MilebisnisMilesfood
Trending

Jamu Itu Manis dan Hal Sepele Ini Bikin Jamu Buatan KWT Subur Lestari Laris Manis

MILESIA.IDTak selamanya sehat perlu upaya keras satu di antaranya minum jamu yang rasanya super pahit, karena kenyataannya di tangan para srikandi tangguh ini, ‘JAMU ITU MANIS’.

ISTIMEWA – Produk jamu buatan KWT Subur Lestari yang telah dikemas dan siap dikonsumsi.

APA kabar sobat melesia? Semua sehat kan? Semoga kita sehat jiwa raga serta tak ketinggalan pula sehat dompetnya.

Namun, seberapapun tingkat kesehatan dan ketebalan dompet dan kantong kita menyambut momen lebaran yang tinggal sebentar lagi yang paling penting adalah kita sehat lahir dan batin karena kesehatan modal utama untuk segala hal.

Pada edisi yang lalu kita sudah pernah membahas tentang berbagai macam tanaman obat dan khasiatnya.

Nah pada kesempatan kali ini millesia akan mengungkap tentang kiprah sekelompok ibu yang memproduksi macam macam minuman herbal tradisional yang sangat bermanfaat bagi
kesehatan kita.

Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur Lestari, itulah nama wadah para srikandi itu berhimpun.

Jamu produksi KWT Subur Lestari laris manis di pasaran, satu rahasianya adalah rasanya yang manis, berbahan alami dan murah.

ISTIMEWA – Dibuat dari bahan-bahan alami dan tidak berpengawet jadikan jamu bikinan KWT Subur Lestari laris manis di pasaran.

Namun ada rahasia lainnya, beberapa hal sepele yang bikin jamua produksi KWT Subur Lestari banyak diburu pembeli. Simak liputannya.

Kelompok Wanita Tani Subur Lestari / KWT Subur Lestari adalah bagian dari sub kelompok dari Kelompok Tani Hamparan Sri Gunung yang beralamat di Desa Gununggajah Kecamatan Bayat Klaten Jawa Tengah.

Sesuai dengan nama sub kelompoknya, sub kelompok tani ini merupakan wadah dari para perempuan/ wanita dalam berkegiatan di bidang pertanian secara umum.

Pada awal mula berdirinya pada tahun 2007 KWT subur lestari belum mengadakan kegiatan yang khusus, kegiatan mereka masih menyatu dengan kelompok hamparan yaitu Kelompok Tani Hamparan Sri Gunung.

Kegiatan pertemuan rutin serta kegiatan budidaya pertanian secara umum mereka lakukan secara bersama sama.

Pada tahun 2010 KWT Subur Lestari mendapat program kegiatan dari Dinas Pertanian dan Kantor Ketahanan Pangan bidang program mulai mengadakan kegiatan khusus yang lain di luar kegiatan budidaya tanaman di lahan.

Mereka melakukan kegiatan pemanfaatan pekarangan, juga intensif menggarap proses pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah dari hasil budidaya dan pekarangan mereka.

Hukum ekonomi berlaku di manapun, ketika suplai produk banyak tersedia dan permintaan pasar rendah maka biasanya akan diikuti harga yang rendah.

ISTIMEWA – Tanaman obat yang diracik juga berasal dari kebun para anggota KWT Subur Lestari.

Begitu juga yang terjadi di Gununggajah waktu itu, produk pertanian yang melimpah menyebabkan harganya murah jika hanya dijual dalam bentuk mentah.

Mulailah mereka mencari informasi tentang teknik pengolahan dari komoditi yang dihasilkan petani disana.

Pada perkembangannya dari kegiatan ini muncul produk produk olahan hasil pertanian seperti keripik singkong, keripik pisang, olahan kacang tanah, tepung mocaf sederhana dengan pemanfaatan mikroba probiotik, emping maupun pati garut serta yang paling popular belakangan adalah produk minuman herbal/ jamu instan.

Produk olahan ini harga jualnya berlipat lipat dari harga bahan jika dijual mentah.

