Milesfood
Trending

Pilih-Pilih Sayuran dan Buah, Waspada Residu Berbahaya!

Tips Sederhana Ini Bisa Dicoba di Rumah

“Bang, beli seikat selada dan bayam, ya? Tolong dipilihin yang seger. Daunnya bagus dan tidak berlubang digigit ulat,” papar seorang ibu muda sembari membetulkan jilbabnya. Si Abang pedagang sayur mengangguk cepat. “Siap Bu!”

Sepenggal obrolan di atas sering kita dengar dipasar-pasar, atau juga di warung-warung sayuran segar di sekitar lingkungan kita. Atau bahkan kita sendiri sebagai pelakunya.

Sekilas, tidak ada yang salah dengan permintaan sang Ibu pembeli sayur. Mengharapkan barang yang bagus, memilih sayuran yang secara fisik segar dan daunya mulus tanpa ada bekas serangan hama.

IST- Sayur segar (Ahmad M. Habibi/Milesia.id)

Sayur segar berpenampilan kinclong, kini mudah dihasilkan berkat  teknik budidaya yang kian canggih. Melalui sistem Hidroponik, maupun ditanam  dengan metode green house, misalnya.

Namun, sebagai konsumen yang cerdas kita perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum kita memutuskan untuk membeli sesuatu produk sayuran, makanan, buah-buahan segar.

Semakin maraknya tingkat persaingan di kalangan  produsen sayur, terkadang kita jumpai sayuran yang mengandung pestisida diatas ambang batas pemakaian. Tujuannya, produk segar yang dihasilkan bagus dari segi fisik dengan dan tidak meninggalkan cacat akibat serangan hama maupun penyakit.

Perlakuan kimiawi itu, bila diberikan dalan jumlah berlebih akan berdampak tidak baik bagi kesehatan kita. Terlebih jika dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang.  Indikasi yang nampak, bahkan seekor ulatpun enggan untuk hinggap dan memakan daun sayuran yang terkontaminasi berat pestisida.

Residu pestisida pun dapat masuk ke bagian tanaman yang berada dibawah tanah, semisal di umbinya. Memang secara alami, pestisida yang telah diaplikasikan ke tanaman mempunyai ambang normal pemakaian, dan dengan jarak waktu tertentu dapat netral terurai. Dalam hal ini ketidakwajaran pemakaian dosis yang melebihi aturan pakai adalah hal yang membahayakan konsumen.

Selain cemaran pestisida, kita perlu meyakini bahwa buah segar yang kita santap benar-benar terbebas dari zat berbahaya lainnya. Apakah kita yakin semangka merah maupun kuning yang kita konsumsi terbebas dari zat pewarna tekstil Rodhamin B dan Methanil Yellow, bahkan dalam tomat segar sekalipun?

Uji laboratorium (Anny Widi Astuti/Milesia.id)

Dalam produk olahan, terkadang dijumpai mengandung pewarna tekstil Rodhamin B dan  Methanil Yellow. Itu bisa kita temui pada produk camilan semisal  Krupuk. Tentu tidak semuanya.

Kandungan borax dalam makanan juga perlu kita waspadai bersama. Zat berbahaya ini terkadang digunakan untuk produk seperti lontong, ketupat, maupun bakmi basah. Dengan tujuan agar awet dan tidak mudah basi.

Formalin juga patut menjadi sasaran kecermatan kita dalam memilih suatu produk. Terkadang penjual menggunakannya untuk mengawetkan daging maupun ikan segar agar tidak cepat busuk. Untuk itu kita sebagai konsumen harus cerdik memilih. Barang dagangan yang terindikasi formalin biasanya tidak dihinggapi lalat.

Ada pula zat berbahaya lainnya yang dapat secara alami menghinggapi sayuran maupun buah-buahan yaitu timbal yang berasal dari asap kendaraan bermotor. Asap kendaraan menempel pada sayuran serta buah.

Beberapa contoh bahan berbahaya diatas tentunya mempunyai efek negatif terhadap tubuh manusia apabila dikonsumsi rutin jangka panjang. Beberapa penyakit dapat menyerang kita diantaranya kanker, gangguan pernafasan, fungsi hati, pencernaan, kandung kemih, juga menyerang syaraf.

Begini Cara Tepat dalam Pengolahan

Milesia.id mencoba menemui Eni Sulistyowati, SP, Kepala  Seksi Pengawasan Mutu Pertanian, Bidang Pertanian, Dinas Pertanian Dan Pangan Kota Yogyakarta. Dijelaskan Eni, Laboratorium Uji Mutu yang menjadi tanggungjawabnya melakukan beberapa uji mutu hasil  pertanian, dan hasilnya telah di sosialisasikan ke pasar-pasar yang tersebar di wilayah Kota Yogyakarta. Tujuannya adalah mengedukasi pedagang pasar agar mereka mengetahui produk yang bagus untuk dijual ke masyarakat.

Memilah sayuran (Anni Wisi Astuti/Milesia.id)

Disampaikan Eni, hal penting  yang perlu diperhatikan kosnumen anatar lain adalah terkait pengolahan bahan. Ada beberapa tips yang disampaikan untuk mengurangi residu pestisida maupun timbal yang menempel di bahan makanan.

Diantaranya, selalu cuci bahan makanan segar dengan air mengalir, bisa juga digunakan sabun khusus food grade. Atau kita dapat menggunakan larutan cuka, perasan jeruk lemon, dan air garam. Selain itu mengupas kulit buah juga dapat kita lakukan.

Cara membuat larutan : 1 sendok makan cuka dilarutkan dalam 0,5 liter air. Perasan jeruk lemon 2 sendok makan dilarutkan dalam 0,5 liter air.  Ataudua sendok makan garam dilarutkan dalam 0,5 liter air. Buah dan sayur yang akan diolah direndam dalam beberapa jenis larutan di atas selama 15- 20 menit kemudian dibilas air bersih.

“Sayur dan buah yang tidak mengandung pestisida umumnya penampilan fisiknya kurang menarik, daun berlubang karena gigitan hama, ukuran tidak bisa maksimal, dan kulit buah tidak mulus,” papar Eni.

Tentu, perlu peran aktif masyarakat, khususnya Ibu rumah tangga sebagai garda terdepan dalam penyajian hidangan sehat dalam keluarga. Kita pasti enggan jika generasi penerus bangsa mengkomsumsi makanan tidak sehat yang berdampak buruk dikemudian hari. Yuk, menjadi konsumen yang cerdas!

(Milesia.id/ANNY WIDI ASTUTI)

Tags

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close