Milebisnis
Trending

Hal Sepele yang Dilakukan Iriana Jokowi Ini Ubah Hidup Wawan

Produk Tas Kulit Pari Mendunia

MILESIA.ID – Binar mata dan senyum manis tersungging di wajah, saat ia cerita tentang ‘durian runtuh’ yang hadir di kehidupannya.

Bukan sekedar mimpi tapi hal tak yang diduga itu benar-benar nyata.

Siapa sangka hal sepele yang dilakukan Ibu Negara Iriana Jokowi membuat nasibnya berubah 180 derajat.

“Wah tidak hanya 200 persen bahkan bisa 500 persen,” ujar Wawan Purnomo kepada Milesia.id.

Wawan adalah pengrajin produk dompet dan tas kulit pari yang mengaku beruntung setelah workshop dan display kerajinan kulit pari bikinannya didatangi orang nomor satu negeri ini.

Ibu Negara sambangi langsung tempat kerajinan dan display produk di Zalfa Genuine Stingray, Sambon RT 08/02, Banyudono, Boyolali, 573773 dan membeli beberapa produk seperti dompet dan tas kulit.

FACEBOOK ZALFA LEATHER – Wawan bersama keluarga mengapit Iriana Jokowi yang membeli produk tas kulit pari bikinannya.

Saat itu Minggu (15/7/2018) Wawan beberkan kisahnya di sela-sela acara diskusi dan identifikasi masalah untuk pembuatan buku panduan memulai bisnis produk kulit yang diselenggarakan oleh BEKRAF RI (Baca: Ketika Brand-brand Tas Kulit Populer Kumpul di Jateng Demi Tercipta Buku Pintar Panduan Berbisnis).

Wawan cerita bagaimana Iriana Jokowi membuatnya meraup untung berkali-kali lipat lantaran penjualan produk dompet dan tas kulit pari buatannya.

Hanya karena Ibu Negara membeli produk tas kulit pari dan selanjutnya sering dibawa di berbagai kegiatan tingkat nasional ataupun internasional, brand Zalfa pun mendunia dan dikenal luas.

“Tak sedikit yang ingin memakai tas kulit yang dibeli ibu Iriana Jokowi. Tempat saya pun selalu kedatangan dari wisatawan hingga pejabat-pejabat,” jelasnya.

Sekitar pertengahan September 2017 lalu Iriana Jokowi datang ke lokasi pembuatan kerajinan dompet dan tas kulit pari buatannya.

Wawan kemudian mengabadikan foto Iriana Jokowi saat berada di tempatnya lalu ia posting ke Facebook dengan akun Zalfa.leather dan tak berapa lama mulai berdatangan para wartawan untuk mewawancarainya.

Sejak itulah produk-produknya selalu laris manis oleh pembeli, apalagi beberapa kali Ibu Negara yang hadir bersama Presiden Jokowi di acara-acara besar baik taraf nasional maupun internasional sambil menjinjing tas kulit pari buatannya.

“Toko display saya yang di pinggir jalan bahkan sudah lama tutup lantaran kekurangan stok, untuk memenuhi stok di rumah saja rasa-rasanya kurang,” imbuhnya.

Kisah Wawan ini mirip dengan beberapa usaha kuliner yang mendadak populer setelah didatangi oleh selebritis-selebritis tanah air yang kemudian mengunggahnya di akun media sosial.

Usaha-usaha kuliner tersebut mendadak laris manis lantaran penasaran dengan testimoni artis yang baru saja mencicipi menu istimewa tersebut.

Demikian pula dengan produk tas dan dompet kulit pari buatan Wawan Purnomo, tak sedikit pejabat atau warga biasa yang pengin punya tas seperti yang digunakan Ibu Negara.

Tas Kulit Pari Brand Zalfa mendadak populer dan banyak dicari.

FACEBOOK ZALFA LEATHER – Tas yang dibeli Iriana Jokowi dan laris manisdiburu banyak orang.

JATUH BANGUN

Ibarat kepompong yang bertransformasi jadi kupu-kupu, kisah Wawan tak melulu sukacita.

Ia mengawali usahanya dengan keringat dan air mata, jatuh bangun sudah sering ia alami.

Dimulai seusai lulus dari Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta (kini Politeknik ATK Yogyakarta) ia kemudian bekerja di pabrik kulit di luar daerah.

Ia pun telah membangun keluarga dan memiliki satu anak, suatu ketika ia berpikir, tiap Lebaran selalu menghabiskan belasan juta untuk pulang kampung, lalu kapan bisa nabung kalau uang selalu habis di jalan.

Ia yang telah memiliki bekal sejak kuliah dan praktik langsung di pabrik kemudian mencoba peruntungan dengan membuka usaha sendiri di kampungnya yakni kerajinan tas kulit pari.

Ia mengambil langsung dari Jepara masih mentah lalu ia olah hingga bisa dibuat menjadi kerajinan tas atau dompet.

Saat sedang merangkak naik, istrinya jatuh sakit dan mengidap kanker, setiap dua minggu ia harus mengeluarkan uang belasan juta.

“Kamu harus tetap semangat untuk sembuh biar aku juga semangat mencari uang, enggak usah pikirkan hal lainnya yang penting sembuh,” kata Wawan pada istrinya saat itu.

Namun nasib berkata lain, meski telah mengupayakan kesembuhan sang istri harus menyerah karena penyakitnya lalu dipanggil Sang Ilahi.

Saat itu ia mengaku menjadi masa yang sulit baginya, tapi ia percaya demi keluarga dan anak yang ditinggalkan harus tetap semangat dan kembali berusaha bangkit.

