Milestravel
Trending

Menyusuri Positano dan Amalfi, Tempat Waktu Seakan Berhenti

Oleh : Ayya Tan *)

Ayya Tan (Dok Pribadi/Milesia.id)

Temperatur dingin di kisaran sepuluh hingga limabelas derajad Celsius menyergap tubuh begitu kaki Saya menginjak kota mungil nan cantik Positano, Italia, 16 November lalu. Lansekap kota menawan, udara dingin nan segar dan langit cerah, adalah adonan yang begitu sedap bagi pengunjung kota kecil dengan berpenduduk tak lebih dari empat ribu jiwa itu.

Lansekap kota Positano (Milesia.id/Ayya Tan)

Rasa penat akibat penerbangan panjang dari Jakarta menuju Roma dengan sebelumnya transit di Doha, Qatar, empat hari hari sebelumnya, benar-benar menguap begitu kaki menapak Kota Positano. Eksotis dengan lansekap bangunan, vila-vila, yang dibangun menempel di bukit tebing dengan elevasi nyaris tegak. Menghadap Laut Tyrrhenia yang biru jernih dan berarus tenang.

Selain patung Santa Maria pelindung Kota Positano, ada gereja Santa Maria Assunta dengan struktur atap keramik majolica hijau kekuningan yang ikonik sebagai penanda kota.

Patung Santa Maria Pelindung Kota (Milesia.id/Ayya Tan)

Tengok patung Santa Maria berwajah teduh yang jadi pelindung kota itu. Pandangannya sedikit mendongak ke langit, kedua  telapak tangannya setangkup di dada. Anggun dengan pahatan yang halus. Jubah putihnya seakan ikut meliuk dihembus angin.

Tak jauh dari dasar patung, seorang laki-laki paruh baya dengan rambut dominan kelabu terlihat asyik menjaga lapak kecil beroda. Menawarkan tumpukan delima merah ranum dan lemon kuning cerah. Ada pedagang kaki lima, toko-toko suvenir, tapi tanpa kekumuhan atau hiruk pikuk yang kemaruk.

KIOS BUAH. Menawarkan lemoncio khas Positano (Milesia.id/Ayya Tan)

Positano terkenal dengan produksi buah lemonnya. Warga setempat menyebutnya lemoncio. Diolah menjadi beragam produk. Termasuk sabun beraroma lemon. Begitu bangga mereka dengan hasil produksi petaninya. Produk-produk agrikultura kawasan Positano yang diberkati santa suci pelindung kota.

Siapa sangka, sebelum tahun 1950, untuk menuju Kota Positano bukanlah perkara mudah. Sebelum jalan negara Strada Statale 163 dibangun, praktis untuk menuju Amalfi hingga Positano hanya bisa dijangkau melalui jalur laut.

SUVENIR. Antara 1,5 Euro hingga 50 Euro (Milesia.id/Ayya Tan)

Jalur laut itulah yang sejatinya mengantar Amalfi menjadi sebuah republik pada abad ke-9. Abad ketika di negeri kita, candi-candi megah baru dibangun.

Amalfi menjadi Republik Maritim yang kondang bersama Genoa, Pisa, dan Venesia. Maka adalah tepat ketika pada 1997 UNESCO menjadikan Pantai Amalfi sebagai salah satu kawasan Warisan Dunia.

Sampai abad ke-20, desa nelayan miskin Positano adalah sepotong potret suram di benua Eropa. Mendorong lebih dari separuh penduduknya bermigrasi, diantaranya ke Australia.

Tahun 1950-an adalah titik balik Kota Positano. Turis berdatangan, termasuk menjadi salah satu lokasi syuting favorit industri perfilman dunia. Sebut saja Only You (1994), film komedi romantik yang disutradarai Norman Jewison. Aktor pemeran Iron Man Robert Downey Jr, serta aktris Marisa Tomei beradu akting dengan latar lansekap kota yang romantis.

Sastrawan besar Amerika John Steinbeck juga mampir menginap di kota ini pada 1953. Menggali inspirasi di tempat yang disebutnya laksana sebuah impian yang menjadi nyata.

Keramik berdesain menarik (Milesia.id/Ayya Tan)

Kini, menuju Positano jauh lebih mudah. Bisa melalui jalur Roma ke Napoli lalu bablas ke Salerno  menggunakan kereta api. Dari Salerno baru lanjut  ke Positano, Amalfi dan Sorrento dengan bus. Bagi yang berjiwa avonturir, perjalanan dengan minivan dari Roma ke Amalfi, lalu Positano dan Pompeii, lantas balik lagi ke Roma, sungguh menantang. Opsi lain, ke Positano lewat Pompeii dan Sorrento atau lewat Salerno dan Amalfi.

Keelokan Pantai Amalfi sudah menyergap pandangan sejak menyusuri jalan berkelok yang berbatas laut berair biru cemerlang. Kota-kota dan desa-desa tebar pesona di sepanjang pantai. Diselingi lansekap kebun zaitun, lemon, serta sipres. Menjadikannya sebagai salah satu garis pantai terelok di kawasan pantai selatan Italia.

Terletak di sepanjang sisi selatan Semenanjung Sorrento, Amalfi juga kaya dengan jejak sejarah. Jadi salah satu penanda kejayaan kekaisaran Romawi. Berkelindan dengan pengaruh Asia melalui jalur perniagaan  sutra.  Arsitektur gaya Arab-Norman mudah dijumpai.

Waktu seakan berhenti manakala benak Saya ikut menyusuri sudut Kota Positano dengan sejumlah ruas jalan setapak berupa mozaik batu, medio November itu. Mengayun langkah kaki dengan perlahan sembari melepas pandang pada pantai Amalfi yang berarus tenang di kejauhan. Tempat yang niscaya akan menjadikan Saya memendam rindu untuk waktu yang lama.

*) Happy mom, hard worker, penyuka jalan-jalan. Tinggal di Jonggol, Bogor.

(Milesia.id/Ayya Tan)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close