Milestravel
Trending

Pantai Gesing, Sekeping Surga di Balik Bukit

Libur panjang telah tiba. Tak ada salahnya kita memanjakan diri melancong ke beberapa destinasi wisata untuk melepas penatnya rutinitas sehari-hari. Lokasi wisata yang selalu menarik hati, salah satunya adalah pantai. Ya, wisata alam satu ini tergolong tidak membosankan karena mata dimanjakan  dengan lansekap laut membentang, langit biru, debur ombak.. Amboi, pemandangan alam ciptaan Tuhan yang luar biasa indah.

Pantai Gesing, kaya dengan spot menarik (Anny Widi Astuti/Milesia.id)

Cobalah ke wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta. Salah satu kabupaten di propinsi DI Yogyakarta ini memang gudangnya pantai nan eksotik. Sebut saja Pantai Indrayanti,  Sepanjang, Baron, Krakal, Kukup dan lainnya. Ada satu lagi destinasi pantai nan indah yaitu pantai Gesing.

Pantai Gesing memang masih belum sefamiliar nama-nama pantai di kawasan selatan Yogyakarta atau di daerah Gunung Kidul dan bantull. Namun keindahan pantainya selaksa surga, dimana dari atas bukit kita bisa menyaksikan hamparan laut bijau biru nan bersih. Indah! Tak salah jika  disebut sebagai surga yang tersembunyi.

Letak pantai Gesing masuk wilayah dusun Panjomolyo, desa Girikarto, kecamatan Panggang. Kalau kita lewat dari arah Jogja melewati Rumah Makan Kopi Panggang. Menempuh waktu lebih kurang 2 jam dari kota Jogja. Dari ring road selatan perempatan Wojo ambil jalan lurus ke selatan jalan Imogiri barat menuju Siluk Imogiri. Berikutnya ambil arah Panggang, Gunungkidul.

Memasuki wilayah Panggang, jalanan berkontur naik turun karena memang memasuki wilayah perbukitan. Cukup ikuti petunjuk arah menuju Teras Kaca karena memang arahnya sama. Teras Kaca dan gesing sejajar, dengan urutan Teras Kaca baru kemudian sampai di Gesing.

Perjalanan disarankan menggunakan kendaraan pribadi. Sepeda motor atau mobil dapat melewati jalanan yang tak begitu lebar tapi cukup untuk dilewati satu mobil seukuran bus. Jika berpapasan degan kendaraan roda empat lain, salah satu perlu mengalah.

Siapkan kamera maksimal (Anny Widi Astuti/Milesia.id)

Jalannya berkelok-kelok dengan tanjakan dan turunan yang cukup banyak. Pastikan kendaraan dalam performa oke demi keamanan berkendara. Pastikan kondisi fisik prima,karena yang tidak terbiasa melintasi jalan berkelok-kelok bisa menyebabkan pusing kepala. Disarankan tidak menggunakan bus berbadan besar dengan mempertimbangkan ruas jalan dan kondisi medan.

Memasuki pos retribusi, siapkan uang lima ribu rupiah per orang. Cukup murah bukan? Dari sini lebih kurang 20 menit kita sampai ke lokasi. Aroma khas pantai sudah tercium dari radius 500 meter. Masuk kesini kita disambut bangunan masjid yang nampak megah di sisi kiri jalan.  Parkir kendaraan tak jauh dari pantai. Sekilas tidak kita temukan tulisan mencolok nama pantai Gesing. Hanya tulisan kecil saja terlihat dijalan setapak menuju pantai.

Baru sekilas sampai kita sudah disambut pemandangan elok nan eksotik. Horizon cakrawala nampak tegas didepan mata seakan memisah langit biru dan lautan yang tenang tanpa ombak. Angin sepoi-sepoi menyapa. Terbayar sudah penatnya perjalanan.

Ikuti saja jalanan sepanjang  tepi pantai yang didominasi tebing dengn batu karang yang sudah berlobang alami tergerus abrasi air laut. Inilah yang membedakan dengan pantai lainnya. Di sepanjang tebing yang kita lewati dapat kita lihat air laut dibawah kita. Jernih nampak warna hijau menghampar luas. Pemandangan alam yang luar biasa membuat decak kagum pengunjung. Semilir angin pantai menyapu wajah.

