Milesains
Trending

Awas, Sengatan Tawon ‘Ndas’! Begini Cara Menanganinya..

Rustamaji, petani dan aktivis pemberdayaan petani di Cawas, Klaten,  Jawa-Tengah, masih ingat betul peristiwa naas disengat tawon ndas (Vespa affinis) sekian tahun silam. “Saya dientup (disengat) di bagian kepala. Kiri, kanan, depan dan belakang. Remuk, Mas. Abuh (bengkak) semua..haha,” papar Rustamadji melalui pesan singkat kepada Milesia.id, Rabu (16/1).

Rustamadji boleh merasa beruntung, kejadian yang menimpanya saat gotong-royong di area Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kawasan Imogiri, Bantul, itu tidak sampai berakibat fatal. “ Sempat dijopa-japi sama dukun dan diolesi madu. Lalu didatangi dokter pusksemas. Saya juga ndak tahu, kok cuma saya yang diserbu lantas dientup,” imbuh Rustamaji.

Vespa affinis sejatinya bukan spesies baru. Ciri tubuhnya mudah dikenali melalui ukuran tubuh agak besar dengan panjang sekitar tiga sentimeter. Dominan hitam dengan belang berwarna kuning atau oranye di area perut.

Evakuasi sarang tawon ndas oleh Dmakar klaten (Dok. tri Maharani/Milesia.id)

Di Kabupaten Klaten, tercatat tujuh orang meninggal dunia akibat disengat tawon ndas. Dua orang pada 2017 dan 5 lainnya tahun 2018. Total korban meninggal untuk provinsi Jawa Tengah tercatat mencapai 20 orang.

Mengacu data Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Klaten. Persebaran koloni tawon beracun ini merata di 24 kecamatan. Diantaranya Bayat, Ceper, Cawas,  Delanggu, Trucuk, Pedan, Wedi, Kebonarum, Klaten Utara, Gantiwarno, Karangnongko, Juwiring, Karangdowo, Klaten, Jogonalan, Ngawen, Tulung, Klaten Tengah, Jatinom, Karanganom, Wonosari, Manisrenggo, Prambanan, Kalikotes dan Polanharjo. Tahun lalu, koloni tawon ndas terbanyak ditemukan di Kecamatan Klaten Utara.

Hasil evakuasi (Dok : Tri Maharani/milesia.id)

Mengapa Vespa affinis sampai mematikan? Menurut pakar toksinologi  Dr. dr Tri Maharani, lazimnya tawon,  mereka memiliki sengat (entup) sebagai instrumen memasukkan senyawa racun ke tubuh manusia.  “Satu sengatan sekalipun harus ditangani dengan benar. Bagaimana jika disengat banyak tawon?  Sengatan dalam jumlah banyak dapat menyebabkan hiperalergi dan bisa berujung maut,” papar Tri Maharani kepada Milesia.id, Senin (14/1).

Tidak Ada Antiracunnya

Lazimnya tawon,  mereka memiliki sengat (entup) sebagai instrumen memasukkan senyawa racun ke tubuh satwa pengganggu maupun manusia.  Satu entupan bisa jadi tidak terlalu berbahaya. Bagaimana jika disengat selusin tawon?  Sengatan dalam jumlah banyak dapat menyebabkan hiperalergi dan berujung maut.

Alhasil, penanganan pertolongan pertama yang tepat menjadi kunci agar kasus sengatan tawon ndas  tidak berakibat fatal. Sayangnya, tidak semua orang, bahkan tenaga medis, memahami teknis first aid sengatan tawon. Hal itulah yang antara lain diduga menjadi penyebab banyaknya jatuh korban jiwa akibat sengatan Vespa affinis.

“Tadi malam (13/1), Saya ikut  mengevakuasi 4 pasien sengatan tawon Vespa affinis. Dimana ternyata RS masih kurang tepat dalam menangani pasien dan memilih untuk memulangkan pasien. Ternyata, First aid sengatan tawon Vespa affinis banyak yang belum tahu. Mayoritas masih diberi perlakuan tradisional seperti diolesi minyak tawon atau minum kelapa muda,” papar Tri Maharani.

Bersama petugas Damkar Kabupaten Klaten, Tri Maharani mengikuti prosesi evakuasi sarang tawon yang panjangnya mencapai 150 cm. “Ratusan bahkan ribuan tawon keluar akibat petir saat hujan sore sebelumnya. Empat 4 pasien dikejar dan disengat”.

Sosialisasi. Tri Maharani (paling kanan). (Dok: Tri maharani/Milesia.id)

Mengapa tawon mengejar. Ada fenomena dimana Vespa affinis bisa membaui pakaian atau tubuh manusia yang membunuh anggota koloninya, sehinga si tawon bisa mengejar dan menyengat berkali-kali. “Disini banyak anggota Damkar, bahkan belum sempat melakukan operasi evakuasi sudah dikejar tawon. Ternyata harus dicuci baju atau seragamnya”.

Menurut Tri, Dibutuhkan prehospital managemet  yang bagus, hospital treatment yang efektif serta rehabilitasi yang tepat bagi pasien. “Waktunya sudah sangat emergency, loh! Vespa affinis sudah  menewaskan lebih dari 20 orang di Jawa Tengah”.

Pada kasus sengatan dua kali saja perlu observasi 8 jam. Di IGD di fase lokal, ditandai adanya edema erythema dan nyeri. “Tapi ketika sengatan terjadi lebih dari dua kali maka korban tidak boleh dipulangkan. Harus diobservasi 6 jam sekali. Dirawat di RS dan dicek kalau ada gangguan jantung dan ginjal, paru dan reaksi alergi sampai anafilaksis. Pada  Fase sistemik akibat sengatan Vespa affinis bisa menimbulkan gagal ginjal akut, acute lung edema. Dan tidak ada antivenom sengatan Vespa affinis diseluruh dunia,” papar Tri.

Karaktertistik racun Vespa affinis memang berbahaya dan merusak organ tubuh. Terdiri dari senyawa hyaluronidase, phospolypase, antigen 5, dipeptidyl peptidase dan senyawa protein- albumin yang dapat merusak kerja paru-paru, jantung, liver dan ginjal.

“Karena tidak ada antivenom akibat sengatan tawon maka first aid penting sekali dan jangan sampai salah. Yang bisa dilakukan adalah pertolongan airway breathing dan sirkulasi. Guna menghindari disseminated intravascular coagulopathi (DIC) atau terjadi perdarahan tak berhenti, acute lung edema yang menyebabkan sesak dan gangguan pernafasan serta berujung kegagalan pernafasan (respiratory failure)”.

(Milesia.id/Prio Penangsang)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close