Planet Satwa
Trending

Walang Sangit, Bukan Walang Kekek..

Oleh : Milza Permatasari

Milza Permatasari/Foto : Fitria/ Milesia.id

Bagi kita yang tinggal di daerah tropis, terlebih di kawasan pertanian, tentu sudah tidak asing dengan jenis serangga hama ini. Julukannya walang sangit, walang kentut dan sebagainya. Memangnya serangga bisa kentut? Mungkin karena baunya yang menyengat dan blas tidak ada enaknya sedikitpun itu.

Klasifikasi si walang sangit ini cukup keren, nama latinnya juga cukup sulit diucapkan. Nih, klasifikasinya:

Filum: Arthropoda

Kelas: Insecta

Ordo: Hemiptera

Famili: Coreidae

Subfamili: Alynidae

Genus: Leptocorisa

Spesies: Leptocorisa acuta Thunberg

Walang sangit “pramugari” (Milesia.id/Milza Permatasari)

Banyak sekali sebenarnya spesies Si Walang Sangit ini. Namun, supaya mudah diingat, lazim dibagi dua tipe dengan mengacu  dari bentuk anatomi tubuhnya. Yaitu, bertubuh “lebar” dengan kaki gempal macam binaragawan, dan yang langsing dengan kaki jenjang bak peragawati. Milih mana? Binaragawan atau peragawati? Sama saja, sangitnya.

Metamorfosa walang sangit termasuk sederhana. Mulai dari telur, nimfa, imago (berbentuk seperti kepik) dengan tubuh ramping, antena dan tungkai kaki relatif panjang dan warna tubuh hijau kuning kecokelatan. Panjangnya berkisar antara 15 – 30 mm. Kalau tidak percaya boleh ambil penggaris, tangkap, lalu ukur baik-baik. Terpapar aroma sangit tanggung sendiri..!

Perkembangbiakan yang baik untuk walang sangit, diantaranya temperatur udara antara 27-30℃,  curah hujan rendah dan sinar matahari terang. Walang sangit dapat hidup dan berkembang biak di dataran rendah mau pun dataran tinggi. Tahan banting, lah!

Walang snagit pramugari juga (Milesia.id/Milza Permatasari)

Bagaimana si walang sangit merusak tanaman, terutama padi? Mereka menghisap cairan tanaman. Jika padi masih “mengkel” nah, dia hisap cairannya hingga yang tersisa hanya kulit gabah. Padahal, sebentar lagi panen! Jelas lah petani ngamuk!

Lalu aroma sangit yang bikin neg itu dari mana? Jika terganggu, termasuk oleh teman sendiri, maka dia akan mengeluarkan sekresi yang berasal dari abdomennya (perut). Itu merupakan pertahanan dirinya untuk mengusir pengacau. Zat kimia ini jika terkena benda atau kulit kita, kadang baunya cukup lama bertahan. Sehingga saat tidak sengaja kita terkena sekresi walang sangit ini, nanti teman kita bisa jadi tanya: “Kamu pake parfum kadaluwarsa, ya?”. Jangan kuatir, cara menghilangkannya cukup dengan mencuci dengan sabun dan membilasnya sampai bersih. Aman.

(Milesia.id/Milza Permatasari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close