Spot Selfie

Jangan lupa bawa kamera untuk mengabadikan keindahan panorama pantai.  Banyak spot-spot untuk berswafoto. Akan lebih indah jika kita mengambil posisi gambar dari sisi atas dengan obyek tepat berada di bawahnya. Sehingga akan nampak keindahan tebing dan pantai berpadu harmonis. Tetap “safety first” karena memang di bawah

berbatas langsung dengan lautan. Jadi tetap fokus.

Tetap perlu fokus (Anny Widi Astuti/Milesia.id)

Di sepanjang tebing yang kita lewati ditumbuhi beberapa macam vegetasi yang mampu meneduhkn suasana dari terik matahari. Tanaman khas laut nampak tumbuh alami dan cukup berumur dilihat dari visualisasinya, menambah kesempurnaan indahnya ciptaan Tuhan.

Di tengah perjalanan kita bisa istirahat sejenak duduk-duduk di tebing sembari membuka perbekalan. Bawalah camilan dan minuman secukupnya karena memang sepanjang jalan mengelilingi tebing laut cukup menguras energi kita, apalagi jika pas cuaca terik seperti bulan ini. Keringat bisa membasahi badan.

Sesekali pengunjung akan menyaksikan perahu nelayan membelah laut. Ada juga perahu sewa untuk pengunjung yang berkeinginan mengelilingi laut.

Setelah mendekati ujung tebing kita disambut spot selfie berbayar. Sewa tempat cukup lima ribu rupiah per orang. Sepuasnya kita bisa berekspresi menyatu dengan keindahan alam. Di lokasi ini kita dapat menyaksikan pemandangan tepi pantai menyerupai teluk, dengan view bibir pantai diapit tebing di kanan kiri. Sungguh pemandangan indah yang sayang kalau tidak diabadikan.

vegetasi pantai khas (Anny Widi Astuti/Milesia.id)

Bagi pengunjung yang tidak puas dengan kamera hape, bisa sewa jasa kameramen berikut kameranya. Dijamin hasil jepretan bagus sebagus pemandangan aslinya. Satu bidikan diharga kisaran 3 ribu – 5 ribu rupiah. Hasil bidikan dapat kita simpan di file kita. Cukup praktis bukan? Eksplor semua view yang ada. Rugi jika tidak diabadikan semua. Indah !

Setelah puas mengelilingi tebing di atas laut, kita sampai pada bibir pantai yang berpasir putih. Pantai nan landai didominasi perahu-perahu nelayan yang di parkir sepanjang pantai. Kerennya pantai ini diapit dua tebing, jadi terkesan seperti teluk yang menjorok ke daratan. Dengan laut yang tenang tanpa deburan ombak yang berarti, kita dapat berfoto ria di sini sambil menghirup udara segar.

Di daratan depan pantai bisa kita jumpai warung-warung kecil menjajakan makanan khas pantai serta oleh-oleh. Minuman segar dari kelapa muda tampaknya jadi favorit wisatawan. Di dekat pantai juga ada bangunan Tempat Pelelangan Ikan, yang menjadi lokasi transaksi hasil tangkapan ikan para nelayan lokal. Nampak ikan bawal laut, layur, gembung, patin terjejer rapi di atas meja pedagang. Sempatkan untuk membeli karena dijamin ikannya segar-segar dengan harga wajar.

Ekskotik! (Anny Widi Astuti/Milesia.id)

Nah, setelah puas berjalan menyusuri tebing karang dan pantai, wisatawan muslim bisa sholat di masjid yang berada tidak jauh dari pantai. Dengan fasilitas kamar mandi, air wudhu yang bersih, dan fasilitas di dalam masjid yang memadai, membuat wisatawan nyaman beribadah.

Tentunya pantai Gesing sangat pantas dimasukkan dalam salah satu destinasi wisata pantai di wilayah Yogyakarta. Asih (44 th), seorang ibu asli Semarang yang sekarang tinggal di wilayah Bantul, mengaku tidak jemu-jemu untuk mengulang lagi kunjungan ke pantai Gesing. Meskipun sudah beberapa kali bertandang kesini, jika ada saudara teman ke Jogya, Asih selalu merekomendasikan Gesing.

Ditemui Milesia beberapa waktu lalu, Asih menyampaikan kekagumannya.”Gesing indah selayaknya surga, pemandangannya indah tidak bosan-bosan saya kesini sampai beberapa kali,” terangnya. Dan sepertinya pilihan Asih tidak keliru.Bagi yang belum pernah kesini, luangkan waktu libur panjang ini ke pantai Gesing. Lebih asyik ramai-ramai dengan keluarga dan sanak saudara, pasti seru!

(Anny Widi Astuty/Milesia.id)

 

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close