Milebisnis
Trending

Jangan Tertipu Kecantikan Palsu, Ini Cara Praktis Pastikan Tas Kulit Asli

MILESIA.ID – “Kenapa sih kamu suka tas atau dompet kulit?”

Pertanyaan inilah yang sering didengar dari teman-teman nongkrong setelah melihat dompet atau tas yang sering saya pakai.

Jawaban saya selalu sama, saya menyukai keabadian.

Jawaban pendek ini makin bikin teman mengernyitkan dahi dan akhirnya harus menjelaskan semua hal tentang dompet dan tas kulit, mulai dari awal mula tren itu muncul hingga jenis-jenis kulit berdasarkan pengolahannya.

Memakai produk kulit memang sudah jadi kegemaran sejak sekolah menengah, karena belum punya penghasilan pasti yang kebeli dompet kulit itu pun kualitas rendah berharga murah.

Namun boro-boro dapat yang asli, lantaran terlena harga murah dapatnya malah palsu.

Tentu perlu pengetahuan yang lebih agar tak terkecoh dengan yang imitasi sehingga bisa mendapatkan tas produk kulit asli, si cantik naneksotik yang banyak diburu.

Memakai produk kulit soal selera, tiap orang memiliki kesukaan masing-masing, tapi yang perlu diingat, ketika membeli sekali jangan harap bisa berhenti, pasti ingin beli produk kulit lainnya.

Kenapa?

FOTO KOENTJI INDONESIA – Tas kulit asli buatan Koentji Indonesia, IG @koentji.id

Pasti ketagihan setelah mengetahui hal-hal berikut ini.

Banyak yang belum tahu kalau tas kulit itu ibarat nenek moyang bagi jenis tas-tas masa kini.

Tas pertama kali diciptakan berbahan kulit dan kayu.

Tas dari kulit binatang seolah mewakili peradaban kuno yang tak lekang oleh waktu, tas dari kulit menjadi penanda peradaban manusia.

Belum diketahui secara pasti, tapi di zaman prasejarah, tas pertama kali dibuat dari bahan kulit dan kayu.

Pada saat itu, tas kulit ini fungsinya untuk menyimpan makanan sementara tas kayu untuk bahan-bahan lainnya seperti peralatan atau perlengkapan perjalanan dan lain-lain.

Baru sekitar abad ke-14, tas tidak hanya terbuat dari kulit atau kayu saja melainkan dari kain, kulit sintetis serta bahan-bahan lainnya.

Merunut sejarah di China, ada tas yang dibuat dari kertas sementara di Mesir saat itu banyak menggunakan tas yang diikatkan di pinggang dengan diwarnai sulaman ataupun perhiasan.

Semakin rumit, sulit sulamannya dan mahal perhiasannya, maka semakin menunjukkan orang tersebut memiliki status sosial yang tinggi.

Tak berbeda jauh dengan masa itu, sekarang ini menggunakan produk berbahan kulit asli terkadang dipandang juga memiliki status sosial yang lebih tinggi dibandingkan dengan kulit sintetis.

SELERA TINGGI

Alasan lain para pecinta produk kulit adalah pengguna kulit asli disebut-sebut berkelas.

Seseorang yang memakai produk berbahan kulit asli, misalnya tas kulit asli, seolah menunjukkan dirinya memiliki selera tinggi dan berkelas.

Dengan memakai tas kulit asli, seseorang terlihat simple dan praktis tapi ‘bercitarasa’ tinggi.

Karena dari kejauhan pun, tas kulit asli sudah terlihat menonjol, tampilannya menawan dan tentu harganya lebih mahal dibanding dengan bahan tas lainnya.

Selain itu, produk tas kulit sangat mudah dipadupadankan dengan busana yang kita pakai.

Tas kulit asli biasanya memiliki warna klasik seperti cokelat atau hitam, maka ketika dipadupadankan dengan busana berwarna apapun tetap terlihat pas.

Namun kini tak sedikit produk berbahan kulit asli, baik itu tas, dompet ataupun lainnya, bisa berwarna-warni juga.

Oleh karenanya, cocok digunakan baik untuk acara formal maupun acara non formal.

Untuk jalan-jalan masuk, untuk meeting juga bisa.

Dan yang perlu diingan, produk kulit asli sampai kapanpun takkan ketinggalan zaman.

