MilesosbudTravel
Trending

Garebeg Pasar 2018, Memperingati HUT Kota Jogja ke 262

Oleh : Desy Wiji Lestari*

MILESIA.ID, JOGJA – Sabtu siang (20/10/2018), kawasan Pasar Beringharjo tampak riuh. Ratusan orang tumpah ruah memadati jalan pabringan dan sekitarnya.

Tua muda, anak-anak, berjubel di pinggir-pinggir jalan untuk menyaksikan karnaval “Garebeg Pasar 2018”.

Acara tahunan ini diprakarsai oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta untuk memeriahkan HUT Kota Yogyakarta ke 262.

Melibatkan seluruh karyawan Disperindag serta 30 paguyuban pasar se Kota Yogyakarta, acara ini bertujuan melestarikan seni dan budaya di kota Jogja, sekaligus membangkitkan geliat ekonomi tradisional di era milenial.

MILESIA.ID/DESY WIJI L- Parade kontingen garebeg pasar dengan kostum prajurit keraton.

“Dengan adanya Grebeg Pasar ini kita bisa membuktikan bahwa pasar tradisional tetap ada dan eksis.” Ujar Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi saat memberi sambutan (20/10/2018).

Dalam event ini, masing-masing kontingen beradu kreatifitas untuk memperebutkan hati penonton serta para juri.

Selain menampilkan kreasi seni, tiap kontingen juga mengusung gunungan yang berisi uba rampe berupa hasil bumi dan komoditas seperti sayuran, pakaian batik, hingga ikan dan tanaman hias yang menjadi ciri khas masing masing pasar.

Merayakan HUT Kota Jogja

MILESIA.ID/DESY WIJI L – Penampilan cantik kontingen pasar tradisional.

Sekitar pukul 13:00 WIB acara dibuka dengan pelepasan merpati dan ratusan burung pipit yang disambut sorak sorai penonton. Ritual ini sebagai tanda dimulainya kirab menempuh jarak sekitar 2 km.

Arak arakan berangkat dari Pasar Beringharjo sisi Selatan (Jalan Pabringan), kemudian berjalan ke arah Selatan melewati Jalan Malioboro dan titik Nol KM untuk selanjutnya menuju pasar ngasem sebagai titik finishnya.

Dinas Perindag mengawali barisan kirab dengan pasukan petruknya, sebagai simbolisasi dari kehendak, keinginan, karsa yang digambarkan dalam kedua tangannya.

Jika digerakkan, kedua tangan itu bagaikan kedua orang yang bekerjasama dengan baik. Tangan kanan menunjuk, memilih apa yang dikehendaki, tangan belakang menggenggam erat apa yang telah dipilih.

MILESIA.ID/DESY WIJI L- Atraksi petruk dari kontingen Disperindag.

Tak mau kalah, aksi atraktif disuguhkan oleh puluhan kontingen paguyuban pedagang dari 30 pasar tradisional di kota Jogja. Mereka tampil memukau dengan tarian, kostum serta dandanan unik khas milenial. Diantaranya pertunjukan jathilan, topeng ireng, gejlok lesung, prajurit keraton, serta tari-tarian dari para srikandi pasar tradisional.

Hadir pula tokoh pewayangan Hanoman dan tokoh komik  yang terkenal di era 90 an, Wiro Sableng. Bahkan ada yang berinovasi dengan mengenakan pakaian yang dikombinasikan dengan hasil daur ulang bungkus minuman instan.

Rayahan Gunungan 

MILESIA.ID/DESY WIJI L – Penampilan memukau kontingen pasar tradisional.

Setibanya di jalan Ngasem, kontingen disambut oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heore Poerwadi di panggung kehormatan.

Masing-masing kontingen diberi waktu kurang lebih 4 menit untuk unjuk kebolehan di depan juri. Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa aspek, diantaranya adalah kostum, gerak, hingga kekompakan.

Usai menunjukkan atraksinya di muka panggung, masing-masing kontingen menyerahkan gunungan kepada panitia. Selanjutnya, gunungan akan dibagikan kepada masyarakat untuk dirayah.

Kapolsek Kraton, Kompol Etty Haryanti S.I.Kom yang memimpin acara rayahan gunungan berusaha menjaga agar jalannya rayahan berjalan tertib. Namun aksi saling dorong antar warga tetap tak terelakkan. Aksi rayahan sempat dihentikan sementara waktu sampai keadaan kembali kondusif.

MILESIA.ID/DESY WIJI L – Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi membagikan unggas kepada masyarakat.

Selanjutnya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, diambil inisiatif agar 1 gunungan dari Pasar Terban yang tersisa dinaikkan ke atas panggung.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, gunungan yang berisi komoditas Pasar Terban selalu menjadi favorit masyarakat. Puluhan ekor unggas dan ingkung ayam dibagikan langsung oleh Heroe Purwadi kepada sejumlah warga.

Masyarakat yang berjubel di depan panggung saling berebut untuk mendapatkan ayam-ayam yang dibagikan dari atas panggung. Wajah-wajah sumringah nampak di wajah mereka yang berhasil membawa pulang unggas-unggas itu.

MILESIA.ID/DESY WIJI L – Merayakan HUT Kota Jogja ke 262

Di penghujung acara, terpilih 3 pasar yang menjadi pemenang Festival Garebeg Pasar Tahun 2018. Yaitu, Juara 1 (Pasar Giwangan), juara 2 (Pasar Legi Patangpuluhan), dan juara 3 (Pasar Beringharjo 1).

Secara umum, event Garebeg Pasar kali ini merupakan wujud syukur seluruh pedagang pasar tradisional dan pemerintah kota Yogyakarta atas rejeki yang telah diperoleh dalam setahun ini.

Harapannya, rasa syukur ini akan menambah berkah berupa kelancaran dalam perniagaan, kesejahteraan, serta kemajuan pasar tradisional. Seperti slogan mereka: Pasare Resik, Atine Becik, Rejekine Apik, Sing Tuku Ora Kecelik.

(Milesia.id/ Desy Wiji Lestari)

*) Pemerhati sosial, lama berkecimpung di dunia pendidikan sebagai pengajar. Saat ini menjadi karyawan di Pemerintah Kota Yogyakarta. 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close