DINAMIKA
Trending

Majelis Dhuha Al-Firdaus : Semangat Berbagi Songsong 1 Muharram

Menyambut tahun baru Islam  1 Muharram 1440 Hijriyah, masjid Al Firdaus, Ngoto, Bantul, melalui Majelis Dhuha Al Firdaus (MDA)  mengadakan event “Songsong 1 Muharram” dengan mengusung tema” MDA berbagi untuk meraih Ridho Nya, ahad (9/9) lalu. Kajian Mingguan kali ini dimeriahkan dengan bazaar sembako dan aneka produk, baik baru maupun lawas pantas pakai.

Suasana Bazaar (Milesia.id/ANNY WIDI ASTUTY)

Dalam acara itu, dibagikan tak kurang dari 400 paket sembako yang dikemas ke dalam goodybag cantik warna merah marun bertuliskan “Ayo ke Masjid”, dengan logo penyelenggara, yaitu MDA. Turut mendukung kegiatan itu,  masjid AF, Ma’had Tahfiz Al-Quran Daarul Firdaus, dan Muslimah Firdaus (kajian khusus muslimah setiap rabu pagi di AF).

Isi paket sembako berisi 2,5 kg beras, 1 liter minyak goreng, dan 1 kg gula pasir. Paket sembako dapat diperoleh dengan harga jauh di bawah harga pasar, yaitu Rp 20 ribu,- Sejumlah paket sembako juga diberikan secara gratis kepada kaum dhuafa di sekitar masjid.

Pakaian pantas pakai (milesia.id/ANNY WIDI ASTUTY)

Selain bazar sembako murah, dijual pula pakaian baru, pakaian dan aneka barang layak pakai.Semuanya dijual dengan harga murah, mulai Rp 1.000,-. Diantaranya berupa Mukena, sarung, peci, dan perlengkapan beribadah lainnya. Ditawarkan juga sepatu, tas, sandal, serta mainan anak-anak.Pelaksanaan bazar dilakukan di area parkir masjid, tepatnya di tepi jalan barat masjid.

Setelah acara kajian selesai, para jamaah keluar masjid menuju lokasi bazar. Memilih barang yang mereka suka dan butuhkan. Tidak butuh waktu lama, lebih kurang 1,5 jam, barang-barang yang awalnya menggunung, tampak ludes diserbu peminat.

IST-Panitia Muharram MDA-AF (Milesia.id)

Ibu-ibu panitia berbalut seragam batik bernuansa kuning, cekatan dan penuh senyum melayani para jamaah. Sedari awal, mereka talah menyiapkan barang-barang dan segala sesuatunya.

Juminten, Jamaah MDA dari Jotawang,menyampaikan rasa bahagianya dengan adanya bazar murah ini. “Kegiatan bazar sangat bermanfaat untuk kami para jamaah dan saya lebih semngat lagi untuk ke masjid” paparnya dengan wajah ceria, kepada Milesia.id yang menemuinya di lokasi. Tangan Juminten terlihat  menenteng plastik kresek penuh baju-baju pilihannya. “Lihat ini..,hehe,” tawa Juminten sembari membuka plastik kepada Milesia.id. Ia masih akan mengambil paket sembako setelah puas berbelanja baju.

Kegiatan bazar ini berjalan lancar dan sukses serta tepat sasaran untuk para jamaah MDA serta warga dhuafa di sekitar lingkungan masjid. Tentunya, panitia tidak bisa lepas dari peran serta bantuan  dari para donatur yang telah mensodaqohkan sebagian rezekinya untuk kegiatan ini.

Saat ditemui Milesia.id ketua panitia, Betty Daslam Kusuma menyampaikan terima kasih kepada para donatur, pengurus  DKM Masjid AF, Ma’had Daarul Firdaus, Muslimah Firdaus. “Terimakasih juga kepada semua relawan yang telah bahu membahu demi suksesnya acara ini. Hasil dari penjualan bazar ini akan digunakan untuk program MDA selanjutnya yaitu santunan anak yatim, 23 September mendatang. Kami masih membuka kesempatan bagi para donatur untuk berkontribusi dalam santunan anak yatim, ” imbuh Betty.

