Milesfood
Trending

Ngeces Sandwich Cubanos, Merindukan Yu Djum..

Cara koki berlengan gemuk itu mengiris daging has merah ranum, menggoreng, memercik merica, menabur garam, laiknya orkestra kecil yang diaransemen dengan telaten. Lidah memang tak mungkin mengecap kelezatan visual dalam lakon 114 menit itu. Tapi, karena konon manusia mampu memproses informasi visual 60 ribu kali lipat lebih cepat dibandingkan teks, maka fragmen adegan itu tetap bisa bikin ngeces.

CHEF (2014)/Dok. Amazon.com

Dalam film “Chef” (2014), sutradara sekaligus  aktor utama, Jon Fafvreau, dengan empuk membawakan sosok Carl Casper, koki resto terkenal yang memilih mandiri dengan mengasong masakan racikan sendiri dari atas mobil van bekas dengan menu andalan seharga tujuh dolar, sandwich Cubanos.

Ini juga tentang foods truck. Carl, dibantu sahabatnya, Martin (John Leguizamo), menghela sebuah mobil van rombeng yang didaur ulang menjadi kios penganan berjalan. Melintasi jalanan, pengkolan, dan pojok-pojok kerumunan di sejumlah negara bagian.

Perjalanan food truck itu rencananya berhilir di Los Angeles, kota yang jadi destinasi harapan putera Carl, Percy (Emjay Anthony), yang belum terwujud sejak bocah 11 tahun itu lahir.

Setiap perhentian dan rencana perjalanan foods truck selalu terkoneksi dengan medsos melalui ponsel. Percy sendiri sebagai admin nya. Sesampai di pantai Florida, misalnya, begitu van bercat putih itu menepi, para ‘followers’ yang barusan berjemur segera saja menghambur. Tergopoh dengan dada dan bokong seakan hendak melompat dari bungkusnya demi memburu sepotong cubanos atau tacos panas yang baru disutil dari penggorengan.

Ini kerja, kombinasi antara penguasaan teknik dan kegilaan. Kombinasi yang pas dari apa saja. Meminjam ide usil ‘Unsur Kreatif’ praktisi bisnis kreatif Kentaro Kimura, ketika Cinta dan Kontrak menghasilkan Pernikahan, Polisi dan Robot menghasilkan Robo Cop, maka makanan dan mobilitas jadilah food truck.

Seruas jalan di Grand Depok City, Depok, Jawa Barat, awal Mei silam misalnya, nampak  lebih hiruk pikuk dibanding hari biasa. Selusin kendaraan van yang dimodifikasi sedemikian rupa menjelma food truck dengan tampilan atraktif. Tenda kecil dan kursi di masing-masing kendaraan, pepak oleh pengunjung. Orang tua, abege, anak dan balita yang menggelendot di pinggang gemuk emaknya.

Blackjack, Kustomfood, Wings Wagen, Papi’s Kitchen, Be Happy White Cincau, dan Good News Eatery, adalah sejumlah brand yang melekat pada badan food truck.

Varian lokal (Milesia.id/Prio P)

Bermula dari Amerika, wabah berjualan makanan dengan armada bergerak itu, juga melanda Indonesia. Food truck bukan sama sekali gaya baru dalam bakulan. Masuk genre bisnis kuliner yang kawin mawin dengan gaya hidup khas urban. Tak heran jika sejumlah menu yang ditawarkan khas mancanegara. Sebut saja burger, hotdog, pizza. Atau makanan Meksiko macam tacos atau burrito.

Di Amerika dan Eropa itu konsep bisnis food truck ini sudah lama berkembang. Sedangkan untuk di Indonesia baru mulai berkembang sekitar lima tahun lalu.

Papi’s Kitchen, misalnya, menyajikan menu Amerika Selatan dengan sejumlah improvisasi. Belakangan, varian menu lokal jadi andalan. Mulai dari martabak, aneka olahan ayam dan bebek bakar, juga rupa-rupa kue dan minuman.

Food Bus ini mah.. (Milesia.id/Prio P)

Event yang menghadirkan food truck ini lazimnya digelar untuk memperkenalkan menu kuliner yang lebih variatif, pilihan yang unik, konsep jajan yang berbeda, serta menyajikan alternatif kuliner mancanegara.

Dalam ajang Asian Games Agustus lalu, misalnya, Milesia.id mendapati lusinan tenda food court di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan. Diantara sejumlah food truck yang menawarkan menu lokal, ada bus food yang menawakan menu dari Palestina.

Meski makanannya dimasak dalam mobil, jangan tanya soal rasa dan tampilan kulinernya. Cukup lezat. Jakarta Food Truck, misalnya, menyediakan banyak variasi masakan western. Cobalah menu Sloppy Joe dan Ribsnya dengan harga kisaran Rp 30 ribu rupiah hingga Rp 60 ribu.

Panggangan paling laris (Milesia.id/Prio P)

Food truck yang menyajikan menu-menu bakaran dari Jepang dan Korea juga belakangan bermunculan. Lengkap dengan rupa-rupa asesoris dan gimmick penarik agar calon pembeli kian ngeces.

Loco Mama, menyodorkan menu favorit penggemar makanan Meksiko. Ada Nachos, burritos, tortillas. Ditemui Milesia.id, pengelola Papi’s Kitchen, Iwan, mengatakan, ajang-ajang festival Food Truck  telah berlangsung rutin dari satu kota ke kota. “Kami bekerja sama dengan sesama pengelola food truck untuk mengagendakan acara bekerja sama dengan pengelola di sejumlah kota,” terangnya.

Meskipun terbilang tahun lewat ditonton, Saya benar-benar terus ngeces membayangkan Cubanos panas racikan Carl Casper yang disajikan dalam lakon “Chef”. Kini, diantara kepungan menu-menu Western, Meksiko, Asia Timur, Saya rindu mengudap Gudeg Yu Djum sembari menyesap wedhang uwuh di belakang pantat food truck.

(Milesia.id/Prio Penangsang)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close