Milesiana
Trending

Gagasan Memindahkan Ibukota : Revolusioner Visioner

Oleh : Riwanto Tirtosudarmo *)

Riwanto Tirtosudarmo (Dok.Pribadi)

Memindahkan ibukota adalah rencana revolusioner yang visioner. Jika terlaksana, Indonesia akan berubah hampir total, sebuah perubahan raksasa yang meskipun bisa diprediksi namun tidak mungkin bisa terbayangkan sepenuhnya.

Peta bumi sosial, ekonomi dan politik serta kebudayaan Indonesia akan berubah drastis karena pusat gravitasi tidak lagi di Jawa tapi di luar Jawa yang selama ini jadi daerah pinggiran. Pergeseran pusat gravitasi inilah yang akan mengbah peta bumi Indonesia, yang selama ini di dominasi oleh Jawa, secara fisik dan mental, menjadi Indonesia dengan wajah yang baru – sebuah Indonesia masa depan.

Sebagai sebuah tindakan revolusioner langkah ini sudah pasti kontroversial dan dengan gampang akan dianggap mengada-ada, mencari-cari masalah, mengalihkan isu untuk menghindari pelbagai persoalan pelik sekarang dan hari ini: kemiskinan, korupsi, nepotisme, oligarki, ketidakadilan, ketimpangan, kerusakan lingkungan, dekadensi moral, ketidakjelasan arah pendidikan, implementasi ideologi yang kedodoran dan seabreg masalah lain yg hari ini mengepung bangsa ini dari hampir semua jurusan.

Gagasan memindahkan ibukota kita tahu adalah gagasan lama. Presiden pertama Sukarno sudah memikirkan dan merencanakan Palangka Raya di Kalimantan Tengah sebagai ibukota baru.

Jika kita berkunjung ke Palangka Raya bisa kita lihat kalau kota ini memang didesain sebagai sebuah kota baru, bukan kota yang tumbuh secara alamiah seperti kota-kota pelabuhan yang berkembang karena adanya pasar.
Jokowi seperti Sukarno, mungkin punya insting yang sama dalam hal merekayasa (engineering) sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Memindahkan ibukota adalah sebuah proyek rekayasa raksasa: geologi, spasial, sosial-politik, yang niscaya membutuhkan perhitungan dan perencanaan yang matang, sebelum mulai dieksekusi di lapangan.

Melihat rekam jejak Jokowi dalam membangun infrastruktur selama ini, ngotot dan harus jadi; gagasannya untuk memindahkan ibukota, tampaknya akan sunguh-sungguh dilakukan. Langkah ini tampaknya harus dilihat sebagai bagian dari kerja nyata yang ingin dia buktikan semasa menjadi presiden, sebuah waktu yang tidak lama, untuk membangun fondasi yang diharapkan bisa diteruskan oleh generasi pemimpin Indonesia masa depan, untuk sebuah Indonesia baru yang dinamis, makmur dan berkeadilan.(*)

*)Prof. Dr. Riwanto Tirtosudarmo, MA. Purnatugas Pusat Penelitian Kemaasyarakatan dan Kebudayaan (PMB), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close