MilestravelTravel

Asyiknya Berenang, Menengok Patung Komodo, sambil Menyesap Sejuk Pedesaan di Taman Puspa Gading

MILESIA.ID, JOGJA – Sepasang kanak-kanak berlarian kecil menyusuri rerumputan hijau, menerabas taman-taman bunga dengan sekawanan patung rusa dan burung-burung bangau. Keduanya trengginas melompati pembatas batu, masuk ke genangan sungai kecil, larut menuju muara kolam berair. Kaki-kaki kecil mereka memercik-mercikkan air kolam ke patung kadal raksasa serupa komodo. “Ayo mandi om komodo…!!” Seru anak-anak itu riang.

Kanak-kanak lainnya tak kalah seru, mereka membuncahkan suasana riang di kolam renang bercat biru laut di pinggiran jembatan gantung Kali Bedog. Berulangkali menaiki undakan kecil kemudian meneleser prosotan kecil masuk ke dalam kolam. Cipratan air kolam menyeruak udara hangat hari itu, bertalu-talu dengan teriakan riang anak-anak yang kebasahan,

Keriuhan suka cita anak-anak itu bisa kita temui di Taman Puspa Gading, sebuah lanskap tetamanan menghijau di pinggiran Kali Bedog. Sebuah magnet baru bagi kekuatan ekonomi pedesaan.

Lokasi strategis

Keindahan taman pedesaan dengan patung kadal raksasa alias komodo. IST/Desy Wiji.

Berlokasi di Dusun Tegaldowo, Grujugan, Bantul, Yogyakarta, destinasi wisata baru ini menawarkan sejuknya nuansa pedesaan pinggiran Kali Bedog lengkap dengan ikon patung kadal raksasa dan jembatan gantungnya.

Suasana kampung Tegaldowo yang masih asri serta udara pedesaan yang segar inilah yang membuat wisatawan betah berlama-lama menikmati hijaunya dedaunan. Rasanya tidak keliru jika masyarakat urban sengaja memilihnya sebagai tempat melepas penat setelah seharian bekerja.

Berjarak sekitar 17 KM dari pusat kota Jogja ke arah selatan, tempat wisata ini termasuk gampang diakses. Lokasinya yang strategis, yaitu tepat berada di sebelah timur tempat wisata Goa Slarong, membuat penikmat traveling tak membutuhkan banyak waktu untuk sampai ke lokasi. Tak lebih dari 30 menit.

Resmi dibuka pada bulan Juni 2019 lalu, spot rekreasi ini sudah banyak didatangi warga. Bukan hanya wisatawan lokal dari Bantul saja, tapi juga masyarakat dari luar Yogyakarta.

Memberdayakan ekonomi desa

Kolam biru, gazebo dan eksotisme pedesaan yang akrab. IST/Desy Wiji.

Dilansir dari laman Yogyapos.com, (8/7/2019), ide Taman Puspa Gading ini lahir dari sosok brilian bernama Sugiran ST, yang didapuk sebagai Ketua Lembaga Tegaldowo Manunggal. Ia mengkreasi Taman Puspa Gading ini dibantu oleh tim inti berasal dari berbagai lintas profesi.

Selain Sugiran ada Sunarno, Haryanto, Sukamto dan Made, yang semuanya berasal dari lintas profesi. Di tengah kesibukan mereka dalam bekerja, pada setiap obrolan ternyata punya cita-cita yang selaras. Yaitu menggerakkan ekonomi kreatif warga Tegaldowo. Gagasan mulai mereka rapatkan perdana di awal Januari 2019. Lalu berproses, dan pada Maret membentuk wadah yang menaungi destinasi rekreasi ini. Lahirlah Lembaga Tegaldowo Manunggal.

Menurut Sugiran, yang juga Kepala Seksi Pemantauan & Penertiban Balai Monitor pada Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Yogyakarta, motivasi Pembangunan tempat wisata ini tak lain untuk menumbuhkan gairah ekonomi kreatif warga Tegaldowo. Caranya dengan menjadikan kawasan ini sebagai desa wisata yang mandiri. Melalui pembekalan soft skill, diharapkan kesejahteraan warga akan meningkat. Sedangkan dana untuk pembangunan objek wisata ini sendiri murni berasal dari swadaya warga sekitar.

