Milestories
Trending

“PESTA PORA PEKEBUN KAKAO”

Siasat pangkas, naikkan produktivitas

MILESIA.ID – Pagi masih gelap. Adzan subuh sudah mengumandang tiga puluh menit yang lalu. Suhu udara di thermohigrometer menunjuk angka 20 derajad celcius. Kelembaban 100 % RH. Titik-titik air di udara menjelma embun. Memeluk batang-batang kakao yang rampak mengeluarkan bunga. Dingin menusuk tulang.

Ditengah dinginnya pagi, nampak sekumpulan mandor berdiri membentuk formasi setengah lingkaran. Berseragam putih hitam. Beberapa mencangklong tas di pundaknya. Tak nampak asap rokok yang mengepul. Semua khusuk mendengarkan pengarahan pimpinannya. Seorang Opziener, begitu istilah zaman Belanda dulu. Lha, karena lidah orang Jawa agak kaku, akhirnya menjadi Sinder. Kini bersalin rupa menjadi Asisten Tanaman, pemimpin sebuah Afdeling yang bertanggungjawab mengelola areal sekira 500 ha.

Buah Kakao menggantung berbaris rapi/MILESIA/FAUZI ISMAIL

Begitulah orang kebun memulai hari. Rol pagi namanya. Beberapa perkebunan mengatakan lingkaran pagi. Ada pula yang memberi istilah keminggris : master morning. Pemberian pengarahan dari pimpinan Afdeling kepada seluruh mandor mengenai pekerjaan yang bakal dilakoni hari itu. Dilanjutkan presensi karyawan dan pengaturan tenaga kerja sesuai pekerjaan yang telah direncanakan.

Selesai Rol, semua mandor dan karyawan langsung berangkat ke kebun. Membawa peralatan kerja sesuai pekerjaan masing-masing. Termasuk Durahim, seorang Mandor Besar, bergegas meluncur ke areal. Ia menyelipkan sebuah gergaji pangkas di ujung atas sepatu boot. Handy talky buatan China nampak bertengger di pinggang sebelah kanannya. Tak ketinggalan, sebuah gunting pangkas nampak menyembul di saku belakang celananya. Pundaknya tetap mencangklong tas kerja, berisi alat tulis, handphone dan sebotol air putih. Bekal di kebun agar tak kehausan. Komplit dan paripurna persiapan kerjanya. Siap tempur, siap menggempur.

Pangkas Kakaomu, Kalau Tidak…?

Durahim diperintah untuk mengawal tenaga kerja Pangkas Pemeliharaan TM (Tanaman Menghasilkan) Kakao Bulk TT (Tahun Tanam) 2004. Tanaman taruna, umur 14 tahun.

Sebagai mandor besar, Durahim wajib memberi contoh mengenai teknis pekerjaan pangkas kepada tenaga kerjanya. Dibantu oleh Hendun, mandor pangkas kakao, Durahim tandang gawe.

“Pesan Pak Asstan, hari ini kita pangkas ringan. Ambil dulu water shoot-nya, trubusan, alias tunas air. Tunas-tunas baru yang tumbuh di batang utama. Wiwil bersih mulai dari pangkal batang sampai ketinggian 2 meter. Tolong dikerjakan dengan hati-hati. Jangan sampai merusak bantalan bunga. Karena bantalan bunga itu adalah singgasana bagi bunga Kakao. Kalau sampai rusak, bunganya ndak mau muncul,” begitu kata Durahim sambil memberikan contoh cara membuang trubusan yang benar. Tangannya cekatan. Meliuk-liuk diantara batang utama, cabang sekunder maupun tersier. Satu persatu trubusan berjatuhan di atas tanah. “Ambil trubusan dengan tangan. Jangan pakai gunting. Apalagi sabit atau gergaji,” imbuh Durahim.

Pohon Kakao sebelum dipangkas/MILESIA/FAUZI ISMAIL
Pohon Kakao setelah dipangkas/MILESIA/FAUZI ISMAIL

Tanaman kakao termasuk tanaman cauliflori. Tanaman yang bunganya menempel pada cabang/batang. Bunganya tumbuh dari bekas ketiak daun pada cabang/batang. Tempat tumbuhnya bunga lama-kelamaan membesar dan menebal. Lazim disebut sebagai bantalan bunga. Persis seperti bunga pada tanaman jambu air.

Bantalan bunga kakao/MILESIA/FAUZI ISMAIL
Bantalan bunga kakao/MILESIA/FAUZI ISMAIL

“Kalau sudah bersih trubusannya, arahkan gergaji ke tajuk tanaman. Ingat, sambung dulu gergajinya dengan galah sepanjang 3 meter,” lanjut Durahim. “Yang wajib dipangkas adalah cabang rambut, cabang kering, cabang yang nglembreh kebawah dan cabang balik. Cabang yang besar tidak boleh dipangkas. Maksimal cabang yang boleh dipangkas berdiameter 10 cm. Bila ada cabang lanang atau cabang orthothrop, hukumnya wajib dipotong,” kata Durahim.