Penampilan pemakai akan terlihat unik, berkelas dan menawan. Dan memang benar adanya bahwa produk kulit asli tak lekang oleh waktu.

Dan saat ini telah banyak perubahan, produk-produk berbahan kulit asli sudah mengikuti mode zaman dan model-modelnya selalu terbarukan.

Selain itu, tahan lama dan sulit rusak juga jadi alasan kenapa membeli produk tas kulit asli bukan imitasi.

Bandingkan tas kulit asli dengan imitasi, tas kulit asli akan tahan lama bahkan bisa puluhan tahun sementara kulit imitasi akan mengelupas.

MENGENAL 4 JENIS BAHAN KULIT

Jangan mengira tas kulit itu ya tas kulit usai diambil dari binatang lalu dipanaskan dengan matahari lalu selesai tinggal dibuat tas.

Saat ini pengolahan bahan kulit sudah menggunakan teknologi canggih.

Tas kulit asli tak akan mudah sobek atau rusak bahkan yang sering rusak adalah jahitannya atau ritsletingnya.

Nah berikut 4 jenis bahan kulit berdasarkan cara pengolahannya.

FOTO KOENTJI INDONESIA – Contoh tas dari kulit nabati dari Koentji Indonesia, IG @koentji.id

Kulit Nabati

Kulit jenis nabati ini disebut-sebut kulit yang memiliki harga paling murah dibandingkan jenis yang lain.

Namun di luar negeri jenis kulit nabati justru lebih banyak dicari dan sangat digemari.

Penggemar kulit jenis ini adalah turis mancanegara lantaran mereka lebih suka warna-warna natural apalagi pengolahannya yang alami.

Kenapa disebut Kulit Nabati itu karena proses penyamakannya dilakukan dengan cara nabati.

Hasilnya, kulit dengan penyamakan nabati akan memiliki warna natural, lebih tebal dan kaku.

Proses penyamakannya menggunakan bahan-bahan alami dari tumbuh-tumbuhan yang mengandung bahan penyamak.

Penyamakan dengan cara ini terbilang paling sederhana dan prosesnya lebih mudah dibanding proses penyamakan jenis lain sehingga mampu menekan harga menjadi lebih terjangkau, lebih murah dibanding bahan kulit lainnya.

FOTO KOENTJI INDONESIA – Contoh produk tas kulit asli dari bahan kulit krom dari Koentji Indonesia, IG @koentji.id

Kulit Krom

Jenis kulit ini proses penyamakannya bertolak belakang dengan kulit nabati, yaitu menggunakan bahan-bahan kimia krom sulfat basa, sehingga dinamakan Kulit Krom.

Hasilnya pun berbeda dengan kulit nabati.

Kulit krom lebih lemas tidak kaku seperti kulit nabati.

Selain itu, kulit krom juga lebih tipis dibanding nabati namun tetap kuat.

Harganya tentu lebih mahal dibandingkan dengan kulit nabati.

Untuk jenis kulit krom ini biasanya diwarnai dengan cat pigmen sehingga bisa menghasilkan produk dengan warna-warna yang cantik.

Finishingnya bisa beraneka ragam juga mulai dari yang polos, milling maupun emboss tekstur.

Emboss tekstur ini nantinya permukaan kulit akan seperti kulit jeruk, kulit buaya (emboss croco), kulit ular, batik dan lain-lain.

FOTO KOENTJI INDONESIA – Contoh tas kulit Pull-Up dari Koentji Indonesia, IG @koentji.id

Kulit Pull-Up

Bahan kulit pull-up memiliki sifat lembut, lentur tapi tebal.

Proses penyamakannya hampir sama dengan kulit krom, hanya saja finishing kulit jenis ini menggunakan minyak pull-up yang menyebabkan warna tampak lebih muda ketika kulit ditarik.

Untuk harga kulit pull-up hampir sama dengan kulit krom, masih di atas kulit nabati.

FOTO KOENTJI INDONESIA – Tas kulit suede dari Koentji Indonesia, IG @koentji.id

Kulit Suede

Kulit suede ini disebut sebagai bahan yang paling tinggi dibandingkan ketiga bahan kulit lainnya.

Sifat kulit suede ini sangat lembut bahkan tampak seperti agak berbulu.

