MilestravelTravel
Trending

Uji Coba Semi Pedestrian, Malioboro ‘Siap’ Bebas Kendaraan Bermotor

MILESIA.ID, JOGJA – Malioboro akhirnya segera menjadi surga bagi kaum pedestrian. Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memutuskan kawasan Malioboro bebas kendaraan bermotor selapan sekali.

Uji coba perdana sedianya dilakukan Selasa (18/6). Namun khusus angkutan dan pelayanan publik masih dipersilahkan melintas selama penutupan dari pukul 06.00 – 21.00 WIB.

“Uji coba akan dilakukan setiap Selasa Wage, berbarengan dengan PKL yang tidak melakukan aktivitas berjualan,” terang Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Raharjo usai rapat koordinasi di kantor Sekretaris Daerah, Kamis (13/6) siang.

Selama uji coba ini, lanjut Sigit, semi Pedestrian Malioboro tidak akan ditutup total untuk kendaraan bermotor. Ada sirip-sirip jalan di sekitar kawasan Malioboro yang tetap bisa diakses masyarakat.

Di sela antusiasme masyarakat menyambut uji coba semi pedestrian ini, ternyata ada sebersit kekhawatiran dari komunitas PKL (Pedagang Kaki Lima) Malioboro. Mereka cemas jika dibatasinya mobilitas kendaraan masuk ke Malioboro akan membuat jumlah pengunjung berkurang.

Memahami Pedestrian

Kawasan Pedestrian Malioboro setelah penataan 2016 dan 2018. IST

Sebenarnya apa sih Pedestrian itu? Mengutip laman milesia.id berjudul “Ini yang Harus ‘Dikorbankan’ Demi Malioboro Surga Kaum Pedestrian”, 16 April 2018, istilah Pedestrian sebenarnya berasal dari bahasa Yunani, yaitu pedos.

Pedos sendiri bisa diartikan sebagai ‘kaki’, sehingga pedestrian dapat diartikan sebagai pejalan kaki atau orang yang berjalan kaki, sedangkan jalan merupakan media di atas bumi yang memudahkan manusia dalam tujuan berjalan.

Maka Pedestrian dapat diartikan sebagai pergerakan atau sirkulasi atau perpindahan orang atau manusia dari satu tempat ke titik asal (origin) ke tempat lain sebagai tujuan (destination) dengan berjalan kaki (Rubenstein, 1992).

Jalur pedestrian merupakan daerah yang menarik untuk kegiatan sosial, perkembangan jiwa dan spiritual, misalnya untuk bernostalgia, pertemuan mendadak, berekreasi, bertegur sapa dan sebagainya.

Jadi jalur pedestrian adalah tempat atau jalur khusus bagi orang berjalan kaki. Jalur pedestrian pada saat sekarang dapat berupa trotoar, pavement, sidewalk, pathway, plaza dan mall.

Rekayasa lalu-lintas dan Jadwal Uji Coba

Peta Rekayasa Lalu-lintas Kawasan Malioboro. IST

Malioboro terus berbenah agar benar-benar menjadi surga bagi kaum pedestrian. Seperti kasat mata kita ketahui, setelah menyelesaikan proyek penataan kawasan pedestrian Malioboro sisi timur bulan Desember 2016 lalu, proyek penataan Malioboro sisi Barat yang dimulai 12 Maret 2018, juga telah selesai dan diresmikan Gubernur DIY pada 21 Desember 2018.

Selanjutnya di tahun 2019, kawasan Malioboro akan diuji coba sebagai kawasan Semi Pedestrian. Disebut ‘semi’ karena kawasan Malioboro tidak seratus persen hanya untuk pejalan kaki. Ada toleransi untuk beberapa jenis kendaraan bermotor.

Mengutip laman suara.com, Pemkot Yogyakarta bersama Pemda DIY memutuskan untuk melakukan uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor selapan sekali (sekitar 35 hari sekali, menurut kalender Jawa). Uji coba akan dilakukan setiap Selasa Wage dari pukul 06.00 – 21.00 WIB.

“Penutupan Selasa Wage itu bersamaan dengan agenda PKL. Jadi Malioboro itu ben ora kekeselen, ben ana lerene (Jawa: agar tidak kelelahan, agar ada istirahatnya). Itu kesepakatannya,” terang Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Raharjo.

Sekedar informasi bahwa setiap Selasa Wage, kawasan Malioboro bebas dari aktivitas berjualan PKL (Pedagang Kaki Lima). Pada hari pasaran Jawa tersebut, seluruh stake holder berkomitmen untuk bahu membahu membersihkan kawasan Malioboro.

Sementara untuk uji coba semi pedestrian Malioboro bebas kendaraan (18/06), khusus angkutan dan pelayanan publik masih dipersilahkan melintas selama penutupan.

