Milesfood
Trending

Perut Kosong, Saatnya Ganyang Empal Gentong

Sensasi Gurih Empal Gentong Mang H. Uky

Membisniskan kuliner berbasis tradisi memang tak gampang. Terlebih dengan maraknya makanan cepat saji yang terus marak dengan beragam variannya. Tak cukup bermodal duit, kecintaan yang kuat plus kelihaian menempatkan posisi di antara pesaing menjadi prasyarat sukses bisnis kuliner warisan nenek moyang. Pengalaman Mang H. Uky yang menjajakan kuliner khas Cirebon empal gentong layak ditiru.

Kaus Fuad, Idris dan Bram tampak basah kuyup seusai bersepeda dari kawasan Universitas Indonesia, Depok, menuju Boulevard Grand Depok City, ahad pekan pertama Maret lalu. Perut tiga sahabat yang bekerja di sebuah perusahaan penerbitan di Jakarta itu mulai keroncongan seusai bersepeda belasan kilometer.

(milesia.id/pp)

Mereka bersepakat berburu sarapan. Melintas kawasan pertokoan di Grand Depok City, Depok, ratusan orang tumpah ruah. Mulai dari yang lari pagi hingga cuci mata dengan pedagang mingguan yang menjajakan aneka barang dan makanan. Ketiganya memutuskan mampir di rumah makan Mang Uky. Sepeda mereka parkir di halaman yang cukup luas. “Empal gentong tiga!,” pekik Fuad yang mulai tak sabar.

Empal gentong? Bagi pencinta kuliner khas Cirebon tentu tidak asing lagi dengan empal gentong dan empal asem. Makanan berkuah mirip gulai itu sangat populer dan kelezatannya gampang diterima lidah nusantara. Nama empal gentong memang sesuai dengan bahan utama racikan hidangan berkuah asal Cirebon ini. Nama empal menunjukkan bahan utamanya memang daging sapi dengan sedikit lemak. Sedangkan sebutan gentong untuk menunjukkan proses memasaknya memakai kuali atau periuk tanah liat.

Istilah empal di Cirebon adalah gulai, bukan gepuk atau dendeng. Disebut demikian karena dimasak paling sedikit lima jam dalam gentong atau kuali  menggunakan bahan bakar khusus, yaitu kayu dari pohon asam. Guna mencipta rasa dan tingkat keempukan daging, bagi semua umur.

Cara memasak dengan kuali ini sudah dilakukan secara turun temurun. Wadah tanah liat yang sudah dipakai bertahun-tahun akan memberi sentuhan rasa sedap yang tiada tara. Tentu saja karena kerak bumbu sudah mengendap di pori-pori tanah liatnya.

Pada saat disajikan api harus tetap membara untuk menjaga suhu makan standar. Daun kucai sebagai penyedap sekaligus penetralisir lemak serta sambal cabai kering dan kerupuk ramba dipadu menjadi rasa yang khas. Cabai kering ini dipakai supaya tidak menimbulkan sakit perut bagi orang- orang yang tidak kuat pedas.

Salah satu yang menjual empal gentong ini adalah Mang H. Uky yang berlokasi di kawasan ruko boulevard Grand Depok City, Depok. Seporsi empal gentong berikut nasi dibanderol mulai Rp 18 ribu rupiah. Empal bening juga ada dengan harga per porsi sama.

Berbahan baku utama daging sapi, setiap hari setidaknya dibutuhkan 10 kilogram daging. Itu belum termasuk campurannya, yaitu paru, babat, iso, tulang muda. Tinggal dipilih sesuai dengan selera.

Dimasak Gentong

Sesuai dengan namanya, daging dan jeroan ini dimasak di dalam gentong dari tanah liat selama lebih dari 10 jam. Yang dimasak juga tidak terbatas hanya daging, tetapi juga jeroan seperti limpa, paru, hati, usus, babat, bahkan kepala sapi pun masuk. “Soalnya memang ada yang suka,” ujarnya.

Dalam sehari, Warung Mang Uky bisa kedatangan setidaknya 100 orang. Untuk itu ia menyediakan 25 kg daging dan jeroan.  Belum termasuk bila mendapat pesanan untuk rapat, arisan, atau pesta. Pembeli bisa memilih daging atau jeroan yang dikehendakinya. Setelah itu daging dalam gentong dipotong kecil-kecil dan disiram dengan kuah. Di atasnya ditaburi bawang goreng dan daun bawang. Setiap 1 kilogram daging bisa hasilkan 10 porsi empal gentong dan empal asem.  Empal gentong bisa disajikan dengan nasi atau lontong, sesuai selera pengunjung.

Kini empal gentong Mang Uky dijual Rp 18.000 per porsi. Sebagai pelengkap, biasanya disediakan kerupuk rambak (kerupuk kulit kerbau) yang didatangkan dari Plered, Purwakarta, dan disebut derokdok.

Selain empal gentong, empal asem, ada juga sate sapi bumbu khas Cirebon yang mak nyuss. Daging sapinya empuk dengan tektur rasa manis dan gurih dengan bumbu meresap. Harganya Rp 30  ribu per porsi isi 10 tusuk. Soal rasa? Maknyuss semua!

(Milesia.id/Anny Widi Astuti)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close