Planet Satwa

Kucing Buta? Begini Cara Menanganinya

Oleh : Milza Permatasari *)

IST-Milza P

Jika kita menjumpai kucing dengan mata yang buta, tentu rasanya kasihan sekali. Apalagi jika kucing itu klayapan di jalanan alias hidup sebagai kucing liar. Bagaimana mereka mencari makan? Dimana mereka tidur? Bagaimana kalau mereka menyeberang jalan? Bagaimana kalau mereka nyungsep di got? Dan masih banyak lagi pertanyaan, dengan nada khawatir tentu saja.

Banyak sekali faktor yang menyebabkan kebutaan pada kucing. Diantaranya akibat kelainan sejak lahir, sakit virus pada mata, kecelakaan tabrak lari dan lainnya. Level kebutaan juga beragam. Ada yang buta di kedua mata, sebelah kiri atau kanan saja. Ada yang buta total ada pula yang seperti berkabut, remang-remang, seperti pandangan saat malam listrik padam dan terpaksa menyalakan lilin.

Kebutaan juga tidak selalu bersifat permanen. Dalam beberapa kasus, penyakit mata yang dapat menyebabkan kebutaan dapat diobati meskipun bola matanya tetap tampak berkabut.

Bagusnya, kucing memiliki indera pendengaran dan penciuman yang baik. Dengan tidak bisa melihat, mereka jadi lebih fokus kepada fungsi pendengaran dan penciuman. Selain itu, kebanyakan kucing buta biasa berjalan dengan perlahan.

Biasanya, jika mereka ada di daerah yang belum mereka kenal, mereka berjalan sebentar lalu kaki depan kiri atau kanan tidak langsung menjejak tanah, melainkan menggantung lebih dulu (ini bukan ngomongin cinta yang digantung loh, ya..).

Milza P/Milesia.id

Dalam posisi demikian, indera pendengaran dan penciuman beraksi. Kepala menengadah, daun telinga bergerak dan moncongnya mengendus. Jika dia merasa yakin aman, barulah kakinya dijejakkan ke tanah lanjut kembali berjalan.

Meskipun cenderung berjalan perlahan, bukan berarti kucing buta tak bisa berlari. Tentu, kecepatan larinya tidak se-ngebut laiknya kucing normal. Kalau pun ngebut, biasanya mereka menabrak benda-benda. Entah yang berada di depan moncong, kiri atau kanan moncong. Setelah menabrak, biasanya mereka berhenti dan meringis kesakitan. Kucing buta “berlari” dengan posisi kepala dan tubuh merunduk.

Jika kamu merawat kucing buta, apa saja yang perlu diperhatikan? Berikut adalah tipsnya.

  1. Beri makanan yang cukup bergizi sebab meski buta, organ tubuh lainnya umumnya sehat kan tidak.
  2. Usahakan meletakkan kucing dalam kandang yang cukup besar atau di dalam ruangan. Kamar misalnya. Jangan lupa sediakan peralatan toiletnya.
  3. Singkirkan benda-benda yang sekiranya dapat menghalangi “perjalanannya” di lantai kamar.
  4. Kucing buta juga harus diajak bermain. Misalnya, permainan dengan tongkat bulu. Jangan bermain petak umpet dengannya sebab kamu yang akan menang terus!
  5. Kucing buta juga dapat memanjat ke kursi, meja atau tempat tinggi lainnya. Untuk naik ke meja yang tinggi biasanya mereka melakukannya dengan bertahap. Pertama mereka naik ke kursi. Lalu kaki depan mereka meraba pinggir meja. Jika merasa yakin aman maka mereka lanjut naik ke meja. Biasanya jika sudah naik, mereka tidak bisa turun. Jangankan kucing buta, kucing melek juga banyak yang begitu, kok! Turunkan saja mereka langsung atau dapat mengajari dengan cara mendorong pelan tubuh mereka sampai ke kursi dan arahkan kaki depannya untuk menyentuh kursi. Jika merasa yakin biasanya akan turun ke kursi, begitu seterusnya.

