Milestravel
Trending

Belajar dari Warga Lombok yang Diganjar Plakat Penghargaan Kerajaan Malaysia

MILESIA.ID – Suara bising baling-baling helikopter yang mendarat terbangkan debu-debu di sebuah lapangan.
Tak berapa lama pendaki Gunung Rinjani diturunkan dari heli oleh tim dan pemburu warta berkerumun untuk mengabadikan peristiwa itu.

Terdengar teriakan seorang tentara agar memberikan jalan bagi para pendaki yang dievakuasi agar segera mendapatkan pelayanan medis.

Video ini merupakan cuplikan gambaran evakuasi para pendaki di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang memicu respon dunia.

Video ini diunggah oleh Dr Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di akun Instagram miliknya.

Saat itu BMKG melaporkan terjadi gempa dengan kekuatan 6,4 SR pada Minggu (29/7/2018) pukul 05.47 WIB.
Pusat gempa berada di 28 km Barat Laut Lombok Timur NTB, 32 km Timur Laut Lombok Utara – NTB, 57 km Timur Laut Lombok Tengah-NTB dan 61 km Timur Laut Mataram-NTB.

Data resmi dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani menyebutkan total jumlah pengunjung yang berhasil dievakuasi sebanyak 1.226 orang.

Rinciannya 696 orang warga negara asing (WNA) dan 530 orang merupakan warga negara Indonesia (WNI).
Evakuasi dilaksanakan selama tiga hari yakni Minggu (29/7/2018) dan Selasa (31/7/2018).

Di Hari Minggu sebanyak 507 WNA dan 162 WNI berhasil dievakuasi.

Kemudian Senin sebanyak 189 WNA dan 354 WNI dievakuasi oleh Tim Evakuasi Gabungan.

Dan semuanya menggunakan jalur darat.

Lalu pada Selasa 14 orang WNI dan 1 jenazah pendaki asal Makassar.

Pendaki asal Makassar tersebut bernama M Ainul Taslim meninggal dunia akibat tertimpa material longsoran bebatuan ketika beranjak dari Danau Segara Anak saat gempa bumi.

Pada peristiwa tersebut dilibatkan pula tiga helikopter milik BNPB, TNI AD dan PT AMNT yang juga membantu untuk evakuasi korban.

Tiga orang WNI dievakuasi pada Selasa pagi menggunakan helokopter lantaran masih trauma dengan guncangan gempa dan pertimbangan kondisi kesehatan.

Helikopter mendarat di sebuah lapangan di Sembalun pada pukul 09.39 Wita.

Kantor Berita Antara melaporkan ada satu warga Malaysia yang meninggal dunia akibat gempa bernama Siti Nur Ismawida (30).

Ia dilaporkan meninggal dunia karena tertimpa runtuhan tembok saat sedang istirahat di penginapannya di Lombok Timur.

Jenazah Siti juga sudah dipulangkan menggunakan pesawat Kargo Garuda dan kemudian dimakamkan.
Sedangkan 20 warga Malaysia dipulangkan dengan pesawat Air Asia dengan nomor AK305, Senin (30/7/2018) pukul 10.30 Wita.

Presiden RI Joko Widodo pada Senin (30/7/2018) langsung melakukan kunjungan ke Lombok untuk menengok kondisi korban gempa dan membahas soal penanganan pasca gempa dalam rapat terbatas di Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin III.

Ia juga memerintahkan jajarannya untuk lekas turun menangani pascagempa pada para korban gempa.
Kemudian semua bantuan berdatangan Tagana membagikan nasi bungkus untuk makan siang para korban dan relawan.

Sedangkan Kemensos menurunkan 60 relawan Tagana, dan Tim Layanan Dukungan Psikososial juga bantuan logistik telah turun ke lokasi gempa.

Bantuan logistik seperti matras, tenda, perlengkapan anak, perlengkapan lansia, makanan siap saji, dan lainnya dikirimkan secara bertahap.

FOTO BNPB – Tim Gabungan saat bertugas melakukan evakuasi korban gempa di Lombok.

UCAPAN TERIMA KASIH

Atas upaya tersebut di atas Pemerintah Indonesia dan terutama warga Lombok dinilai cepat tanggap dan secara optimal dinilai mampu berikan terbaik dalam melakukan penyelamatan bagi para pendaki.

