Milebisnis

JUCO 2018 : Scale Up dan Jejaring Bisnis Kreatif ala Jogja

Hadirkan 10 Expert, Ajang Temu Komunitas Bisnis

Populasi pengusaha mungkin sudah cukup, populasi pedagang mungkin banyak, tetapi negeri ini tidak sekedar membutuhkan pedagang, tetapi juga membutuhkan pejuang dalam sosok yang sama…” (Rendy Saputra, Serikat Saudagar Nusantara).

 

IST-Lokasi JUCO 2018

Sebuah ajang kolaborasi melejitkan bisnis anak-anak muda, bakal dihelat di Kota Jogja, 27-28 Oktober mendatang di Loop Station Nol Kilometer, Jogjakarta.

Jogja UKM Collaborexpo 2018, dihelat untuk mewadahi kiprah insan kreatif berjiwa muda,
UKM kekinian, komunitas, hingga gerakan relawan berbagai bidang. Sesuai bagi mereka yang haus ilmu dan wawasan praksis dunia bisnis. Menghadirkan 10 narasumber expert kaya pengalaman.

Selain Expo UKM, Business Coaching, dan Talkshow, disiapkan Community Gatheringyang memungkinkan peserta berinteraksi dan berkolaborasi untuk menaikkan performa bisnis dan sociopreneurship.

“Melalui ajang ini, kami ingin memfasilitasi teman-teman UKM agar bisa scale up bisnis meraka,” papar Rifki Hendra, Ketua Panitia kepada Milesia.id, Senin (17/9). Rifki mengimbuhkan, akan hadir sepuluh pembicara ternama yang ahli di bidangnya. Terutama terkait materi aplikasi digital untuk perform bisnis dan jejaring yang lebih baik. “Sehingga kita namakan event ini collaborexpo, dengan maksud sebagai ajang kolaborasi dalam event expo,” papar Rifki.

IST- Rifki Hendra (tengah) : “Kami fasilitasi UKM untuk scale up bisnis”

Antusiasme peserta sangat tinggi. Terbukti, dari 30 stand Expo UKM yang direncanakan, semuanya sudah fully booked . Padahal, acara baru akan berlangsung lebih dari satu bulan mendatang. “Harga sewa stand memang kami tekan lebih rendah, sementara venue sangat strategis dan berada di pusat kota Jogja. Kami berencana menambah 6 stand lagi,” imbuh Rifki.

Geliat Bisnis Berbasis Komunal

Hingga kini, Usaha Mikro dan Kecil identik dengan usaha rumahan pribadi yang tidak melibatkan banyak orang. Di era digital, keterbukaan informasi menjadikan para pelaku usaha kecil merasa perlu saling berkolaborasi. Setidaknya, untuk saling berbagi informasi dalam sebuah komunitas yang produktif.

Serikat Saudagar Nusantara (SSN) merespons gelagat itu dengan memantik beragam event pemberdayaan ekonomi berbasis jaringan di berbagai daerah.

IST-JogjaUKMCollaborexpo2018

Di Yogyakarta yang lekat dengan etos kerja kreatif, SSN bersama jejaringnya di Jogja, menghelat Jogja UKM Collaborexpo 2018, Oktober mendatang. Basis jejaring SSN area Jogja memang dikenal subur dan militan. Mereka mengembangkan aneka program kreatif dan produktif di hampir semua wilayah.

Di zona Selatan, misalnya, Sleman Berdaya mengelaborasi komunitas pengusaha kecil di daerah Sleman. Setiap pekan di Selasa pagi, Sleman Berdaya mengadakan acara bertajuk Mentoring Bisnis Pekanan (MBP). Gratis, dan terbuka untuk umum.

Seperti dilaporkan kontributor Milesia.id Andromeda Noholo, Agustus lalu, di ajang MBP, para relawan Sleman Berdaya menyediakan narasumber yang mumpuni, dan mampu untuk sharing materi kekinian bagi para pelaku usaha kecil.Andi Warsito, Koordinator Sleman Berdaya mengatakan, animo kalangan UMKM Sleman merespons acara pekanan ini sangat baik. Terlihat dari jumlah peserta yang hadir, rata-rata 30 orang tiap pekannya.

Salah satu narasumber Sleman Berdaya, Dedi Sugiarto, yang merupakan anggota aktif dari Komunitas Bukalapak Jogkakarta dan sudah 10 tahun menggeluti bisnis online, mengakui manfaat besar bisnis berjejaring komunitas.Selain Sleman,  ajang serupa dihelat di Kota Jogja, Bantul hingga Wonosari (Gunungkidul).

“Tanpa komunitas, saya tidak akan bisa sampai pada titik pencapaian seperti sekarang ini,” tutur Dedi. Pengalamannya itulah yang menjadi dasar Dedi dengan tulus dan semangat membagikan ilmu bisnis online-nya kepada komunitas-komunitas lain.

Alhasil, adalah tepat manakala JUCO mengagendakan Community Gathering sebagai salah satu acara unggulan.

IST-Hadir 10 Expert berpengalaman

Seperti diketahui, semua brandbisnis besar kini memanfaatkan kekuatan komunitas untuk memperluas pemasaran dan penjualan. Benefit yang dirasa langsung oleh para anggota komunitas ialah kemudahan mendapatkan update informasi. Dalam komunitas, Informasi lah yang mencari para anggota, bukan anggota yang lintang pukangberburu informasi.

Community Gathering memungkinkan perluasan dan perkuatan jejaring yang terbuka, yang diawalidengan saling kenalnya para anggota. Ini juga membantu mempermudah para pebisnis kecil dalam menemukan pembelinya.

“Jogja UKM Collaborexpo 2018 akan menjadi awal kebangkitan pelaku UMKM di Jogjakarta dalam melejitkan usahanya. Generasi milenial yang memiliki usaha kreatif layak untuk mengikuti event ini,”papar Bang Oni, dariJogja Culinary School, kepada Milesia.id (Senin/17/9).

(Ahmad Mutaqin Habibi/Editor : Prio. P/Milesia.id)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close