Milescoop

Kopdit Obor Mas Lakukan Spin Off dan Bentuk Holding

Senin, (12/8) bertempat di Hotel Lokarya Indah Beach, di Maumere, Kabupaten  Sikka, Propinsi NTT, dihelat Seminar dan Rapat Anggota Khusus Koperasi Kredit Obor Mas. Diikuti oleh 257 orang perwakilan dari kelompok-kelompok anggota Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas, acara berlangsung meriah dan guyub.

Pengurus Kopdit Obormas beserta Bupati Sikka (IST-Obor Mas/Milesia.id)

Kegiatan Rapat Anggota khusus ini diselenggarakan dalam rangka  membuat keputusan dalam rencana pengembangan kegiatan pemekaran (spin off) usaha Kopdit Obor Mas ke sektor riel.

Sebelum dilaksanakan kegiatan Rapat Anggota. dihelat Seminar Sehari dengan menghadirkan sejumlah narasumber. Diantaranya Romanus Woga, Wakil Bupati Sikka yang juga merupakan tokoh koperasi, serta  Suroto, Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis ( AKSES). Acara dimoderatori oleh Frans Su dari Puskopdit Swadaya Utama.

Dalam sambutanya, Bupati Sikka Frensiskus Roberto Diogo mengatakan, Sekarang ini adalah era perubahan dunia, maka koperasi juga harus melakukan perubahan. “Dunia tidak lagi seperti sebelumnya yang berubah secara linier, melainkan berubah secara eksponensial. Kalau ingin menjadi negara maju harus melakukan perubahan,” papar Frensiskus.

IST- Suroto (Milesia.id)

Ditambahkan, spin off ini penting dan pemerintah akan selalu mendukung. Dukungan kongkritnya pemerintah memberikan kebijakan trade off, memberikan subsidi BBM untuk pengangkutan produk-produk eksportasi, dan juga dukungan pengembangan produk lokal terutama dari bahan baku kelapa dan coklat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kopdit Obor mas Andreas Mbete mengatakan, seminar dan rapat anggota ini adalah sebagai upaya pengembangan koperasi. “Kopdit Obor Mas saat ini beranggotakan 84 ribu orang dengan asset Rp 700 miliar lebih, sudah saatnya melakukan spin off untuk menjawab kebutuhan anggota,” papar Andreas.

Manajer Kopdit Leonardus Frediyanto Moat Lering menambahkan, kegiatan ini juga untuk memberikan alternatif bagi anggota untuk berinvestasi dan memicu anggota untuk melakukan usaha-usaha produktif.

Adapun Ketua AKSES Suroto dalam pemaparan mengemukakan, antusiasme peserta dan anggota menunjukkan, bahwa trend sukses koperasi dunia saat ini, salah satunya, merupakan buah dari dukungan oleh rekayasa kelembagaan dalam bentuk pengembangan group atau holding dari bisnis-bisnis multisektor koperasi.

IST. Romanus Woga (Dok.Pri/Milesia.id)

“Keberhasilan pengembangan group koperasi yang integratif di Kalimantan Barat seperti Keling Kumang Group yang awalnya hanya koperasi kredit, sekarang berkembang jadi berbagai koperasi di sektor ritel, jasa perhotelan, pertanian, dan bahkan selenggarakan pendidikan. Tahun ini bukan hanya menyelenggarakan lembaga pendidikan level SMK, mereka bahkan telah berhasil mendirikan Institut Teknologi,” papar Suroto memberi contoh.

Wakil Bupati Sikka yang merupakan tokoh Kopdit Romanus Woga, dalam presentasinya yang segar dengan joke dan pantun, memaparkan ilustrasi  ihwal satu koperasi Kredit di Canada yang berhasil mengembangkan group yang kuat.

(Ahmad Dzuha/Milesia.id)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close