MilebisnisUncategorized

Laporan dari Korea (1)

Nonghyup dan Raksasa Asia yang Dulunya Melarat

Milesia.id/PRIO PENANGSANG

Langit kawasan Cheorwon yang mendung pada sore, 2 Juli lalu, sedikitpun tak mengurangi gairah kerja Seok Kwan Kim. Laki-laki 32 tahun itu mengudarkan senyum dari wajahnya yang membulat. “Selamat datang..!,” ujarnya sembari menjabat erat tangan Milesia yang menemuinya sesuai janji sepekan sebelumnya. “Congratulations! Korea has won!,” Milesia membalas yang segera saja diikuti tawa lebar Seok.

Seok  Kwan Kim/Milesia.id/PRIO PENANGSANG

Ya, kemenangan kesebelasan Korea Selatan atas Jerman dua gol tanpa balas sepekan sebelumnya, jadi salah satu kembang obrolan di banyak tempat. Hari itu, Seok memandu Milesia untuk mengamati salah satu area lokasi proses pengolahan produk pertanian milik komunitas petani setempat (Nonghyup), yang tersebar di kawasan segitiga Yeongcheon, Cheorwon, dan Gapyeong.

Di Korea, eksis lebih dari 1.100 Nonghyup yang menjadi tulang punggung agribisnis negeri ginseng itu. Seribuan Nonghyup itu bergabung dalam organisasi sekunder, National Agribusiness Cooperatives Federation (NACF). Alih-alih bermain individualistik, para petani Korea memilih jalan kolektif, mirip permainan kesebelasan sepakbolanya yang sukses memulangkandangkan panser Jerman. Sasaran Milesia dalah sebuah gudang dengan luas mendekati lapanga sepak bola, tempat aneka produk pertanian dikemas untuk dipasarkan seantero Korea dan untuk tujuan ekspor.

Area gudang Nonghyup/Milesia.id/PRIO PENANGSANG

Terlihat ratusan keranjang tomat besar dan paprika menjalani tahapan seleksi sesuai ukuran buah di mesin grading. Lanjut dipacking dalam kemasan kardus yang sudah disiapkan. Merah ranum tomat dan kuning cerah paprika begitu menggiurkan dipandang mata. “Ini tahap ketiga dalam proses produksi agribisnis Nong Hyup. Pertama adalah proses penanaman di lahan (on farm), kedua pemanenan, dan ini adalah grading (seleksi) dan packing (pengemasan),” papar Seok Hwan Kim, supervisor area gudang.  Kawasan itu hanyalah satu dari ratusan unit serupa yang tersebar di seantero Korea.

Nonghyup (NACF) menghelat empat divisi bisnis utama: pemasaran dan pasokan pertanian, pemasaran dan suplai ternak, perbankan dan asuransi, dan layanan penyuluhan.  Pasca restrukturisasi pada tahun 2012, NACF melayani anggota dan pelanggannya melalui 27 anak perusahaan dan dua organisasi afiliasi. Memiliki 2,44 juta anggota individu dan    1.165 anggota primer. Merupakan representasi 80% dari seluruh petani Korea.

Grading tomat/Milesia.id/PRIO PENANGSANg

Melejit Setelah Melarat

Merdeka dua hari lebih dahulu dari Indonesia, ekonomi Korea Selatan melejit duapuluh langkah meninggalkan Indonesia. Menjadi salah satu raksasa ekonomi yang sangat  diperhitungkan di Asia dan dunia. Padahal, pada dekade tahun 1960 an, sebagian besar kawasan Korea masih mengalami kelaparan. Pendapatan perkapitanya tak genap 90 dolar! Kalah jauh dari Indonesia, bahkan Kamboja dan Filipina. Itu belum termasuk derita akibat sisa-sisa perang  saudara, yang bahkan masih menyisakan trauma.  Di balik sukses raksasa ekonomi Asia dengan pendapatan perkapita mendekati 30 ribu dollar AS (2017), ada peran komunitas petani desa yang menjadikan Korea berdikari secara ekonomi dan budaya.

Area lahan pertanian/Milesia.id/P{RIO PENANGSANg

Saemaul Geumgo,  misalnya, komunitas peletak dasar tradisi  kolektif pemberdayaan desa.  Menginisiasi ketahanan pangan dan memfaslitasi kebutuhan keuangan, pendidikan dan kesehatan kolektif.  Menjadikan industrialisasi  berpijak dari akar pedesaan yang komunal alih-alih individualistik. Tercatat lebih dari  1.300 unit Saemaul Geumgo dengan hampir 20 juta anggota dengan asset  US$ 1,5 miliar. Sementara  Nonghyup (koperasi tani), menjadi penopang kebutuhan pangan, pasar rakyat, hingga perbankan. Menjadi dasar pembangunan multi segi, termasuk sepakbolanya, yang beberapa pekan lalu menghajar kesebelasan Jerman,  raksasa Eropa empat kali juara dunia. Dari sinilah sukses ekonomi Korea bermula. (Bersambung)

(Milesia.id/PRIO PENANGSANG)

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close