Life Style

Cerita Barista dan Kopinya

Bulir biji kopi sangrai warna coklat gelap itu ditakar dalam cup kecil. Kira-kira bermuatan 30an biji kopi. Satu cup lantas dituangkan dalam tabung kaca mesin penggiling mini. Mirip blender. Mesin berputar. Tak sampai 2 menit, bijih kopi itu pun berubah jadi serbuk berbulir kasar. Aroma kopi mulai menguar.

“Ini kopi Bajawa, Mas. Rasanya tak kalah mantap dibanding Kopi Gayo atau Kopi Sidikalang,” ucap Adrian (22 tahun), sembari menyeduh serbuk kasar kopi itu dalam mesin penyeduh khusus. “Nah, ini, Mas! Silakan dicoba,” Adrian menyorongkan secangkir kopi yang beruap. Harum kopi menyemburat. Seruput sedikit, wow! So sedap! Senyum puas  menggantung di bibir laki-laki yang sudah 3 tahun jadi barista itu. Milesia.id menemuinya di ajang pameran produk lokal di Jakarta Internatioanl Expo, medio Maret.

Cappuccino (IST/Milesia.id)

Barista merupakan sebutan untuk seorang yang berprofesi sebagai pembuat dan penyaji kopi kepada konsumen. Lazimnya di kafe atau restoran yang memiliki counter minuman berkafein ini. “Barista” berasal dari bahasa Italia yang bermakna “pelayan bar”.

Asyik juga jadi barista? “Jujur, awalnya saya bukan penyuka kopi. Pas diminta tolong bikin kopi teman-teman kos, mereka bilang bikinan saya pas, enak. Mulai deh, penasaran,” terang Adrian, lulusan diploma pariwisata sebuah universitas swasta di Jakarta.

Diajak seorang kawan bekerja di kafe, Adrian lantas rajin bereksperimen. “Juga belajar dari nol macam-macam kopi dan rasanya, hehe“.

Beragam resep minuman kopi yang bisa dikreasi. Mulai dari hot beverages sampai yang cold beverages, Hot Coffee Bean dan Cold Coffee Bean.

“Racikan kopi yang paling dasar (basic) dalam semua minuman kopi ala cafe adalah Espresso,” papar Adrian. Espresso lantas dikreasi, dicampur (mixed) dengan tambahan bahan lain yang menghasilkan jenis minuman baru. “Espresso dicampur dengan susu hasilnya jadi coffee late. Espresso dengan takaran kurang lebih  seperempat  dan ditambah susu dan busa susu (whipe creame) maka jadilah cappuccino,” ia mencontohkan.

Semakin tinggi jam terbang seorang barista, semakin fasih ia memainkan bahan dan rasa. Sensitivitas dalam menakar bahan jadi kian terasah.

Ada puluhan kombinasi minuman yang dapat diracik . Adrian menyebut, setidaknya ada 50 resep untuk hot beverages dan 40an resep untuk cold beverages.

Jagad barista juga punya dinamikanya sendiri. Tak sedikit yang menjadikannya profesi. Lainnya lebih merupakan hobi. Terhitung sejak 2007 dibuatlah kompetisi barista. Sebut saja salah satunya adalah  “Kompetisi Barista Indonesia” (Indonesian Barista Competition) yang diselenggarakan oleh “Asosiasi Spesialis Kopi Indonesia” (Specialty Coffee Association of Indonesia). Pemenangnya diganjar hadiah berupa  kesempatan untuk mewakili Indonesia di kompetisi serupa setingkat Asia. Jika tampil oke dan juara. Fase kompetisi berikutnya terbentang di tingkat dunia yaitu “Kejuaraan Barista Dunia” (World Barista Championship). “Pernah ikut tahun lalu, tapi kalah di penyisihan,” terang Adrian. Jadi, dunia kopi memang menghidupi. Petani, pedagang, pewarung, juga para barista. Baiklah, Saya minta secangkir lagi Kopi Wamena.

(Prio P/Milesia.id)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close