“Angkutan publik Transjogja dan kendaraan pelayanan publik seperti ambulan, mobil pemadam kebakaran masih bisa melintas,” jelas Sigit.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Raharjo. IST

Seperti mengutip laman tribunjogja.com, “Jadwal Uji Coba Semi Pedestrian Malioboro dan Rencana Rekayasa Lalu Lintas Jalur di Sekitarnya”, penjelasan mengenai jadwal uji coba semi pedestrian Malioboro dan rencana rekayasa lalu lintas atau perubahan jalur sekitar Malioboro ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Raharjo, Kamis (13/6/2019).

Titik penutupan dimulai dari sisi utara Malioboro, tepatnya di depan stasiun Tugu lurus ke arah selatan sampai Titik Nol atau perempatan Kantor Pos Besar DIY. Namun selama penutupan beberapa ruas jalan tetap bisa dilalui kendaraan dalam radius kurang dari 100 meter.

Seperti misalnya akses masuk ke gedung DPRD DIY yang harus melalui Jalan Sosrowijayan. Dari sini kendaraan bisa menggunalan Jalan Perwakilan yang berada di sisi selatan gedung dewan atau Jalan Dagen.

Kemudian Jalan Pajeksan yang berada di sisi selatan Kepatihan akan menjadi satu arah ke barat yang menghubungkan jalan Mataram dengan jalan Bhayangkara.

“Demikian juga dengan akses kendaraan yang masuk ke Gedung Agung maupun Mapolresta Yogyakarta bisa menggunakan jalan Pabringan, jalan lintas tepat di selatan Pasar Beringharjo sebagai akses masuk,” terang Sigit Sapto Raharjo.

Menurut Sigit, uji coba ini akan dilakukan sebulan sekali, namun  tidak menutup kemungkinan uji coba dilaksanakan pada hari-hari besar seperti Sabtu dan Minggu, pemberitahuannya nanti akan disampaikan. Secara keseluruhan Sigit menambahkan pihaknya tidak merubah sama sekali arus lalu lintas di jalan pendukung Malioboro sehingga pengunjung bisa mengakses kantong parkir yang disediakan.

Keluhan PKL

Aktivitas PKL Malioboro. IST

Di sela antusiasme masyarakat menyambut uji coba semi pedestrian Malioboro, nyatanya masih ada sebersit kekhawatiran dari komunitas PKL (Pedagang Kaki Lima) Malioboro.

Seperti mengutip laman tribunjogja.com, Ketua Lembaga Pemberdayaan Forum Komunitas Malioboro, Rudiarto, mengungkapkan, rencana uji coba ini sempat menimbulkan kekhawatiran bagi para PKL.

Menurutnya, selama ini budaya atau kebiasaan masyarakat untuk berjalan jauh dari tempat parkir menuju area perbelanjaan memang belum ada.

“Kekhawatiran jelas ada, akses sulit karena dibatasi mobilitasnya dan kendaraan tidak boleh masuk ke Malioboro bisa membuat pengunjung berkurang,” ujarnya.

Namun di sela kekhawatiran ini, pedagang cindera mata dan batik yang berjualan sejak tahun 1989 ini tetap berharap ada poin-poin yang positif. Misalnya, penataan dengan konsep semi pedestrian ini akan mengurangi kemacetan dan membebaskan kawasan Malioboro dari kesan semrawut.

“Mudah-mudahan uji coba semi pedestrian ini bisa mengurangi kemacetan tanpa mengurangi animo masyarakat untuk mengunjungi Malioboro,” harapnya.

Rudiarto juga berharap, akan ada kajian matang mengenai penerapan uji coba pedestrian Malioboro ini. Diantaranya persiapan kantong-kantong parkir di sirip Malioboro. Selain itu juga harus ada edukasi bagi masyarakat agar terbiasa dengan budaya berjalan jauh dari tempat parkir menuju area perbelanjaan di kawasan Malioboro.

Sementara, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menegaskan bahwa uji coba ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang penataan Malioboro. Ia berharap seluruh pengguna maupun pemangku kepentingan ikut mendukung.

“Soal keluhan beberapa pedagang yang keberatan, saya selalu menyampaikan Malioboro adalah etalase DIY dan Kota Yogyakarta. Upaya yang kita lakukan bukan membuat sepi, tetapi bagaimana menjadikan Malioboro ramai dengan tidak dilintasi kendaraan bermotor,” jelasnya, seperti dilansir Gatra.com.

Terkait pembatasan akses yang dikeluhkan beberapa kelompok Komunitas PKL di Malioboro, Haryadi juga angkat bicara.

Seperti mengutip laman tribunjogja.com, ia mengatakan bahwa pedestrian Malioboro memberikan akses publik, baik pelaku pedagang di Malioboro maupun pelanggan. Mereka bisa parkir di luar pedestrian Malioboro dan berjalan kaki menuju area tersebut.

“Kita tetep konsen dan menerima masukan. Tapi kami sampaikan lagi bahwa perkembangan ke depan akan seperti ini. Ini akan ada pemecahan solusi. Kita mau berkembang jadi harus berpikir positif,” tegasnya.

( Milesia.id/ Kelik Novidwyanto/disarikan dari berbagai sumber )

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close