ADVERTORIA
Trending

Bantuan Gempa via JNE Yogyakarta Tiba di Lombok

Menindaklanjuti program ongkir gratis JNE Yogyakarta untuk korban gempa Lombok, Agustus lalu, JNE Jogja mengirim 2 orang relawan ke Lombok.  Setibanya di Lombok,  keduanya bergabung dengan JNE Mataram bersama sejumlah relawan JNE lain dari Solo, Depok, Bogor, Bekasi, Denpasar serta Pekanbaru. Mereka turut membantu mendistribusikan bantuan sesuai dengan pembagian area yang sudah ditentukan oleh JNE Mataram.

IST-Bantuan Gempa Lombok via JNE Jogja (JNE-Jogja/Milesia.id)

Dua orang karyawan JNE Yogyakarta itu, yaitu Eka Suherman dan Dwi Purnomo,  ditugaskan untuk membantu distribusi bantuan ke posko-posko bencana. Selama 3 hari bertugas, Eka dan Dwi melakukan delivery di wilayah Mataram, Gunungsari Lombok Utara dan Senggigi, Lombok Barat. Kedua relawan JNE tersebut bertugas hingga Sabtu, 8 September 2018, serta akan kembali bertugas di JNE Jogja, mulai Senin, (10/9) 2018 ini.

Ksatria JNE, Salut Warga Lombok

Seperti diketahui, para “Ksatria JNE” dari beberapa cabang ditugaskan untuk memberikan support tim JNE Mataram, untuk memastikan agar bantuan dari seluruh Indonesia yang dipercayakan melalui JNE dapat segera diterima para korban gempa Lombok.

Saat melakukan delivery, tim JNE juga turut berbaur dengan masyarakat dan anak-anak. Jenis bantuan yang diberikan, beberapa diantaranya berupa boneka maupun mainan edukasi sehingga sekaligus dapat digunakan dalam trauma healing bagi anak-anak di pengungsian.

Hal yang membahagiakan, warga Lombok menerima Ksatria JNE dengan sukacita. Masyarakat korban gempa  merasakan manfaat dan antusias dengan kehadiran tim JNE yang membawa bantuan. Tim JNE juga salut dengan keadaan warga Lombok yang menjadi korban gempa. Banyak dari mereka yang  tegar menghadapi musibah ini meskipun sedang berada di pengungsian

Selama di lapangan, nyaris tidak ada kendala yang berarti. Hal ini berkat teamwork yang baik dari JNE Mataram maupun relawan cabang lain. Hingga saat ini, bantuan sudah terdistribusikan sebesar 70% meskipun jarak antar posko yang ditempuh cukup jauh.

Dalam penerimaan bantuan JNE, tidak ada target khusus karena merupakan bagian dari tanggungjawab sosial JNE terhadap masyarakat. Sejak dibuka pada 8 Agustus dan ditutup pada 31 Agustus 2018 JNE sudah memberangkatkan kurang lebih 30 ton bantuan dalam 5 tahap.

IST- JNE JOGJA

Seperti diketahui, prosedur pengiriman bantuan melalui JNE Yogyakarta yang diberlakukan Agustus lalu mensyaratkan, antara lain :

1.Pengiriman bantuan dengan tujuan 1 alamat tertentu dapat dilakukan dengan  syarat komunitas memenuhi kuota kiriman sebanyak 1 truk atau kurang lebih 3 ton.

2.Pengiriman bantuan yang akan diambil sendiri di JNE Mataram minimal 50 koli per pengirim.

3.Pengiriman bantuan yang distribusinnya diserahkan ke JNE Yogyakarta (tanpa alamat) akan dikirimkan ke Posko Gempa JNE Mataram. Kiriman diproses bersamaan dengan bantuan lain dan pengirim diberikan bukti kiriman berupa form serah terima paket

4.Bantuan berupa pakaian bekas sudah tidak dapat diterima karena jumlahnya melimpah.

5.Bantuan diantarkan langsung ke JNE Yogyakarta, JNE  Cabang Bantul, dan JNE Menukan.

(Adv/Milesia.id/ANNY WIDI ASTUTI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close