Kini ia telah memiliki dua anak, satu anak dari pendamping hidup baru yang juga selalu memberinya semangat dalam berkarya.

FACEBOOK ZALFA LEATHER – Berbagai produk buatan Wawan.

BELIKAN MOTOR KARYAWAN

Selain keluarga Wawan juga berupaya beri kesejahteraan untuk para karyawannya.

Ia meyakini buah kesuksesannya juga tak lepas dari kerja keras anak buahnya.

Wawan memiliki lima karyawan dan berupaya berikan hak sesuai dengan kinerja bahkan bonus tambahan.

“Saya berupaya berikan terbaik untuk karyawan, suatu ketika ada yang bilang butuh sepeda motor, ia berencana kredit, saya pikir kasihan nanti penghasilan untuk keluarga terpotong oleh kredit motor,” kata Wawan.

Ia pun kemudian berikan pilihan pada karyawan tersebut yakni dengan membelikan sepeda motor secara cuma-cuma tapi bukan baru alias setengah pakai, tak perlu ganti uang itu semacam bonus tambahan karena kinerja yang telah diberikan.

Hal yang sama ia juga lakukan pada karyawan lain, ada yang butuh televisi, ada yang butuh mesin cuci, ia berupaya berikan untuk bonus karyawannya.

“Apalagi setelah kedatangan bu Iriana hampir setiap hari banyak yang datang dan membeli produk-produk kami. Pasti malamnya saya traktir atau beri bonus tambahan,” imbuhnya.

Menurutnya berbagi rezeki bisa membuahkan berkah yang lebih berlimpah, tak lupa pula ia juga beri sumbangan untuk desa seperti ketika pembuatan jalan atau ketika ada rencana darma wisata.

Wawan menyewakan satu bus untuk para tetangganya agar bisa piknik bersama.

KULIT PARI THAILAND DARI JEPARA

Dalam kesempatan tersebut Wawan juga berbagi kisah tentang kulit pari yang identik berasal dari Bangkok, Thailand.

“Dunia tahu kalau kerajinan kulit pari identik dengan Negara Thailand, padahal bahan mentahnya berasal dari Indonesia,” jelasnya.

Sebelumnya ia kerja di pabrik yang mengekspor kulit mentah ke Thailand yang kemudian di negara tersebut diolah menjadi kulit pari siap pakai dengan kualitas tinggi.

Pemasok kulit dari Jepara kenalannya juga ia bantu untuk disambungkan ke pabriknya dulu, dan kini pemasok kulit mentah kulit pari asal Jepara itu kini kirim beberapa kontainer kulit pari ke Thailand tiap bulan.

“Sudah belasan tahun saling bekerjasama malah baru ketemu beberapa waktu lalu ketika diundang di sebuah acara di Jogja, sungguh tak disangka-sangka,” imbuh Wawan.

Hingga kini ia selalu mendapat pasokan kulit pari mentah dari Jepara dari pemasok tersebut lalu ia olah sendiri dan menjadi produk tas dan dompet kulit pari.

Maka tak heran kalau produk dompet dan tas kulit pari buatan Wawan masih berada di kisaran harga yang terjangkau karena pengolahannya mulai dari bahan kulit mentah.

FACEBOOK ZALFA LEATHER – Iriana Jokowi ketika memilih-milih produk buatan Wawan.

KEBERUNTUNGAN PEMULA

Satu lagi keberuntungan Wawan yang tak ia duga-duga yakni ketika masih merintis bisnis ia seolah mendapat durian runtuh versi lain.

Saat itu ia dapat undangan terkait usaha produk kulit, dan sang istri yang mewakili acara tersebut.

Ketika Wawan menjemput istrinya ada seorang pria yang datang dan bertanya mobil siapa yang diparkir.

“Wah saya menduga jangan-jangan saya tadi menyerempet mobil lain atau seperti apa, ternyata tidak,” kata Wawan.

Mobilnya saat itu memang ia tempeli stiker bertuliskan pusat kerajinan kulit pari dan ini mengundang ketertarikan dari perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Ketika itu ia disuruh untuk kembali datang keesokan harinya bersama dinas terkait dari Boyolali.

Ia kemudian menyampaikan undangan tersebut dan bersama-sama datang dinas terkait dari Boyolali, tak disangka-sangka ternyata ia akan mendapat hibah mesin lengkap untuk produksi kerajinan kulit.

“Saat itu memang sedang ada program untuk membantu pengrajin-pengarjin untuk meningkatkan produksinya, wah sekarang mesin yang saya miliki sangat lengkap kalau ditaksir nilainya puluhan juta,” kata Wawan.

Ia mengaku sangat terbantu dengan hibah mesin tersebut dan mengatakan demikian pentingnya promosi.

Ia menyarankan agar promosi bidang usahanya minimal di kendaraan yang digunakan satu di antaranya dengan menempel stiker produk usahanya.

Kisah Wawan tak hanya soal keberuntungan, tapi juga kerja keras, kesungguhan, kebaikan dan standar kualitas produk yang ia hasilkan.

Hasil kerajinan tas dan dompet kulit pari tak hanya untuk kehidupan keluarganya tapi juga karyawan lalu orang-orang di desa yang turut kebagian rezeki ketika tamu berdatangan juga dengan reseller yang menjualkan produknya.

Di tempatnya ia juga beri lokasi khusus bagi warga sekitar yang ingin menitipkan produk buatannya dari makanan ringan, oleh-oleh hingga buah tangan lainnya untuk bisa dibeli oleh pengunjung.

Sejatinya hidup memang harus memberi kehidupan bagi orang lain dan Wawan Purnomo sudah membuktikannya.

Jadi kapan giliranmu? (Milesia.id/Rimawan Prasetiyo)

 

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close