Milesfood
Trending

Lezatnya Soto Kudus Daging Kerbau Bu Djatmi ‘ 10 Dandang Kuah Ludes saat Liburan’

MILESIA.ID – “Soto disini enak dan lezatnya terjaga sepanjang masa, makanya kami sekeluarga langganan di sini.”

Itulah pengakuan Sugiarti Listyowati (42) warga Gebog Kudus saat ditemui Milesia.id Senin (9/7/2018) lalu di ‘Warung Sederhana Bu Djatmi’ sesuai tulisan yang terpampang di depan warung.

Ibu dua anak ini bersama keluarganya memang sengaja datang untuk sarapan, ia merupakan pelanggan tetap.

Meski harus sabar karena antrean panjang ia tetap tetap antusias menunggu soto daging ayam dan daging kerbau pesanannya terhidang di atas meja.

MILESIA.ID/ANNY WIDI ASTUTI – Ini spanduk depan warung yang menandai sebagai warung Bu Djatmi, jangan sampai keliru warung kalau ingin mencicipi kulinernya.

Ya Soto Kudus Bu Djatmi memang sudah terkenal kelezatannya dan memiliki banyak pelanggan tetap atau pelanggan baru dari luar kota yang penasaran dengan kelezatan kuliner ini.

Pembeli berjubel setiap hari apalagi saat hari libur.

Apa yang disampaikan Sugiarti memang bukan omong kosong karena saat Milesia.id berada di lokasi, nikmatnya kuliner Soto Kudus daging Kerbau Bu Djatmi sudah terbayang.

MILESIA.ID/ANNY WIDI ASTUTI – Soto daging kerbau yang nikmat sajian warung Bu Djatmi.

Apalagi saat cairan bening mendidih dicurahkan di mangkuk, kenikmatan kuliner ini seolah langsung terasa padahal belum sempat menyeruput kuahnya.

Hmmmmm rasanya lidah ini tak sabar untuk segera mencicipi soto melegenda dan terkenal lezat di kota berjuluk kota kretek ini.

Musik di perut makin terdengar kencang, kalau orang bilang keroncongan tapi apapun sebutannya, perut ini seolah berontak tak sabar terisi dengan empuknya daging bertekstur besar ini.

MILESIA.ID/ANNY WIDI ASTUTI – Aneka lauk yang menggugah selera pelengkap kuliner Soto Kudus Bu Djatmi.

Tekstur daging kerbau memang lebih besar di banding daging sapi dan setelah dicampur dengan bumbu-bumbu pilihan lalu direbus dalam air mendidih ratusan derajat celsius, kuahnya akan jadi primadona bagi lidah-lidah ‘lapar’ pemuja rasa.

Soto Bu Djatmi terletak di Jl Wahid Hasyim nomor 43 Kudus.

Lokasinya tak jauh dari pusat Kota Kudus, sekitar 3 kilometer ke.arah barat Kota Kudus.

Warung buka mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB.

MILESIA.ID/ANNY WIDI ASTUTI – Pengunjung warung soto Bu Djatmi.

Soto yang sudah eksis sejak 1982 setiap harinya laris dikunjungi pelanggannya apalagi saat hari libur dipastikan penuh dikunjungi pembeli demikian pun saat Milesia.id mampir untuk mencicipi soto ini.

Tampak pikulan khas terbuat dari kayu yang kanan kirinya terdapat dandang berisi kuah soto serta berbagai bahan untuk menyajikan kuliner ini.

Orang yang melihat sekilas langsung tahu lantaran tampilan depan warung Bu Djatmi mencirikan sajian kuliner Soto Kudus.

MILESIA.ID/ANNY WIDI ASTUTI – Koki masak andal yang bikin soto daging kerbau warung Bu Djatmi laris dengan pembeli.

Soto Kudus memiliki beberapa ciri sebagai pembeda dengan soto lain.

Selain disajikan dalam mangkok ukuran kecil, isi Soto Kudus juga beda.

Hanya berisi kecambah, daging, dan taburan bawang putih goreng Itu saja, cukup simpel tapi mampu menghadirkan cita rasa nan-lezat dan nendang di lidah.

MILESIA.ID/ANNY WIDI ASTUTI – Warung Soto Kudus Bu Djatmi selalu penuh dengan pengunjung.

Nah ketika masuk di warung Bu Djatmi, bukan hanya aroma kuah soto yang menggoda,  tapi giliran mata dimanjakan dengan berbagai lauk pauk yang menggugah selera.

Ada aneka gorengan, perkedel, sate jeroan, juga ayam kampung goreng, selain krupuk tentunya.

Sebagai pelengkap kelezatan, tidak lupa kecap produk lokal dan tentunya sambal sesuai selera bagi yang suka pedas.

MILESIA.ID/ANNY WIDI ASTUTI – Suasana di warung makan Bu Djatmi.

Semua tersaji rapi di atas meja.

Selain soto daging kerbau atau lazim disebut ‘kebo’ sebagai andalannya, Bu Djatmi juga menyediakan soto ayam. Jadi pelanggan bebas memilih sesuai selera.

“10 dandang kuah bisa ludes saat liburan,” demikian kata pemilik warung soto Bu Djatmi tersipu saat ditanya Milesia.id

Hanya dengan Rp 14 ribu per porsi soto warung Bu Djatmi lebih dari kata sepadan lantaran kelezatan soto ini.

MILESIA.ID/ANNY WIDI ASTUTI – Sugiarti Listyowati bersama putrinya saat menunggu sajian Soto Kudus Bu Djatmi, ia adalah pelanggan tetap warung yang terkenal enak ini.

Kuah beningnya, kriuk bawang goreng terasa kres di lidah menambah sensasi kenikmatan dalam menyantap kuliner ini.

Si bintang utama daging kerbau ini empuk saat dikunyah, gurih dagingnya juga terasa ‘sempurna’ di lidah.

Tampaknya Warung Bu Djatmi memilih daging yang berkualitas sehingga cita rasanya selalu terjaga sampai kuliner ini tersaji di atas meja.

KENAPA DAGING KERBAU

Ada kisah di balik penggunaan daging kerbau untuk kuliner soto di Kudus.

Berbeda dengan kota-kota lainnya hewan ternak satu ini begitu familiar dijadikan menu masakan terutama kuliner soto.

Bukan tanpa alasan kenapa daging kerbau menjadi pilihan di daerah ini.

MILESIA.ID/ANNY WIDI ASTUTI – Nikmatnya kuliner di warung soto Bu Djatmi yang tak pernah sepi pembeli.

Menengok catatan sejarah, agama Hindu lebih dulu masuk ke wilayah Kudus dan sapi menjadi hewan yang sakral, sehingga tidak lazim untuk dikonsumsi masyarakat.

Demi menghargai kepercayaan agama Hindu ini, maka masyarakat lebih banyak mengonsumsi daging kerbau.

Unik bukan ternyata ada kisah di balik Soto Kudus daging kerbau yang melegenda.

Ah ternyata sudah seruputan kuah terakhir di mangkuk, rasanya tidak ikhlas kalau masih bersisa.

Satu mangkuk pun serasa kurang pengin nambah dan nambah lagi, seruputtt. (Milesia.id/Penulis: Anny Dwi Astuti/Editor: Rimawan Prasetiyo)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close