Milescoop
Trending

Rekam Praktika, ICCI Rilis Direktori Data

Memuat Model-Model Anyar Start Up Coop

Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI) baru-baru ini merilis Direktori Data organisasi yang terlibat dalam mengembangkan model-model baru koperasi. Dalam direktori terbaru per 28 Mei 2019 itu, tercatat 29 lembaga, organisasi, startup hingga komunitas dan sejumlah pihak terlibat. Direktori itu bisa diakses publik di https://theicci.id/directory

Secara umum mereka terbagi dalam empat kategori. Pertama, para pelaku atau praktisi yang mengembangkan model worker coop, startup coop, community coop dan bentuk baru lainnya. Kedua, lembaga inkubator yang menginkubasi praktik tersebut baik secara langsung maupun tidak. Ketiga, komunitas kreatif sebagai ruang kolaborasi dengan fungsi ganda : business service provider dan community service.Terakhir, adalah lembaga-lembaga lain yang mendukung kerja-kerja di atas.

Firdaus Putra, HC (Kopkun Institute/Milesia.id)

“Direktori ini sebenarnya sudah kita luncurkan sejak 10 Januari 2019 lalu. Saat itu baru sekira 20 organisasi/entitas yang terlibat. Sekarang kita update kembali menjadi 29 entitas. Beberapa yang lain kita update statusnya, misalnya postpone (pending) atau sudah mulai running”, papar Firdaus Putra, HC., salah satu Komite Eksekutif ICCI.

Direktori ini dibuat untuk mendokumentasikan berbagai praktik inkubasi atau inisiasi model baru di berbagai kota/ wilayah. Tentu saja tujuannya untuk mengedukasi masyarakat luas, terlebih generasi milenial tentang wajah koperasi yang kekinian dan kompatibel dengan perkembangan zaman. Melalui ikhtiar ini, publik memiliki referensi alternatif sekaligus valid ketika hendak mengembangkan koperasi di era digital.

Mayoritas Start up Coop

Sebagian besar entri adalah star tup coop atau koperasi start up. Ini adalah model baru di Indonesia yang kampanyenya dimulai sejak tahun 2017. “Sekarang sudah mulai direplikasi oleh beberapa generasi milenial di berbagai kota,” imbuh Firdaus. Model berikutnya yang sedang diujicobakan adalah community coop sebagai pilar kelembagaan bagi creative hub. Ada empat lokus yang sedang dan mulai berjalan. Meliputi Tuban, Kudus, Probolinggo dan Purwokerto.

Direktori akan diperbaharui secara rutin untuk merekam berbagai praktika yang ada. “Karena ini adalah praktik nyata, kita update sesuai perkembangan di lapangan. Jadi bisa makan waktu. Kadang ada yang sudah mulai jalan, namun gagal juga. Itu tantangan tersendiri”.

Dalam direktori itu beberapa entitas sudah tersebar di beberapa kota di lima provinsi. Yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Lampung. Harapannya nanti terus bertambah dari jumlah tenan dan sebaran spasialnya.

IST-Kopkun

ICCI sendiri adalah lembaga yang fokus pada inovasi perkoperasian di Indonesia. Beberapa agenda yang sudah secara mandiri atau kolaborasi multi pihak. Sebut saja Startup Coop Camp (Angkatan 1 dan 2), Inkubasi Model melalui Regional Hub, publikasi artikel/berita melalui Platform Inovasikoperasi.id dan aneka modul. Sedangkan agenda yang sedang diupayakan meliputi pengembangan Cooperative Innovation Hub (CIH) di beberapa kampus di Indonesia dan penyelenggaraan Akademi Inovator Koperasi.

ICCI juga akan ambil bagian dalam peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-72 di Purwokerto, medio Juli mendatang. “Rencananya kami akan showcase sedikitnya 20 startup coop, community coop, worker coop, creative hub dan model lainnya di event itu berskala nasional itu”, pungkas Firdaus. Targetnya, peserta Harkopnas yang datang dari seluruh Indonesia yang jumlahnya mencapai 10 ribu orang itu, bisa melihat warna dan model baru koperasi yang tengah menggeliat di tanah air. []

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close