Business
Trending

Bagaimana Mainan China Permainkan Pasar Dunia

Wahana permainan. Dinamis. (Milesia.id/PRIO PENANGSANG)

Junny Chen meraih sebuah miniatur permainan games di atas meja booth, lalu menyodorkannya kepada Milesia. “Ini salah satu contoh dari 120 mesin permainan yang kami produksi. Pasarnya sudah sampai Las Vegas,” paparnya. Sebuah wahan permainan yang lazim disediakan di arena bermain macam Time Zone, atau di mal-mal di tanah air.

Junny Chen dari Dboy Inteligent Technology yang beralamat di Chengdu Building, Chengai, China, adalah satu dari 80an peserta Fun Asia Expo 2018 di JIExpo, Kemayoran, yang dihelat 25 – 26 Juli lalu.

Dari  80 peserta, selain Indonesia, tercatat 14 negara yang berpartisipasi. Diantaranya Amerika Serikat, Italia, Belanda, Turki, China, Singapura, Kanada, Lichtenstein, Inggris, Filipina, Taiwan, Korea, India, dan Jerman.

Milesia diundang di acara pameran berbagai jenis peralatan taman hiburan (amusement park), theme park, waterpark, juga beragam atraksi ketangkasan terbesar dan terlengkap itu.

Pengunjung berlatar belakang operator taman hiburan, pengelola ruang komersial, kebun binatang, real estate, hingga pemerintah daerah yang tengah mengembangkan industri taman hiburan atau taman tematis di daerahnya.

“Ini acara terbesar dengan peserta internasional, mempertemukan produsen, konsumen, hingga investor,” papar Syafril BK, Business Development Funworld Prima, kepada Milesia.

Milesia.id/PRIO PENANGSANG

“Wisata buatan seperti theme park, waterpark dan taman hiburan lainnya, sekarang menjadi daya tarik baru. Ini salah satu ikhtiar kita agar bisa merealisasikan target 20 juta wisatawan mancanegara. Budaya kita sangat kuat, banyak pemandangan indah, dilengkapi dengan wisata buatan akan menjadikannya kian beragam,” papar Kepala Bidang Investasi selaku Pelaksana Harian Asisten Deputi Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata, Hengky Manurung

 

Dominasi Produk China

Pengamatan Milesia, dari 80 peserta Fun Asia Expo 2018 di Hall D JIExpo, partisipan dari China terbilang banyak jika tak bisa dikatakan dominan. Hal serupa ketika Milesia mengunjungi Toys and Kids Expo di kompleks yang sama.

China memang fokus dan serius mengembangkan industri mainan.  Produk mereka merajai Asia hingga Afrika. Mereka berproduksi dan mengembangkan industri mainan dengan sangat serius.

Di Distrik Chenghai, Guangzhou, misalnya, toko dan pabrik mainan dari yang skala rumahan sampai pabrikan dengan ribuan pekerja, ada di situ.

Kepada Milesia, Huang Zhu Yue dari Amuse China mengemukakan, beberapa distrik di China memang difokuskan untuk sentra industri mainan. “Semua produsen besar mainan China ada di Chenghai. Banyak importir dari Indonesia yang mengunjungi distrik itu setiap bulannya. Hubungan baik antara pengusaha mainan China dan Indonesia sudah cukup lama terjalin,” papar Huang.

Huang Zhu Yue (Milesia.id/PRIO PENANGSANG)

Ada lebih dari 5.000 pabrik mainan dengan duapuluhan diantaranya memiliki pendapatan hingga US$ 20 juta per tahun.

Empat produsen terbesar ada di Chenghai. Guangdong Qunxing Toys Joint-Stock Co Ltd, Guangdong Alpha Animation and Culture Co Ltd, Xinghui Auto Model Co Ltd, dan Huawei Scientific Technology Co Ltd. Menjadikan distrik itu sebagai “China Toys City”.

Dari Chenghai pula, 25 persen dari total ekspor mainan diekspor ke 140 negara di dunia, termasuk Indonesia. Di Chenghai, sebuah arena pertunjukan sebagai etalase besar disiapkan bagi produsen-produsen mainan memamerkan produknya.

Distrik Chenghai mirip kawasan industri terpadu di sejumlah kota di Indonesia. Memiliki jaringan terintegrasi antara industri bahan mentah, produksi suku cadang dan aneka  komponen. Termasuk desain produksi dan marketing. Pada tahun 2017 lalu, ekspor mainan China naik 37 persen senilai  US$ 26,5 miliar.

Produk pabrikan Chenghai (Milesia.id/PRIO PENANGSANG)

“Dari Chenghai, produsen Indonesia bisa belajar banyak hal soal industri mainan. Dari strategi pengadaan bahan, produksi hingga marketing,” imbuh Huang.

Strategi “pamungkas” produk mainan China menembus pasar banyak negara adalah harga murah dan produksi massal dengan standar yang seragam. Soal harga murah, hal itu bukan rahasia lagi.

Sejumlah laporan, pabrikan mainan China banyak memanfaatkan buruh murah usia muda dengan jumlah sangat melimpah. “Benar, kami memang memiliki kekuatan dari SDM yang besar, tapi tidak sepenuhnya benar dengan isu-isu eksploitasi buruh. Pemerintah punya standar pengupahan dan kesejahteraan pekerja yang harus dipatuhi industri,” papar Huang.

Penetrasi industri mainan China yang dominan untuk kawasan Asia Pasifik dan mulai merambah AS dan Eropa diakui oleh Christoph Bode, Managing Director Synthopy GMBH, perusahaan konsultan proyek permainan berbasis multimedia asal Jerman.

“China sangat kuat dalam produksi dan pengadaan bahan baku. Isu-isu buruh murah diantisipasi dengan pendekatan langsung ke negara tujuan ekspor. Selain kapasitas produksi yang besar, mereka agresif dalam pemasaran,” papar Bode yang ditemui Milesia di ajang Fun Asia Expo, Kamis (26/7) lalu.

Tak kalah penting adalah inovasi. “Benar, mereka sangat inovatif, termasuk dalam meniru template produk-produk mainan, instalasi mainan. Duplikasi dan modifikasi, dan mereka melakukannya dengan biaya sangat murah. Itu yang uslit disaingi para kompetitor,” imbuh Bode.

(Milesia.id/PRIO PENANGSANG)

 

Tags

Related Articles

One Comment

  1. Saya juga produsen mainan fiberglass, salah satunya ada Playground, China salah satu produsen yang tidak mungkin disaingi dari murah nya harga, kalau tidak ada proteksi dari pemerintah, habislah produsen lokal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close