DINAMIKA
Trending

“Jelang Iedul Kurban, Begini Cara Berkurban dengan Ternak yang Sehat dan Syar’i”

Tak genap dua pekan ke depan, Umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1439 H. Populer dengan sebutan “Lebaran Haji” , bertepatan dengan muslim yang tengah berhaji di tanah suci  melakukan wukuf di Padang Arafah. Bagi umat Islam yang mampu, dianjurkan penyembelihan hewan kurban sebagai ikhtiar mendekatkan diri  seorang hamba terhadap penciptanya.

Sapi siap kurban (Milesia.id/ANNY WIDI ASTUTI)

Saat ini pun, sentra-sentra penjualan hewan kurban sudah marak di banyak tempat. Lazimnya, hewan ternak yang paling dicari di pasaran adalah kambing, domba dan sapi. Untuk mendapatkan hewan ternak kurban, masyarakat bakal hunting ke beberapa peternakan, membeli di pasar hewan, atau yang paling mudah membeli di pasar tiban dipinggir jalan.

Pasar hewan tiban di pinggir-pinggir jalan yang marak, mengubah beberapa sudut jalan menjadi showroom sapidan kambing.

Pilih yang Syar’i

Bagaimana agar calon pembeli hewan kurban benar-benar mendapat ternak yang kondisinya sesuai dengan syariat Islam? Perhatikan pula  kelayakan hewan kurban dari sisi kesehatan. Bagaimana cirinya?

“Ciri-ciri hewan sehat dan syar’i, mata jernih, nafsu makan baik, hidung basah, jalan normal dengan 4 kaki. Untuk sapi,  sudah berusia 2 tahun, domba 6 bulan, dan kambing 1 tahun, untuk jenis kelamin bisa jantan atau betina. Untuk betina tidak bunting dan bukan betina produktif” papar Drh.  Imam Abror  yang ditemui Milesia.id, beberapa waktu lalu.

Menanggapi pertanyaan Milesia.id  tentang pasar tiban hewan ternak, pengelola atau penjual harus menjaga kebersihan dan melaporkan ke dinas terkait untuk mengecek dan mengontrol kesehatan hewan. “Yang penting penjual tetap menjaga kebersihan, dan melaporkan ke dinas terkait untuk.mengecek dan mengontrol kesehatan hewan. Agar masyarakat tetap bisa lancar dalam.mencari rizki tapi kesehatan hewan dan masyarakatnya tetap terjaga” jelasnya dokter hewan kelahiran Yogyakarta, 27 Januari 1990 ini.

Kebersihan kandang dan ternak perlu dijaga (Milesia.id/ANNY WIDI ASTUTI)

Masih menurut dokter hewan jebolan UGM tahun 2013 ini, maraknya pasar tiban hewan perlu disikapi secara arif  “Dalam tugas pengawasan saat hari penyembelihan, kendala yang dihadapi para petugas kesehatan, antara lain terkait resiko hewan sakit, pengolahan limbah yang masih sederhana, soal distribusi hewan kurban, dan lain sebagainya. Untuk itu, pasca penyembelihan sering dilakukan pemeriksaan postmortem. Meliputi pemeriksaan organ dalam seperti hepar (hati), apakah terjangkit penyakit fascioliosis (cacing hati) dan organ paru – paru apakah menunjukkan terkena radang paru-paru  (pneumonia),” imbuh Imam Abror.

Sesuai aturan, penyembelihan di luar Rumah Pemotongan Hewan (RPH) sebenarnya tidak diperbolehkan. Tentu ada pengecualian, terkait upacara keagamaan misalnya, sehingga penyembelihan di luar RPH harus diawasi oleh petugas kesehatan.

Laboratorium Kampung Ternak Jogja

Di negara dengan mayoritas pemeluk Islam terbesar di dunia macam Indonesia, eksistensi organisasi yang bergerak di bidang tata kelola hewan ternak untuk keperluan kurban, sangat dibutuhkan. Itu untuk memastikan distribusi hewan untuk keperluan acara Iedul Qurban yang syar’i serta memenuhi standar kesehatan bisa optimal.

Menarik mencermati eksistensi Laboratorium Kampung Ternak Jogja (Lab. KTJ), yang berpusat di Panggungharjo, Sewon, Bantul.  Drh. Imam Abror, merupakan Kordinator sekaligus founder Lab. KTJ.