Perlu dipahami bahwa gerakan melompat naik kucing buta tidak sama dengan kucing yang tidak buta. Mereka melakukannya dengan cara menarik tubuh setelah kedua kaki depan menjejak tempat tinggi.

  1. Jangan sering memindahkan barang-barang di dalam ruangan. Nanti mereka bingung, biasanya disini ada meja, kok sekarang gak ada? Biasanya disini ada kursi, kok sekarang menghilang?
  2. Jangan membentak atau menperdengarkan suara keras. Ingat, indera pendengaran kucing buta lebih sensitif dibanding kucing melek. Jika ada kegiatan dengan acara menyalakan kembang api atau petasan, sebaiknya kucing buta disediakan tempat untuk sembunyi. Bisa menyediakan kardus yang dialasi kain agar dia merasa nyaman. Tidak perlu memadamkan lampu, dia juga tidak melihat kok…
  3. Jika kucing buta masih kecil biasanya dapat dilatih ke kamar mandi untuk buang air besar atau kecil. Caranya, masukkan kedalam kamar mandi saat terlihat dia mau buang air. Tunggu dia didalam sana atau tutup pintu kamar mandi sampai dia selesai melakukannya. Tidak usah malu melihatnya, dia tidak peduli ada kamu atau tidak. Jika ternyata dia tidak mau, dapat dicoba dengan mengusap bagian alat genitalnya dengan tisu. Ingat ya, mengusap bukan menggosok! Nanti lecet kalau digosok! Lakukan latihan ini berulang sampai dia paham. Jangan lupa, pintu kamar mandi harus selalu terbuka.
  4. Jika bermain di luar rumah, pastikan tidak ada benda yang dapat melukai kakinya. Misalnya pecahan kaca atau paku atau puntung rokok yang masih menyala. Atau yang dapat mengotori kakinya, misalnya kotoran kucing lain atau kotoran ayam.
  5. Jangan berteriak memanggil namanya, kalem saja. Sering-seringlah mengajaknya “ngobrol” meski dia tidak paham apa yang kamu obrolkan. Penting atau tidak penting, ajaklah ngobrol. Gunakan kata-kata yang baik. Misalnya kamu cakep ya, kamu pintar ya. Jangan gunakan kata-kata makian seperti:  “dasar kucing buta #%@&#^@*§!!!
  6. Jika dia hilang dari rumah, misalnya melarikan diri keluar rumah, segera mencarinya. Panggil namanya dengan kalem, tidak usah berteriak sebab nanti dia semakin panik. Panggil namanya dan dengarkan.
Buta sebelah (Milza P/Milesia.id)

Bawalah senter dan sekadar makanan kering dalam wadah dan guncanglah selama mencarinya. Periksa kolong-kolong meja atau kursi tetangga, periksa susunan pot tetangga, periksa got, kolong mobil, kolong motor, kolong sepeda.

Jangan ragu untuk bertanya kepada tetangga. Jika memungkinkan, siapkan selebaran berisi fotonya (bukan fotomu). Tunjukkan fotonya kepada tetangga atau orang sekitar. Jika sudah ditemukan, tenangkan dia terlebih dahulu dengan memberi minum. Masukan kardus atau tempat biasanya dia tidur. Belai sayang dan bisa juga diselimuti. Setelah tenang, baru berikan makan.

  1. Pasangi kalung dengan lonceng yang berbunyi nyaring agar jika dia bergerak, kita tahu keberadaannya. Saat ini sudah musim kucing atau anjing buta dipasangi mini GPS.

Demikian beberapa tips merawat kucing buta. Sebaiknya sterilkan dia. Kita tidak ingin melihatnya frustasi bukan? Sebab meski buta, organ berkembang biaknya tetap normal sehingga dia juga bisa birahi. Selain itu jika gennya tidak baik maka dia akan menurunkan gen yang tidak baik itu kepada keturunannya.  Rawatlah dia seperti kucing normal lain. Tidak perlu memberi tongkat kepadanya, percuma. Pasti dia tidak akan menggunakannya. Yang terpenting adalah sayangi dan merawat sampai akhir hayatnya. Miaaww.. (*)

*) Founder Planet Satwa, Emak Kucing. Tinggal di Jakarta

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close