Milescoop

KINARYA Garap Festival Film Koperasi Pertama

Utamakan Film Berdampak Sosial

 

KINARYA Coop, koperasi yang fokus pada bisnis kreatif sektor perfilman, berencana menghelat Festival Film Koperasi Indonesia (FFKI) dan Penghargaan khusus dalam bidang film (Indonesian Cooperative Film Awards- ICOFA), pada 2020 mendatang.

Acara ini sekaligus sebagai trigger bagi kalangan pelajar dan mahasiswa agar ikut berkolaborasi dalam ajang audisi untuk 17 Film di 17 Provinsi besutan KINARYA, yang akan segera diluncurkan September mendatang.

Festival Film Koperasi Indonesia (FFKI) diposisikan sebagai sebuah festival yang bertujuan meningkatkan ekosistem perfilman koperasi di tanah air. Bukan lagi rahasia, bisnis perfilman di tanah air, dari hulu ke hilir didominasi oleh produsen dan pelaku industri korporasi yang berorientasi profit dan kapitalistik. Kekuatan modal masih jadi faktor penentu alih-alih sebagai unsur pembantu. Alhasil, industri perfilman rakyat terpinggirkan. Pasar film didominasi karya-karya impor dengan selera cenderung seragam.

Dalam acara itu, film-film yang diputar merupakan film-film yang diproduksi oleh anggota koperasi serta didanai sebagian atau seluruhnya oleh koperasi. Festival ini akan diadakan selama (maksimal) 7 hari dengan puncaknya berupa ajang penghargaan film-film koperasi terbaik di Indonesia.

Diinisiasi oleh KINARYA Coop, FFKI akan dihelat pertama kali pada 2020. Di samping mengusung misi meningkatkan ekosistem perfilman koperasi Indonesia, festival ini juga merupakan sebentuk inovasi para generasi Z dan millenial dalam mengupayakan kesejajaran rumah produksi yang berbadan hukum koperasi dengan badan hukum lainnya. Termasuk dalam hal implementasi nilai-nilai Pancasila dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui medium kreatif berupa film. “Kami juga masih terbuka atas masukan dan arahan,” papar Ivvonny Zakaria, Ketua Koperasi Kinarya dalam pernyataan yang diterima Milesia.id, Rabu (21/8).

Sejumlah acara yang menyertai Festival Film Koperasi Indonesia ini, diantaranya adalah pemutaran film, masterclass oleh para filmmaker tanah air dan internasional, juga seminar & diskusi. Lainnya, pitching forum antara filmmaker dengan koperasi, serta ajang penghargaan (Indonesian Cooperative Film AwardsICOFA).

Talent Maping Filmmaker Milenial

Dikemukakan Ivonny Zakaria, ajang FFKI setidaknya dapat menjadi “pintu gerbang” pemetaan talenta bidang perfilman, khususnya bagi kalangan Pelajar dan Mahasiswa. Membentuk karakter SocialPreneur milenial Indonesia, juga menjadi wadah pembelajaran atau magang professional dan bergengsi bagi generasi Z dan milenial. “Kalangan pelajar dan mahasiswa membutuhkan pengakuan atas karya dan kreatifitas mereka. Kami mencoba memberi semangat dengan menghadirkan event berkualitas,” imbuh Ivonny kepada Milesia.id.

Ivvony Zakaria (Dok.Pribadi/fb)

Di samping itu, melalui ajang ini, mendorong dihasilkannya produk Film yang berkualitas dan berdaya saing internasional, memberikan dampak pada perekonomian Indonesia terutama dalam meningkatkan pariwisata lokal, serta menjadi wadah kolaborasi koperasi di seluruh Indonesia melalui modal penyertaan sehingga lebih bermanfaat dan memaksimalkan pengembangan koperasi. “Tak kalah penting, ajang ini juga diharapkan menjadi katalis dalam proses re-branding Koperasi Indonesia dengan gaya kekinian. Kami mengutamakan film yang berdampak sosial bagi Indonesia sekaligus melatih bangsa agar tidak individualistik,” terang Ivonny.

Sebagai tahap uji coba dalam dua tahun pertama (2019-2020), FFKI terbuka untuk Film-Film yang dihasilkan oleh Kinarya Coop, bersinergi dengan Koperasi lainnya di 34 Provinsi. Penyelenggaraan festival dalam dua tahun pertama, dimaksudkan sebagai dasar evaluasi untuk tujuan perbaikan sistem penyelenggaraan kedepannya.

Tertarik Ikut Seleksi?

Apa saja persyaratan untuk terlibat dalam ajang ini? Pertama, film yang akan disertakan harus diproduksi oleh Badan Hukum Koperasi yang telah terdaftar di Kementerian Koperasi dan UKM, atau sebagai Cluster Binaan dari sebuah Koperasi. Sehingga seluruh Crew maupun Pemain film merupakan anggota Koperasi.

Berikutnya, Film harus telah ditayangkan kepada publik secara Komersil (berbayar), baik di bisokop maupun  di gedung pertunjukan nonbioskop. KINARYA Coop sebagai inisiator dan penyelenggara akan mengumumkan film-film yang telah masuk festival melalui sebuah Portal online.

Bagaimana jika Film yang diproduksi belum ada dalam daftar? Produser atau koperasi pembuat film yang filmnya belum tercantum dalam daftar bisa memberitahu panitia, disertai keterangan waktu pertama penayangan filmnya, sehingga dapat segera dimasukkan dalam daftar tersebut.

Bagaimana proses penjurian ICOFA dilakukan?  Direncanakan, ICOFA perdana diadakan pada 12 Juli 2020 sebagai acara puncak dari FFKI, di mana penyelenggaran akan dikelola oleh KINARYA Coop. Terkait seluruh proses penjurian diserahkan sepenuhnya kepada Kinarya Coop, berkolaborasi dengan Pusbang Film, Kemendikbud RI, Bekraf RI dan Kemenkop UKM RI, serta melibatkan Organisasi Profesi Perfilman (asosiasi) dan Organisasi Kegiatan Perfilman (komunitas). Setiap institusi  terkait akan memberikan perwakilan juri di setiap komite juri per kategori film.

Komite juri akan dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu  Komite Juri Live Action Fiksi, Komite Juri Animasi, serta Komite Juri Dokumenter. Untuk penilaian kategori Series, akan dilakukan oleh semua anggota juri di setiap komite. Film-film pemenang akan ditentukan oleh komite juri per kategori melalui proses musyawarah atau voting internal.

Terdapat 28 penghargaan bagi para pemenang. Mulai dari film terbaik, para pemeran terbaik, penyuntingan terbaik, animasi dan dokumenter terbaik, hingga film favorit penonton. Para pemenang akan mendapatkan Piala, Sertifikat, serta bantuan pendanaan produksi film dari koperasi ( )

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close