Kampung Ternak Jogja, semula merupakan hasil inisiasi dari Sarjana Membangun Desa Wirausaha Pendamping Yogyakarta, sebagai langkah integrasi antara sejumlah kelompok peternak di kota Yogyakarta. Merupakan konsep perkumpulan kelompok peternak yang ada di kampung-kampung di Kota Yogyakarta.

Yogyakarta yang identik dengan klaster-klaster perkampungan yang cair, menjadi latar belakang penamaan perkumpulan ini menjadi Kampung Ternak Jogja. Konsep KTJ digagas pada awal tahun 2014 sebagai bentuk tanggung jawab agribisinis, khsususnya kepada para peternak dalam pengembangan usaha budidaya peternakan dan mempertahankan kelompok ternak yang ada di Kota Yogyakarta.  Setahun kemudian, KTJ  berkembang menjadi Laboratorium Kampung Ternak Jogja. Lab KTJ mengusung misi terciptanya Perusahaan agribisnis hewan ternak berbasis pemberdayaan masyarakat dengan mengedepankan nilai-nilai Islam.

Dalam praksisnya, Lab KTJ memberdayaan masyarakat Peternak, khususnya di Yogyakarta  dengan pola kemitraan. Berikutnya adalah menyediakan hewan ternak dengan mengedepankan kualitas terbaik untuk konsumen serta menjadi ajang bisnis Peternakan dari hulu sampai hilir yang  Syar’i sesuai tuntutan Rasulullah SAW.

Tidak hanya di sektor peternakan, Lab KTJ juga mengusung misi  untuk mampu menyediakan pendanaan bagi anak yatim, fakir miskin dan kegiatan dakwah Islam lainnya melalui penyisihan sebagian keuntungan. Serta siap menjadi Mitra untuk lembaga filantropi, instansi swasta dan pemerintah.

Lab.Kampung Ternak Jogja mengedepankan sejumlah keunggulan. Di samping sudah berpengalaman selama 4 tahun sebagai penyedia hewan kurban di Yogyakarta, juga mempunyai tim ahli dalam bidang Kesehatan hewan, Peternakan dan Ekonomi lulusan berbagai Universitas Negeri di Yogyakarta.

Lab KTJ memiliki pangsa pasar yang sudah dikenal masyarakat Yogyakarta hingga berskala nasional. Mempunyai berbagai strategi pemasaran melalui media sosial, kerjasama dengan takmir masjid, Instansi Pemerintah dan pendidikan serta berbagai lembaga filantropi.

Laboratorium ternak jogja menyediakan sapi Bali dan sapi Madura dengan nilai karkas yang lebih tinggi. Pembelian hewan ternak berdasarkan selera konsumen dengan sistem timbang maupun jogrok.

“Di lab ini, kita dapat memilih hewan ternak sesuai dengan budget kita. Juga dibuka peluang bagi masyarakat yang berminat untuk bekerjasama di Lab KTJ,  melalui sistem bagi hasil dengan porsi 60 : 40,” tutup Imam Abror.

Tips Menyembelih dan Menyimpan Hewan Kurban

Tahap Pra Pemotongan

  • Pisau harus dipastikan tajam. Diusahakan sekali potong langsung memutus dua urat (pernafasan dan saluran makanan) sekaligus.
  • Alat potong, saat ditajamkan (diasah) tidak dilakukan di depan hewan kurban

Pasca Pemotongan

  • Daging kurban sebaiknya dikemas dalam plastik transparan atau putih
  • Iris hewan kurban sesuai kebutuhan untuk sekali masak
  • Jika pengolahan hewan hendak ditunda, sebaiknya dimasukkan dalam freezer (diadaptasikan suhunya terlebih dahulu di rak bawah sebelum di-freezing)
  • Pisahkan pengemasan antara daging dan jeroan
  • Sebaiknya tidak mencuci daging yang hendak di freezing dengan menggunakan air
  • Saat hendak memasak, jangan rendam daging dari freezer dengan menggunakan air panas. Cukup direndam dengan air biasa dengan kondisi daging masih terbungkus plastik.

(Sumber : drh. Imam Abror. Lab KTJ)

Milesia.id/ANNY WIDI ASTUTI)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close