Menikmati terapi ikan sambil bercengkerama bersama keluarga. IST/Desy Wiji.

Bersama Lembaga Tegaldowo Manunggal, Sugiran mempunyai mimpi besar menjadikan Tegaldowo sebagai desa wisata yang mandiri dan edukatif. Sejumlah konsep dan masterplan sudah siap. Tinggal digulirkan.

“Mimpi besar kami adalah menjadikan Tegaldowo sebagai desa wisata edukatif, yang warganya mandiri dalam berkarya. Infrastrukur jalan desa kami perbaiki. Culture activity semacam menanam padi, angon kerbau, aktivitas pertanian, susur sungai hingga pendirian home stay alias pondokan tinggal digulirkan setelah masa panen tiba.

Garis besarnya adalah menciptakan wisata alam yang nyaman, murah dan edukatif. Back to nature. Karena di bawah area Taman Puspa Gading mengalir sungai bedog. Situasi itu juga akan kami optimalkan,” pungkas Sugiran

Banyak wahana menarik

Salah satu wahana yang memicu adrenalin, memacu ATV. IST/Desy Wiji.

Terbuka untuk umum dan gratis, tempat wisata baru ini hanya mempersilakan pengunjung membayar ongkos parkir kendaraan saja.

Selain itu, lokasinya yang jauh dari keriuhan jalan raya, membuat tempat wisata ini aman bagi anak-anak. Yang paling menarik, Taman Puspa Gading ini dilengkapi dengan berbagai wahana permainan yang asyik, seperti wahana melukis, kolam renang, kolam tangkap ikan, mandi bola, motor ATV, juga terapi ikan.

Untuk mencoba keseruan setiap wahana, pengunjung dikenakan biaya yang sangat terjangkau, berkisar antara 5 ribu hingga 10 ribu rupiah untuk setiap wahana. Dijamin si kecil akan puas bermain.

Bagi yang ingin beristirahat melepas lelah, tersedia beberapa gazebo di sudut-sudut taman yang teduh. Gazebo-gazebo ini didesain untuk bersantai dan bercengkarama sembari menikmati pemandangan sekitar nan hijau dan asri. Tidak ketinggalan, untuk yang hobi berselfi ria, tersedia banyak spot cantik untuk berswafoto.

Taman Puspa Gading ini juga dilengkapi fasilitas umum (fasum), seperti joglo pertemuan, toilet dan mushola yang disiapkan untuk memfasilitasi pengunjung.

Sederet penjaja kuliner pun siap memanjakan lidah. Mulai dari warung makan hingga jajanan kekinian ala street food. Tentunya dengan harga yang ramah di kantong.

Kemandirian ekonomi desa

Taman Puspa Gading sebagai ikon kemandirian ekonomi desa. IST/Desy Wiji.

Buka setiap hari mulai pukul 08.00 pagi hingga 18.00 petang, Taman Puspa Gading siap menjadi referensi liburan keluarga yang murah dan mengasyikkan.

Menurut Sugiran (melansir laman Yogyapos.com), taman wisata ini masih akan terus dikembangkan. Sebagai pemrakarsa, ia sadar betul, jika destinasi ini masih seumur jagung, segala bentuk inovasi dan evaluasi masih terus dilakukan. Salah satunya dalam fokus pelayanan. Sejumlah keluhan pengunjung pasti akan direspon dengan cepat. Dalam waktu dekat juga akan dibangun wahana river tubing, flying fox dan wall climbing.

Dus, semua hasil inovasi dan pengembangan destinasi wisata ini semuanya bertujuan untuk menggerakkan ekonomi pedesaan, khususnya di kawasan Dusun Tegaldowo. Kreatifitas Taman Puspa Gading menjadi bukti ke sekian betapa kuat dan mandirinya ekonomi desa.

Byurrr…!!! sekelompok anak-anak nyebur ke kolam kecil Taman Puspa Gading. Basah rambut dan badan mereka semua. Senyum dan tawa mereka merekah riang.

 (Milesia.id/ Desy Wiji Lestari, Kelik Novidwyanto)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close