Cabang orthothrop adalah cabang yang pertumbuhannya keatas, menghunjam langit. Panjang tangkai daunnya sekitar 7,5 sd 10 cm. Rumus daunnya 3/8, artinya daun ke satu dan daun ke delapan berada dalam satu garis setelah 3 spiral daun. Cabang ini akan membentuk jorget, titik percabangan tunas orthothrop ke plagiotrop, setinggi 0,9 sd 1,5 m. Cabang orthothrop rakus terhadap unsur hara. Harus di potong, untuk mengurangi persaingan unsur hara saat tanaman berada pada fase generatif.

“Pangkas ringan ini hanya membuang para penumpang gelap, cabang dan daun yang tidak produktif. Cabang dan daun yang tidak terkena sinar matahari. Tidak bisa berfotosintesis. Tidak ikut masak, tapi ikut makan. Sebisa mungkin, unsur hara yang ada dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pertumbuhan bunga dan buah,” kata Durahim

Redam amarah Phytoptora

Perihal pangkas kakao ini, Durahim ingat, tadi pagi Asstannya mengatakan bahwa saat suhu udara dingin seperti sekarang ini, diikuti dengan hujan dan kelembaban yang tinggi, pangkas kakao hukumnya mutlak dikerjakan. Tujuannya untuk memperoleh Indeks Luas Daun 3,7 sd 5,7. Kanopi ideal. Meningkatkan aerasi dan penetrasi cahaya kedalam kanopi agar distribusi cahaya merata keseluruh permukaan daun.

Pangkas yang baik ditandai dengan spot-spot cahaya matahari yang sampai ke permukaan tanah di bawah tajuk pohon kakao.

Jika semua hal diatas bisa terpenuhi, setidaknya perkembangan jamur Phythoptora palmivora bisa dikendalikan. Sebab, jamur ini berkembang biak dengan cepat saat kelembaban tinggi. Jamur ini menyerang buah kakao. Tak peduli masih pentil maupun sudah masak. Bila terserang, buah menjadi busuk. Serangan Phythoptora bisa menjungkalkan pekebun kakao. Dahsyat.

Buah kakao terserang Phythoptora palmivora/MILESIA/FAUZI ISMAIL

Buah yang terserang Phythoptora mengalami perubahan warna menjadi bercak coklat kehitaman dengan batas yang tegas. Gejalanya akan meluas keseluruh buah. Dalam semalam, perkembangan buah yang busuk bisa mencapai 2 cm. Buah yang sudah terkena tidak bisa di sembuhkan lagi. Menjadi hitam dan busuk. Tidak bisa dipanen. Bila buah masak yang terserang, bijinya masih bisa dipanen. Tetapi menjadi biji yang inferior, cacat.

Nah, dengan pangkas yang tepat, Phythoptora palmivora bisa menjadi jinak. Tak kalap berkembang biak. Nyungsep ditekan semilir angin dan hangatnya mentari yang menembus bumi.

Diganjar hadiah

Siasat pangkas yang tepat waktu dan tepat sasaran terbukti sudah memberikan hasil yang memuaskan. Tahun 2016 lalu, Durahim naik podium. Ditetapkan sebagai pengelola kakao terbaik di tempat kerjanya. Durahim mencatatkan produktivitas lebih dari 1.000 kg biji kakao kering per ha. Sebuah capaian yang cukup fantastis. Karena, 5 tahun terakhir, produktivitas jumud diangka 500 kg biji kakao kering/ha.

Durahim menunjukkan pohon kakaonya yang berbuah lebat/MILESIA/FAUZI ISMAIL

Berkat kinerjanya, Durahim dan jajarannya di ganjar hadiah Rp 10.000.000,-. Syukuran diadakan. Tenda di dirikan. Tikar digelar. Semua karyawan makan bersama. Wujud syukur kinerja setahun yang memuaskan.

Tahun ini, Durahim optimis, produktivitas kakaonya bakalan sebanding dengan tahun 2016. Semesta mendukung. Bulan Juli ini, hujan masih turun. Meskipun tidak deras. Tapi cukup untuk menghilangkan dahaga tanaman kakao.

Siasat pangkas yang jitu, adalah modal dasar bagi selamatnya bunga dan buah kakao. Juli ini, bunga dan buah kakao sudah bermunculan di batang dan cabang kakao. November-Desember bakal panen raya. Semoga tahun ini diganjar hadiah lagi. Pesta kambing lagi sembari mensyukuri nikmat Illahi Robbi.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close