Mileslitera
Trending

Membincangkan ‘Para Penjahat dan Kesunyiannya’ di TBY Jogja

Parta Gamin hanyalah orang biasa yang tak pernah tahu masa depan; bahwa kelak, nama anaknya bahkan dihafal oleh sebelas anjing lapar, sebelum akhirnya diberi gelar kehormatan “Penjahat Nasional” pada Hari Anti Jahat Nasional. (Para Penjahat dan Kesunyiannya Masing-Masing – Eko Triono)

MILESIA.ID, YOGYAKARTA – Nukilan diatas adalah gambaran sekilas novel karya Eko Triono yang akan dibedah dalam acara Bincang-Bincang Sastra edisi 153.

Acara bertajuk “Peluncuran Novel Para Penjahat dan Kesunyiannya Masing-masing karya Eko Triono” ini akan digelar pada hari Sabtu, 30 juni 2018 pukul 20.00 WIB di Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta.

Acara ini adalah agenda rutin Studio Pertunjukan Sastra (SPS) Yogyakarta bekerja sama dengan Gramedia Pustaka Utama dan Taman Budaya Yogyakarta serta didukung oleh Milesia.Id.

Direncanakan hadir dalam acara ini, Achmad Munjid, Ph.D. dan Eko Triono serta dipandu oleh Rony K. Pratama.

Dalam acara ini juga akan tampil Komunitas Ngopi Nyastro yang bakal menyajikan nukilan novel karya sastrawan alumnus Universitas Negeri Yogyakarta itu.

Satrawan muda yang diperhitungkan

Novel Para Penjahat dan Kesunyiannya Masing-masing merupakan novel pertama karya Eko Triono.

IST – Eko Triono terhitung sebagai salah satu sastrawan muda yang cukup diperhitungkan karya-karyanya.

Novel yang pada awalnya merupakan tugas akhir kelas Akademi Penulisan Novel yang diadakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) tahun 2014 ini adalah Pemenang III Unnes International Novel Writing Contest 2017.

Novel ini menjadi buku keempat Eko Triono setelah sebelumnya menerbitkan kumpulan cerpen Kakek dan Cerita-cerita Lainnya (2013), Agama Apa yang Pantas bagi Pohon-pohon (2016), dan Kamu Sedang Membaca Tulisan Ini (2017).

“Eko Triono terhitung sebagai salah satu sastrawan muda yang cukup diperhitungkan karya-karyanya,” tutur Riska Kahiyang selaku koordinator acara.

Kumpulan cerpennya, Agama Apa yang Pantas bagi Pohon-pohon, berhasil menjadi lima besar Kusala Sastra Khatulistiwa 2016 dan Peraih Penghargaan Sastra Balai Bahasa Yogyakarta 2017.

Pada tahun 2017 mempelopori terbitnya cerita eksperimen: Kamu Sedang Membaca Tulisan Ini.

Riska menambahkan; “Kali ini Studio Pertunjukan Sastra berkesempatan menghadirkan Achmad Munjid, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada yang menyandang gelar Ph.D. dari Temple University, Amerika Serikat.”

Achmad Munjid yang juga seorang sastrawan, dikenal memiliki wawasan luas bidang kajian agama-agama dalam kehidupan masyarakat.

Tidak salah jika kemudian Achmad Munjid mengulas novel karya Eko Triono yang di dalamnya banyak memaparkan fenomena keberagaman keberagamaan di masyarakat Indonesia.

Penjahat dan Hari Anti Jahat Nasional

Melalui novelnya, Eko Triono banyak membahas masalah ganjil dan gila yang pernah terjadi di Indonesia.

IST – Novel ini juga mencoba menjawab sejumlah pertanyaan rahasia di negeri ini dan gagasan-gagasannya yang unik, seperti perlunya gelar Penjahat Nasional dan peringatan Hari Anti Jahat Nasional.

Dalam salah satu bagian, ia menyampaikan esensi religiositas yang kini tengah marak diperbincangkan, bagaimana esensi religiositas itu dimaknai dalam hubungannya dengan identitas.

Sastrawan yang Juli mendatang terbang ke Belanda untuk mengikuti program Residensi Penulis Indonesia itu menyatakan: ‘Orang akan menjawab dua ketika ditanya satu ditambah satu hasilnya berapa. Tidak peduli apa suku dan agamanya, jawabannya sama. Inilah yang disebut dengan hakikat religiositas.

“Novel ini juga mencoba menjawab sejumlah pertanyaan rahasia di negeri ini dan gagasan-gagasannya yang unik, seperti perlunya gelar Penjahat Nasional dan peringatan Hari Anti Jahat Nasional sebagai bentuk keadilan terhadap adanya gelar Pahlawan Nasional dan Hari Pahlawan,” terang Riska.

Dus seperti biasanya, acara ini free alias terbuka dan gratis untuk umum. (Milesia.Id/Kelik Novidwyanto)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close