Milesiana
Trending

Mimpi Tentang Dunia Lain dari Pedalaman Kalimantan

Oleh : Suroto, HC *)

 

IST – Suroto, HC

Munaldus Nerang namanya. Nama beken di novelnya Liu Ban Fo. Di tangan dia saat ini telah terbangun satu group koperasi. Konglomerasi koperasi yang dimiliki 173 ribu anggota dengan uang terkumpul sebesar Rp 2 trilyun. Semua itu terjadi jauh di pedalaman Kalimantan Barat. Semua itu hanya dimulai dari sebuah mimpi.

Munaldus adalah pribadi yang tenang pembawaanya. Buah karyanya sungguh menggetarkan hati saya. Mimpi Dunia Lain salah satu judul novelnya adalah kenyataan yang tak terbantahkan.

Pria ini tidak hanya pandai berteori tapi hidupnya benar-benar diabdikan untuk orang kebanyakkan. Apa yang dia katakan itu adalah perbuatannya. Orang ini  bukan tipe politisi picisan yang hidupnya penuh pencitraan. Dia adalah tipe pekerja keras agar anak-anak Dayak terbebas dari kemiskinan!.

Berkat koperasi yang dia dirikan dua puluh lima tahun silam, kini telah berdiri 5 Group koperasi dan yayasan dengan beragam usaha. Dari kredit, hotel, pertokoan, kontraktor, sekolah, lembaga kursus dan lain sebagainya.

Dua puluh lima tahun silam, Dia adalah sarjana pertama di desanya, namun berkat koperasi yang dirintisnya, saat ini  telah lahir banyak sarjana. Dari tingkat sarjana, master hingga doktoral. Ada 700 lebih orang yang mendapatkan pekerjaan langsung dari koperasi yang dirintisnya.

IST – Munaldus Nerang

Munaldus adalah seorang dosen matematika di  Universitas  Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat.  Lulusan Institut Teknologi Bandung ( ITB), dan gelar master dari Ohio State University, USA. Betapa dia adalah seorang master tapi dia sama sekali tidak seperti pribadi intelektuil yang mengawang-awang dengan berbagai teori belaka.

Munaldus adalah tipe intelektuil cum praktisi tanpa lawan tanding. Dia abdikan ilmu pengetahuan untuk masyarakatnya. Dialah intelektuil sesungguhnya dengan ilmu pengetahuan yang dipraktekkannya untuk perbaiki kehidupan sehari-hari masyarakat Dayak khususnya.

Pada suatu malam dia ajak Saya berjalan dalam satu tempat yang sunyi di depan kantor pusat koperasinya yang megah di tengah hutan Tapang Sambas.

Dalam perjalanan dia tiba-tiba meminta saya berhenti. Dia katakan pada saya dengan penuh optimis kalau 50 tahun mendatang akan berdiri satu Universitas ternama di tempat saya berdiri.

Mimpi itu katanya seperti apa yang dulu diangankan ketika awal membangun koperasi.

Katanya, kelak kalau saya masih hidup, diminta untuk mengisi kuliah umum ekonomi rakyat. Bahkan, kalau saya susah berjalan akan dijemput. Tapi itu kalau saya masih hidup hahahaa…

Saya percaya, semua itu bukan isapan jempol. Sesungguhnya Munaldus sudah melangkah jauh. Sekolah SMK yang dirintisnya  2 tahun lalu sudah punya siswa 1000 orang lebih. Delapanbelas hektar tanah tempat saya berdiri sudah dibelinya. Lokakarya untuk dirikan Universitas sudah dilakukan dan langkah-langkah administrasi sudah dijajagi.

Dia percaya bahwa karya sosialnya akan langgeng kalau ditopang oleh pembelajar yang terus tumbuh. Dia beberapa waktu lalu undang saya dalam satu sesi evaluasi kerja tengah tahunan dan sekaligus resmikan perpustakaan yang dimulai dengan sumbangan buku-buku pribadinya yang banyak.

Munaldus adalah pemimpi, pemimpi dunia lain yang mungkin. Semoga Tuhan memberkahi kesehatannya untuk terus mengawal perjuangan tanpa batas hingga visinya untuk ciptakan Kalimantan tanpa kemiskinan menjadi kenyataan.

*) Ketua AKSES Indonesia, Aktivis dan Praktisi Koperasi

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close