IST-Ketua DKM AF, Ir. M. Faisol, MM diantara sejumlah panitia bazaar (milesia.id)

Ditemui Milesia.id di ajang yang sama, ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Firdaus Ir. M. Faisol, MM, mengemukakan, pihaknya sangat bersyukur Al Firdaus dapat berkontribusi langsung terhadap masalah sosial dan ekonomi masyarakat sekitar masjid. “Acara ini memberi pesan positif tentang aktifitas masjid AL Firdaus, baik berupa kegiatan internal masjid berupa peribadatan, tahfidz, hingga agenda sosial untuk masyarakat sekitar,” papar Faisol. “Bazaar yang dilakukan itu juga bisa dipandang sebagai strategic marketing bagi masyarakat luas. Sangat baik dan bermanfaat jika diadakan setiap tahun,” imbuh Faisol.

Sejarah MDA

Ustd. Sholihuddin, terjun melayani ummat (Milesia.id/ANNY WIDI ASTUTI)

MDA merupakan majelis taklim yang diadakan setiap ahad pagi pukul 06.00 -07.30 wib di masjid AF. MDA sudah eksis sejak Februari 2009. Terentang waktu hingga sembilan tahun, MDA digagas Ustad Sholihuddin, SQ.,MA, Al hafidz, bersama dengan jajaran pengurus masjid. Dicetuskan dalam acara mabid sekaligus rapat pengurus yang dihadiri oleh 15 anggota pada saat itu.Tujuannya, sebagai sarana ukhuwah masyarakat yang tinggal di sekitar masjid.

Saat ditemui Milesia.id Ustad Sholih menyampaikan, “Sejak didirikan, ada 3 agenda utama dari MDA yaitu, agenda edukasi – taklim dengan memberikan materi agama yang disampaikan ustad-ustad yang berbeda tiap minggunya dengan materi agama yang bervariasi. Agenda sosial, seperti bakti sosial, santunan anak yatim, serta bazar. Dan agenda pembinaan, yang dilakukan dengan membina para jamaah agar menjadi jamaah tetap di AF serta agenda rihlah”.

Awalnya, kajian MDA dihadiri oleh sekitar 40 jamaah. Menginjak usia 9 tahun, jamaah melonjak 100 kali lipat menjadi sekitar 400 jamaah. Jamaah tidak saja berasal dari sekitar masjid namun sudah melebar ke berbagai wilayah Kabupaten Bantul dan Yogyakarta.

“Kajian  rutin mingguan ini diawali dengan tausiyah, kajian dari ustad, lanjut sholat dhuha sendiri-sendiri serta dzikir dan doa bersama. Sebagai pamungkas acara MDA adalah sarapan bersama, yang Alhamdulillah masih berjalan sampai dengan saat ini dengan menu yang beragam. Hal ini semakin mempererat ukhuwah antar jamaah,” imbuh Ustad Sholih.

Terkait penyelenggaraan bakti sosial, Ustad Sholih menyampaikan,”semoga membawa berkah, bermanfaat bagi orang banyak, semoga jamaah semakin istiqomah untuk ke masjid dan diharapkan seluruh jamaah MDA yang hadir dapat memberikan ilmu yang bermanfaat untuk tetangga dan lingkungan sekitarnya”.

Keutamaan Muharram

Mayoritas ummat Islam di negeri ini dan berbagai belahan dunia, merayakan bulan Muharram dengan segala keutamaannya.  Muharram, terkait  masuknya tahun baru Hijriyah, merupakan salah satu bulan suci dan mulia. Dalam kalender Islam, bulan Muharram menandai penanggalan awal. Seperti diketahui, di antara 12 bulan dalam penaggalan Islam, terdapat 4 bulan yang dimuliakan, salah satunya adalah Muharram.

“Beberapa Nabi dan  Rosul mendapat pertolongan dari Allah SWT dan terlepas dari kesulitan. Dalam bulan ini disunnahkan berpuasa Assyura pada tanggal 10 Muharram. Sebagai pembeda dengan umat lainnya, kita umat Islam dapat menambah puasa pada hari ke 9 Muharram. Dalam bulan Muharram  Allah mengharamkan semua perang, jadi bulan ini merupakan bulan gencatan senjata,” papar Ustad Sholih kepada Milesia.id.

Sepuluh Muharram disebut juga hari raya anak yatim. Kita dianjurkan untuk  memuliakan mereka. Dalam hadits disebutkan, siapa yang memuliakan anak yatim pada 10 Muharram maka Allah akan memuliakannya dan membebaskannya dari api neraka.

“Muharram mempunyai dua dimensi, yaitu dimensi vertikal, yaitu hubungan kita dengan Allah dengan cara berpuasa, serta dimensi horizontal, yaitu memuliakan anak yatim yang merupakan sesama hamba Allah,” pungkas Ustadz Sholih. []

(Milesia.id/ANNY WIDI ASTUTI)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close