DINAMIKA
Trending

IDF 2019 : Mereka Peluang Kerja

IDEAS Space, Ruang Kongkow Pelaku Start Up

MILESIA.ID, JAKARTA – Indonesia Development Forum (IDF) kembali dihelat, 21-22 Juli ini, di Jakarta Convention Center. IDF 2019 menyodorkan tema “Mission Possible: Memanfaatkan Peluang Pekerjaan Masa Depan untuk Mendorong Pertumbuhan Inklusif”.

Hadir tak kurang dari 250 pembicara nasional dan internasional dari berbagai latar belakang dan sektor industri. Sebelumnya, sejak awal tahun, Kementerian PPN/ Bappenas sudah menghelat Road to IDF di berbagai kota. Tercatat kota Batam, Semarang, Jakarta, hingga Sorong dan Kupang.

Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompetitif plus menciptakan lapangan pekerjaan yang bermutu sesuai konteks zaman, menjadi papan target agenda ini. Terlebih, tak lama lagi Indonesia akan memanen bonus demografi. Satu masa ketika jumlah penduduk usia produktif diproyeksikan mencapai hampir 70 persen atau setara dengan 200 juta jiwa. Angka yang besar dan memberikan resultan positif yang sama besar jika dapat dimanfaatkan secara optimal.

Acara yang dihelat untuk yang ketiga kalinya ini diprakarsai oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta didukung oleh pemerintah Australia melalui Knowledge Sector Initiative (KSI).

“Tahun lalu, ekonomi Indonesia tumbuh 5,3 persen dan kita mampu menciptakan lapangan kerja bagi 2,98 juta orang serta menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 5,34 persen. Human Development Index (HDI) Indonesia juga meningkat sebanyak 0,82 persen menjadi 71,39.

Meski demikian, jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia menurut data HDI masih berada di peringkat menengah,” papar Kepala Bappenas Bambang Broedjonegoro mengutip laman IDF 2019. Alhasil, menyusun strategi untuk menyongsong persaingan pasar kerja global yang semakin kompetitif, wajib dilakukan agar bonus demografi itu tak menjadi mubazir.

Sebagai catatan, Human Development Index (HDI) alias Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup untuk semua negara di seluruh dunia. IPM digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara adalah negara maju, negara berkembang atau negara terbelakang dan juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup (Sumber: wikipedia.com).

Tahun 2019 ini, IDF menghelat 8 sub tema pokok bahasan yang dielaborasi dalam sejumlah forum. Yaitu : (1) Mempercepat Transformasi Struktural; (2) Reformasi Sistem Pendidikan dan Pelatihan Vokasi (TVET) untuk Pekerjaan Masa Depan; (3) Menciptakan Peluang Kerja yang Inklusif; (4) Memperbaiki Iklim Investasi untuk Penciptaan Lapangan Kerja; (5) Mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang Berdaya Saing Global; (6) Membina Para Pelaku Usaha Sosial; (7) Mengembangkan Talenta dan Pasar Lokal; dan (8) Meningkatkan Kualitas Modal Manusia.

Senyampang dengan 8 sub tema di atas, untuk tahun ini, IDF menggunakan pendekatan 4I, yaitu: Inspire, Imagine, Innovate, dan Initiate. Konsep ini bertujuan merangsang seluruh peserta berperan aktif menawarkan gagasan terkait ide pekerjaan masa depan kepada Kementerian PPN/Bappenas.

Sejumlah provinsi percontohan juga dihadirkan untuk berbagi pengalaman best practises pembangunan di daerah mereka. Seperti Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), misalnya, dipilih untuk mengisi sesi khusus berkat keberhasilannya sebagai runner up nasional selama dua kali berturut-turut (2017-2018) terkait Tingkat Pengangguran Terbuka.

IDEAS Space : Kongkow Praktisi Start Up

Yang tak kalah menarik, dalam event ini adalah hadirnya insiatif IDEA Space (IDEAS), forum bagi praktisi start-up, bisnis rintisan yang satu dekade terakhir menjadi primadona. Terdiri dari 75 start up pemula dan menengah serta 15 start up sukses yang siap berbagi pengalaman. Kian komplet lagi dengan hadirnya investor dan inkubator untuk membangun jejaring diantara mereka.

(Kelik Novidwyanto, Milesia.id)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close