dengan view elok rupawan adalah Patuk. Selama ini, Patuk yang berada di bibir tebing, identik dengan bukit Bintang Hargo Dumilah, tempat mata kita dimanjakan dengan indahnya pemandangan di bawahnya yang menjangkau Kota Yogyakarta dan sekitarnya.

Apalagi di malam hari jelang sunset, sungguh lokasi yang sempurna menyaksikan pergantian peredaran sinar matahari yang ditingkahi dengan kerlipan lampu-lampu rumah penduduk. Ribuan kilau lampu membentuk konfigurasi indah dan menakjubkan.

Di sepanjang Bukit Bintang berjejer rumah makan menawarkan aneka sajian khas. Diantaranya Sido Kumpul, Mangklung View and Resto, dan lainnya. Semua berkompetisi menyambut pengunjung dengan view indah dan sajian live music setiap malamnya.

(ANNY WA/Milesia.id)

Satu lagi new comer yang tengah ngehits di wilayah ini adalah Heha Sky View, yang belum genap sebulan diresmikan. Cukup unik nama lokasi satu ini. Berasal dari gabungan nama owner nya, Heri dan Hani, dibawah manajemen Margaria Grup. Lokasinya tak jauh dari Bukit Bintang. Pasnya berada di atas taman ikon tulisan Gunungkidul Handayani dengan maskot kapal besar di sampingnya.

Menuju lokasi, dari arah Jogja dapat ditenpuh sekitar 30 menit berkendara. Sampai di Patuk bukit bintang ambil arah ke kanan. Lokasi parkir cukup luas dan nyaman, dapat menampung puluhan kendaraan roda empat.

Masuk ke lokasi Heha pengunjung disambut bangunan artistik dengan ornamen panci ketel warna kuning dengan inisial he dan ha. Terdapat tulisan besar ditengah bangunan Heha. Hawa cukup terik di pengujung September saat Milesia.id bertandang kesana.

Masuk ke lobby, pengunjung disambut petugas tiket yang ramah. Tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam, per orang  cukup membayar Rp 10 ribu di siang hari, dan Rp 15 ribu – Rp 20 ribu pada sore hari. Setelah membayar di kasir, petugas akan membubuhkan stempel di tangan.

(ANNY WA/Milesia.id)

Lazimnya siang hari belum terlihat ramai pengunjung, jadi cukup leluasa menikmati perpaduan wisata alami dan buatan, serta bangunan dengan arsitek megah dengan design modern. Masuk lebih dalam, terdapat tempat semacam pagar untuk menggantungkan aneka asesoris, berupa botol maupun kayu yang telah ditulisi oleh pengunjung, selayaknya gembok cinta.

Jalan lagi ke sisi sebelah kiri, pengunjung disambut balon udara besar warna – warni bertuliskan heha. Menjadi pemandangan kontras dengan latar langit nan biru dengan rumah-rumah penduduk dan juga persawahan di bawahnya. Sempatkan selfie sebanyak-banyaknya di lokasi ini. Cantik sekali.

View dengan spot-spot indah di lokasi tertinggi. Tanah-tanah yang mengering dengan pohon jati yang meranggas menjadi pemandangan khas. Di sisi jalan terdapat pagar-pagar pembatas untuk keamanan pengunjung, tak ketinggalan  pergola sebagai peneduh.

Suasana Lantai dua (ANNY/Milesia.id)

Masuk ke bangunan kedua merupakan restoran utama. Ya, heha menawarkan resto tiga lantai dan view sekaligus. Di lantai tiga, bangunan dominan kaca transparan, menjadikan leluasa melihat sekeliling.

Kita dapat memilih mau makan di lantai berapa, bebas. Di setiap lantai terdapat pantry untuk menyiapkan menu yang dipesan. Kali ini milesia.id memilih di lantai dua. Interior dominan klasik dengan kursi kayu dan terkesan homy, nyaman untuk ngobrol santai bersama keluarga dan teman. Terdapat corner grafiti sebagai ajang ber swafoto bagi. Ruang resto full AC menambah nyaman suasana.

Menu Tradisional dan Western

(ANNY WA/Milesia.id)

Mau makan? Tersedia menu Indonesia dan juga western. Makanan minuman yang ditawarkan cukup beragam dengan variasi harga. Nasi goreng, ayam panggang, steak dll. Minuman aneka jus, minuman tradisional, dll tersedia komplit. Es krim juga melengkapi koleksi minuman, cocok untuk wilayah yang terik seperti saat ini.

Menu-menu ala hotel berbintang juga layak dicoba. Untuk memastikan makanan yang akan disantap, tak ada buruknya bertanya ke pelayan resto. Fasilitas resto dilengkapi kamar mandi yang bersih dan wangi. Pintu keluar langsung terakses dengan jalan keluar.

Tradisi dan modern (ANNY WA/Milesia.id)

Setelah puas menyantap menu resto, kembali langkahkan kaki menyusuri jalanan sembari menikmati pemandangan. Bagian kiri jalan berjejer stand makanan dan minuman a la food street. Dari bakso, hot dog, aneka jus dan lainnya. Di sebelah kanan berjejer kursi untuk rileks menikmati ketinggian ditemani camilan yang bisa dipesan.

Pemandangan akan lebih menakjubkan jika malam tiba. Gemerlap lampu-lampu kota Jogja terlihat laksana hamparan bintang di dataran luas, memesona. Udara yang semula panas berubah menjadi dingin dengan usapan angin menerpa.

Saat itulah pengunjung membludag berlipat-lipat di malam hari. Tak jarang, pengunjung harus rela berdiri lama untuk antri tiket. Ribuan pengunjung yang penasaran memadati area ini.

Ditemui Milesia.id, salah satu pengunjung dari Turi, Sleman, Ani (32) mengaku takjub dengan arsitektur bangunan kawasan ini. “View nya indah sekali dimalam hari, gemerlap seperti bintang,” paparnya. Ani yang suka hangout ke lokasi-lokasi wisata ini menambahkan, tarif masuk ke lokasi masih wajar namun untuk harga menu di resto dan stand-stand makanan cukup sesuai dengan nilai view nya. “Cocoklah untuk acara wedding, party, meeting,” imbuh Ani.

Bagi yang masih bingung kemana lagi tujuan wisata selanjutnya, Heha dapat dimasukkan ke list kunjungan. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima mengingat kontur jalan Gunungkidul yang umumnya naik turun. Penasaran, kan?

(Anny Widi Astuti/Milesia.id)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close