Kerajaan Malaysia secara khusus berikan pujian dan di akhir Agustus nanti berencana akan datang ke Lombok untuk berikan plakat penghargaan pada warga di sana.

Kedutaaan Besar Malaysia di Jakarta bahkan merilis ucapan terima kasih dan video ucapan dari para pendaki warga Malaysia yang telah dievakuasi.

Di akhir video diperlihatkan foto Siti Nur Ismawida warga Malaysia yang meninggal dunia akibat gempa sebagai ungkapan duka cita atas kepergian seorang warganya.

Berikut ucapan terima kasih yang diposting di Fanspage Facebook Kedutaan Besar Malaysia, Jakarta pada Kamis (2/8/2018) lalu.

“In the face of disaster, we have chosen to rise above the national boundaries and offered assistance to those in need, regardless of race, religion and nationalities.”

“After all, we are all human. This is also a testament of the fraternal relations btwn the peoples of Malaysia and Indonesia.”

“Terima kasih kepada semua yang telah membantu dalam mensukseskan misi menyelamat warga Malaysia yang ditimpa musibah gempa bumi di Lombok.”

“Terima kasih juga kepada semua warga Nusa Tenggara Barat yang telah membantu warga Malaysia di saat kejadian.”

“Kami semua mendoakan Lombok kembali bangkit dari bencana ini dan menjadi lebih hebat dari yg sebelumnya.”

Demikian keterangan yang ditulis pada postingan FB Kedutaan Malaysia.

Melalui postingan tersebut pihak kedutaan menuturkan bahwa apa yang dilakukan masyarakat Lombok menunjukkan hubungan persaudaraan yang kuat antara Malaysia dan Indonesia.

Tanpa memandang ras, agama maupun kebangsaan dan menawarkan bantuan bagi yang membutuhkan.

Postingan tersbut kemudian ditag ke akun Facebook Perdana Menteri Malaysia Dr. Mahathir bin Mohamad kemudian Presiden Joko Widodo, Wisma Putra Saifuddin Abdullah, Garuda Indonesia, AirAsia Tony Fernandes, Kementerian Pariwisata, Kementerian Luar Negeri RI, Ditjen Imigrasi, BNPB, RSUD Provinsi NTB, Dinas Pariwisata NTB dan BPBD Provinsi NTB.

INI YANG DILAKUKAN WARGA LOMBOK
Apa yang dilakukan warga Lombok ternyata gambaran masyarakat yang sadar akan pelayanan dan menerapkan kearifan lokal yakni iklas membantu orang lain.

Warga Lombok telah biasa memberikan pelayanan maksimal bagi para wisatawan, keramahan dan kesadaran yang khas sebagai penduduk yang mendiami tempat wisata.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB Lalu Abdul Hadi Faishal kepada CNN Indonesia mengatakan kalau masyarakat internasional menilai belum pernah menemukan bangsa yang menomorsatukan tamu.

Indonesia menurut Abdul Hadi sangat bertanggung jawab kepada seluruh tamu, selain itu khusus untuk masyarakat bahu membahu menolong warga asing tanpa pamrih.

Menurut Abdul Hadi masyarakat Malaysia kagum dengan keputusan stakeholder pariwisata Indonesia dengan memberikan berbagai fasilitas gratis pascagempa seperti penginapan, makanan, minuman hingga pelayanan kesehatan.

Masih dikutip dari CNN tak hanya Malaysia, wisatawan asal Thailand misalnya menyampaikan kekagumannya atas respon cepat Indonesia dalam menangani bencana.

Mutchamon Kaewparuehaschai menilai kalau Indonesia sepat menanggapi dan dinilai sangat bertanggung jawab.

Saat gempa terjadi ia sedang berada di Danau Sagara Anak dan melihat bebatuan turun.

Meski demikian ia tetap kagum dengan keindahan alam Indonesia dan di Lombok ini adalah kali kedua ia ke Indonesia sebelaumnya di Bromo pada tahun 2016.

Cepat tanggap, bahu membahu, bersedia menolong tanpa pamrih bahkan menggratiskan makanan, penginapan pascagempa memperlihatkan kalau masyarakat Lombok jadi contoh terbaik untuk warga di wilayah lain.

Terima kasih warga Lombok, menginspirasi dan bikin bangga karena bersedia menolong dengan hati. (Milesia.id/Rimawan Prasetiyo)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close