Planet Satwa

Mengenal Neriidae Si Penjilat Batang Pisang

Oleh : Milza Permatasari *)

Milza Permatasari/Foto : Fitria/ Milesia.id

Wah ada nyamuk! Eh, nyamuk kok, besar banget? Warnanya juga kuning dan pink. Nyamuk apa, ya? Mungkin Anda pernah melihat serangga seperti nyamuk yang berkumpul di batang tanaman pisang terutama yang baru ditebang. Serangga “aneh” tersebut bukanlah nyamuk ,melainkan lalat yang sedang mencari makan dengan menjilati cairan dari batang pisang. Orang-orang berbahasa inggris menyebutnya lalat pisang (banana stalk flies) atau lalat kaktus (cactus flies). Nama lalat ini adalah Neriidae atau biasa disebut Neriid (i harus panjang).

Neriidae termasuk keluarga dari lalat sejati (Diptera) dengan kaki panjang. Sebagian besar spesies ditemukan di daerah tropis.

Kawin euy.. (Milesia.id/Milza Permatasari)

Perbedaan antara jantan dengan betina, yaitu jantan memiliki kaki, kepala dan antena yang lebih panjang daripada yang betina. Jadi bukan dilihat dari apakah ada yang pakai blangkon atau konde. Perbedaan ini disebut dengan dimorfik. Gerakannya terlihat patah-patah seperti penari “break dance” meski kakinya panjang.

Larva neriid memiliki kemampuan untuk melompat ajrut-ajrutan selama tahap sebelum menjadi pupa. Sayangnya, sangat sedikit penelitian yang dilakukan pada kelompok lalat yang berkaki panjang bak peragawati ini.

Di Australia ada dua spesies neriid yang dikenal, yaitu Telostylinus angusticollis (juga dikenal sebagai Derocephalus angusticollis) berasal dari NSW dan Queensland bagian selatan. Ini lalat yang cukup besar (sampai 2 cm panjangnya) yang  berkembang biak pada batang yang membusuk dari Acacia longifolia dan pohon lainnya.

Kawin lagi euy.. (Milesia.id/Milza Permatasari)

Telostylinus lineolatus mendiami Queensland utara tropis, di mana ia berkumpul pada bunga dan buah yang membusuk. T. lineolatus juga terdapat di banyak Pulau Pasifik. Ukuran lalat ini lebih kecil, dan kurang terlihat dimorfik seksual daripada T. angusticollis.

Jadi jika Anda menebang batang pisang, boleh diperhatikan adakah serangga ini berkunjung. Jika ada, jangan salah sebut nyamuk lagi. Dan yang pasti ada di Indonesia bukan datang dari Australia sebab tidak punya paspor.  (Milesia.id/Milza Permatasari)

 

*) Founder Planet Satwa (Jakarta), praktisi edukasi dan perlindungan satwa

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close