MilestravelTravel
Trending

Mereguk Damai di Puncak Kleco Kulonprogo

Melongok Destinasi Wisata Baru di Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta

Oleh :

Generousta Femaleda Audria Noviarista*

MILESIA.ID – “The Jewel of Java”, permata dari tanah Jawa ini kembali menyuguhkan surga bagi para pencari damai.

Hamparan perbukitan, ngarai, sungai, air terjun, goa, hutan, telaga, satwa dan beragam tetumbuhan menjadi eksotisme khas bumi Menoreh. Belakangan, Kulonprogo kembali menyuguhkan surga tersembunyi lainnya.

Tersebutlah Puncak Kleco, daerah perbukitan yang berada di daerah Duwet, Purwoharjo, Samigaluh, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Perbukitan yang awalnya berupa bebatuan dengan pepohonan yang tinggi.

Belum lama diresmikan, Puncak Kleco melengkapi wisata alam lainnya di wilayah Kulonprogo. Seperti waduk mini Kleco, wisata alam Kali Biru, Air terjun Grojogan Sewu, Waduk Sermo, Air terjun Curug Setawing, Embung Kalibawang, Goa Kiskenda, dan perkebunan teh Nglinggo.

Suasana tenang dan damai selalu melingkupi daerah ini, lengkap dengan pesona kearifan masyarakat pegunungan yang ramah dan santun.

Medan yang ekstrim

MILESIA.ID/Dok. Audria Noviarista – Puncak Kleco menawarkan wisata alam kekinian.

Rute menuju Puncak Kleco terbilang mudah dijangkau. Jika kita berangkat dari kota Wates, maka tinggal mengikuti jalan menuju ke arah Nanggulan. Sesampainya di perempatan Dekso, ambil belokan ke arah kiri. Sekitar 3 km kemudian, ambil lagi belokan ke arah kiri sampai menemukan papan penunjuk menuju desa wisata Kleco.

Sedangkan jika berangkat dari Kota Jogja, kita bisa melalui Jalan Godean atau jalan Kebon Agung, langsung menuju Dekso – Samigaluh. Bagi para traveler sejati, menyusuri jalanan desa di kawasan Barat kota Jogja ini akan terasa mengasyikkan. Kita bisa mengeksplorasi keindahan alam perbukitan Kabupaten Kulonprogo sekaligus menikmati udara pedesaan yang sejuk, jauh dari polusi.

Namun bagi para petualang pemula, akan terasa membingungkan karena jalanan yang lapang dan panjang. Seandainya bingung, kita masih bisa memanfaatkan Google Map atau bertanya kepada warga sekitar.

Akses jalan menuju Puncak Kleco sendiri terbilang cukup ekstrim, jalanan yang curam dan licin di musim penghujan serta banyak ditumbuhi lumut. Jalanan yang menanjak membuat kita harus berhati-hati. Pastikan kendaraan kita dalam keadaan sehat dan kuat untuk melewati medan yang sulit.

Walaupun harus menahan nafas saat menyusuri jalanan terjal berliku itu, kita akan disuguhi pemandangan sawah dan perbukitan di kejauhan sana. Kita juga akan disambut senyum ramah para petani yang giat menggarap ladangnya. Suasana khas pedesaan yang tenang dan damai, lengkap dengan pesona kearifan masyarakat pegunungan yang ramah dan santun.

Setelah melewati medan yang ekstrim dan menegangkan, segala kelelahan kita akan terbayar lunas saat tiba di Puncak Kleco. Pemandangan alam nan memukau bersiap memanjakan mata kita. Deretan perbukitan di kejauhan, hamparan sawah menghijau, serta suara derasnya aliran Sungai Progo yang menenangkan.

Dari gardu pandang, kita dapat melihat pemandangan kota Wates di sebelah Selatan, kota Jogja nun jauh di sebelah Timur serta deretan perbukitan Menoreh di sebelah Utara.

Wisata murah bernilai bersejarah

IST – Lelah akan terbayar dengan keindahan alam yang mempesona.

Puncak Kleco yang pada awalnya sebuah perbukitan dengan deretan pepohonan tinggi, kini telah tumbuh menjadi tempat wisata alam sekaligus bernilai sejarah.

Daerah perbukitan yang berada di Duwet, Purwoharjo, Samigaluh ini adalah saksi bisu jejak gerilya Pangeran Diponegoro dan pengikutnya pada masa “Perang Jawa” medio 1825-1830 Masehi melawan penjajah Belanda.

Pedesaan yang pada awalnya hanya dihuni oleh 8 kepala keluarga dengan jarak yang berjauhan, kini berangsur-angsur menjadi ramai. Namun keramaian itu tidak mengurangi suasana tenang dan damai yang senantiasa melingkupi tempat ini. Budaya khas masyarakat pegunungan yang ramah dan santun tetap senantiasa terjaga.

Secara bertahap, daerah ini ditata rapi dengan jalur pendakian yang telah diatur sedemikian rupa. Fasilitas pendukung seperti area campign ground, home stay, spot photo yang instagramable, serta wifi telah tersedia. Selain itu kamar mandi dan mushola juga telah dibangun apik. Warung-warung yang menjajakan jajanan khas daerah Kleco juga telah tersedia.

Dengan beragam fasilitas yang telah tersedia, biaya yang harus dikeluarkan untuk berkunjung ke tempat ini bisa dibilang murah. Cukup membayar 5000 rupiah, fasilitas berupa tiket masuk dan parkir sudah bisa kita dapatkan.

Nuansa damai pertapaan Kleco

MILESIA.ID/Dok. Audria Noviarista – Menuju Pertapaan Kleco, tempat para pencari kedamaian untuk menyepi (bermeditasi).

Selain suguhan pemandangan alam yang luar biasa dari Puncak Kleco, para “pencari kedamaian” juga akan menemukan “surga”-nya di tempat ini.

Saat melangkahkan kaki menuju gardu pandang, kita akan menemukan sebuah tulisan berbunyi: “Pertapaan Kleco”. Mengikuti petunjuk tulisan ini kita akan dibawa menuruni jalan setapak menuju tempat pertapaan yang berada tepat di bawah Puncak Kleco.

Untuk mencapai tempat ini, kita harus berhati-hati karena area “Pertapaan Kleco” ini tepat berada di sisi jurang yang hanya diberi pengaman pagar pembatas dari bambu.

Di tempat ini, kita akan menemukan sebuah liang (lubang) kecil tempat bermeditasi. Konon, pertapaan ini adalah tempat bermeditasi, nenepi (menyepi) Pangeran Diponegoro untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.

Aroma udara pegunungan dan desiran pucuk-pucuk dedauanan yang lirih, akan membawa nuansa kedamaian tersendiri.

The Jewel of Java memang tak pernah usai menyuguhkan pesona keindahan alamnya. Surga bagi para pencari kedamaian. Tugas kita selanjutnya adalah menjaga kebersihan dan kelestarian alamnya.

Dan bagi para pencari damai, masih ada banyak pesona keindahan alam Kulonprogo lainnya yang patut untuk dijelajahi.

(Milesia.id/ Generousta Femaleda Audria Noviarista)

*) Penikmat sastra-puisi dan traveling, saat ini masih aktif sebagai mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close