Produk dengan bahan kulit suede harganya lebih mahal dibanding ketiga bahan kulit sebelumnya.

Proses penyamakannya lebih rumit, selain itu perawatannya juga lebih ekstra dibandingkan jenis kulit lainnya.

Turis-turis mancanegara selain jenis nabati juga menyukai jenis kulit ini.

CARA BEDAKAN KULIT ASLI DENGAN IMITASI

Membedakan produk tas kulit asli dengan yang palsu bukan perkara mudah.

Namun sebenarnya ada cara praktis agar bisa mendapatkan produk tas atau dompet kulit asli.

Berikut ini caranya.

Lokasi membeli produk

Cara pertama yang paling mudah adalah lokasi pembelian.

Kalau di pasar tradisional ada banyak tipe penjual, ada yang jujur tapi ada juga yang berbohong hanya supaya jualannya laku.

Bisa jadi kulit sintetis dikatakan kulit asli dengan tujuan agar banyak yang beli.

Nah karena itu, pastikan dulu beli di lokasi yang terpercaya bahkan bila perlu yang berani kasih jaminan.

Cek label pada tas

Banyak yang tak menyadari bahkan menganggap tas merek tertentu karena harganya mahal dikira kulit asli, ternyata bukan.

Label pada tas sebenarnya memberikan gambaran nyata.

Produk berbahan kulit sintetis biasanya buatan pabrik.

Coba periksa label-labelnya kalau ada tulisan manmade materials atau fabric materials itu artinya tas tersebut bukan berbahan kulit asli.

Sedangkan pada produk kulit asli biasanya juga akan menyertakan label kalau bahan yang digunakan adalah kulit asli.

Tekstur permukaan tas

Kulit sintetis biasanya berbahan plastik yang dibuat semirip mungkin dengan kulit asli, tapi justru terlihat lebih sempurna.

Hati-hati akan kesempurnaan, permukaan kulit yang mulus dan sempurna justru menunjukkan kalau produk tersebut kemungkinan merupakan produk palsu.

Coba raba dan perhatikan secara seksama.

Kulit asli akan tampak tekstur dan pori agak kasar, ada juga yang halus tergantung pengolahan kulitnya akan tetapi tetap lebih kasar dibandingkan dengan kulit sintetis.

Kulit sintetis lebih halus.

Ketika ditekan biasanya juga agak sedikit memantul karena semacam ada lapisan lunak tambahan pada kulit sintetis dan jahitannya lebih sempurna, sementara kulit asli jahitannya agak kasar di bagian tepi.

Perhatikan pula lapisan bahannya, kulit sintetis memiliki tambahan lain yang menempel sedangkan kulit asli tidak.

Aroma kulit

Cara lain untuk membedakan kedua jenis kulit ini yakni dengan cara mencium aromanya.

Kulit sintetis aromanya berbeda, aroma plastik buatan pabrik kental terasa sementara untuk kulit asli, aromanya khas kulit.

Selain aroma, kelebihan kulit asli lainnya adalah tahan lama tidak pecah-pecah.

Sedangkan kulit sintetis akan pecah-pecah setelah setahun atau dua tahun pemakaian.

Harga tak pernah berdusta

Produk kulit sintetis dibuat untuk menekan harga.

Dibuat dalam skala besar dan bahannya beberapa kali lipat lebih murah dibandingkan dengan kulit asli.

Sedangkan kulit asli harganya relatif lebih mahal dibandingkan kulit sintetis.

Cara ekstrem dibakar

Cara terakhir tetapi tidak dianjurkan adalah dengan cara ekstrem, dibakar.

Namun lebih baik jangan coba-coba karena tentu cara ini akan merusak produk.

Bagaimanapun produk kulit akan tetap terbakar kalau dibakar.

Meski demikian ketika produk berbahan kulit sintetis dibakar, akan mudah meleleh dan baunya khas plastik terbakar.

Sementara produk berbahan kulit asli cenderung lebih sulit terbakar.

Bila terbakar, akan mengeluarkan aroma kulit terbakar.

Nah sudah mulai kenal dengan bahan kulit kan? Jadi mau pilih produk kulit seperti apa, jangan salah beli ya, semoga bermanfaat. (Milesia.id/Rimawan Prasetiyo)

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close