Milescoop

Kolaborasi Bangun Ekosistem Payment Koperasi

Teknologi digital yang terus berkembang pesat, perlu dikuasai dan dioptimalkan pemanfaatannya oleh kalangan koperasi. Hal itu mengemuka dalam  FGD Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI), di Purwokerto, Selasa (6/8).

Menurut Endy Chandra, Direktur Utama PT. Sakti Kinerja Kolaborasindo (SKK), mengajak para pihak untuk berkolaborasi dalam membangun ekosistem payment di koperasi. PT. SKK merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan teknologi digital bagi koperasi. Termasuk di dalamnya mengembangkan core banking dan teknologi switching bagi koperasi. Uniknya, PT. SKK didirikan dan dimiliki konsorsium koperasi.

Mitra Pedihelp (ICCI/Milesia.id)

Dalam kesempatan itu PT. SKK mengajak sejumlah pihak berkolaborasi dalam membangun ekosistem payment di koperasi. Ajakan itu disambut baik oleh Beceer.com, BookCircle.id kemudian PediHelp.id yang akan menggunakan Sakti.Cash sebagai payment system-nya.

Adapun tiga startup coop yang diinkubasi oleh InnoCircle Initiative ini rencananya juga akan diperkenalkan ke gerakan Credit Union (CU) di Indonesia. “Harapannya agar startup coop ini bisa membuka layanan di kota-kota lain bermitra dengan CU-CU lainnya,” terang Endy.

Selain itu, Koperasi Kreatif KINARYA juga akan melakukan kolaborasi dengan menggunakan core banking Sakti dan aplikasi mobile Sakti Link. Koperasi KINARYA adalah koperasi yang bergerak di sektor kreatif, diantaranya memproduksi film. KINARYA berencana memproduksi 17 film di beberapa provinsi di Indonesia. “Kami akan memanfaatkan Sakti Link untuk registrasi member dan tentu saja layanan payment-nya,” terang Ivonny Zakaria, Ketua Koperasi KINARYA.

PlayMe Platform Coop juga berencana menggunakan Sakti.Cash sebagai salah satu pilihan dalam fitur donasinya. “PlayMe saat ini masih dalam bentuk MVP atau minimum viable product, dalam tahun ini kami akan kembangkan platform-nya bagi masyarakat Indonesia. Saya dan tim menghendaki agar PlayMe berbasis koperasi. Dan mungkin yang tepat modelnya adalah platform coop berbasis multi pihak,” terang Jarot Seno, founder.

Salah satu misi ICCI adalah membangun ekosistem inovasi. Melalui skema keperantaraan antar pihak hal tersebut dapat dikerjakan secara organis. “FGD seperti ini bukan sekedar membahas gagasan/ temanya, namun juga ruang untuk silaturahmi antar para praktisi/ para pihak. Dari proses alamiah seperti inilah berbagai kolaborasi multi pihak bisa diinisiasi dan ditindaklanjuti,” terang Firdaus.

SKK mengapresiasi kolaborasi multi pihak semacam ini. Sebab, untuk membangun ekosistem payment butuh upaya dan energi yang besar. “Seringkali, masalahnya bukan soal biaya atau investasi, namun kemauan untuk menggunakan apa yang sudah diciptakan atau disediakan pihak lain. Seperti Sakti.Link, Sakti.Cash, MyCOOP dan layanan lainnya, itu sudah ready. Semakin banyak yang menggunakan dan terhubung akan makin efisien karena mencapai skala ekonomi. Dan juga makin efektif, karena fitur-fitur tersebut bisa connected dengan banyak lembaga di berbagai wilayah di Indonesia,” sambung Endy.

Guna menindaklanjuti rencana itu,  PT. SKK menggelar lokakarya inovasi dan teknologi dalam implementasi API (Application Programming Interface) Sakti bagi para pihak. Rencananya kegiatan tersebut dilaksanakan pada 13-16 Agustus di Bogor. []

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close