“Harga mentah dari umbi jamu / empon empon ini dulu hanya seribu duaribu perkilo, tapi dengan pengolahan sederhana dan beberapa tambahan bahan harganya bisa menjadi puluhan ribu, bahkan jika dengan packing yang eklusif bisa 70-80 ribuan”, terang Sarbini Ketua KWT Subur Lestari.

Petani sangat terbantu dengan kegiatan ini karena tidak jarang mereka enggan memanen umbi umbi yang ada di pekarangan mereka maupun di lahan hutan yang mereka garap saking murahnya harga.

Hampir semua warga di sini menaman empon empon dibawah tanaman tegakan, tambah ibu berkerudung ini.

Karena kiprahnya ini, pada tahun 2012 KWT Subur Lestari pernah mendapatkan penghargaan dan pendampingan dari DBS Indonesia / Development Bank of Singapore atau bank pembangunan Singapura cabang Indonesia sebagai salah satu Wirausaha Sosial dari sepuluh usaha terpilih dari seluruh Indonesia versi DBS.

Usaha dari KWT Subur Lestari dianggap sangat membantu petani sekitar , selain itu semua proses pengolahan dikerjakan secara kolektif oleh kelompok dengan semangat kebersamaan.

Hasil atau laba dari sisa pembelian bahan mentah kepada petani dan proses produksi juga dibagi kepada seluruh anggota secara proporsional dan adil sesuai dengan keterlibatan anggota dalam kegiatan.

ISTIMEWA – Para anggota KWT Subur Lestari bahu membahu memproses jamu tradisional hingga siap dikonsumsi.

Kegiatan kelompok dinilai memberi kemanfaatan sosial yang tinggi bukan semata usaha mencari uang sebanyak banyaknya, kisah Sri Hidayati sang sekretaris kelompok ketika ngobrol dengan Milesia.

Pada awalnya hanya produk empon empon yang ditanam petani setempat yang kami olah, ada jahe, temu lawak, temu ireng, kunir, temu manga, puyang, kencur, dan kunir putih, tapi selanjutnya berkembang.

Sepulang dari mengikuti pelatihan tanaman obat dan magang pada industri herbal yang difasilitasi Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2013 KWT Subur Lestari juga membuat minuman herbal instan kulit manggis, daun sirsak, pace / mengkudu serta kelor dan teh kelor.

“Total produk kini ada 15 jenis minuman herbal,” tambah Sarbini.

CARA MEMBUAT JAMU INSTAN

Proses pembuatan jamu instan ini sebenarnya sederhana, hanya butuh kecermatan dan ketelatenan.

Bahan empon empon dicuci bersih dan dihaluskan, bisa dengan parut biasa atau mesin. setelah itu diperas diambil sarinya dan dicampurkan bahan lain serta gula batu dan dipanaskan sampai menjadi Kristal / kering.

Untuk komposisi masing masing empon empon berbeda beda karena karakteriktik dan kekuatan rasanya juga berbeda.

ISTIMEWA – Saat proses pembuatan jamu di KWT Subur Lestari.

Kelompok juga siap melayani pesanan khusus dari konsumen, misalkan instan murni ataupun komposisi gula yang lebih rendah atau lainnya sesuai selera konsumen.

Yang jelas sekarang minum jamu lebih mudah dan enak, anak anak pun juga mau, jamu tidak harus pahit rasanya agar anak anak mau minum jamu tidak hanya minum softdrink pabrikan yang belum tentu khasiatnya.

Minuman herbal kami alami , tanpa pengawet serta bahan kimia berbahaya,” beber pengurus KWT Subur Lestari lainnya, Sriharti.

PELUANG BELAJAR DAN BERMITRA

Nah beberapa hal sepele yang bikin produk KWT Subur Lestari laris manis di pasaran yakni, kelompok ini ikhlas untuk berbagi ilmu.

Biasanya kalau sudah memiliki nama dengan produk yang diakui di pasaran jarang ada yang bersedia membagikan ilmunya, tapi kelompok tani wanita ini berbeda.

ISTIMEWA – Tak terhitung personal atau lembaga yang belajar bikin jamu di KWT Subur Lestari.

KWT Subur Lestari bersedia beber lengkap semua cara dan rahasia pembuatan jamu, bahkan menjalin kemitraan.

Mitra bisa memasarkan produk dengan label kelompok bisa juga pesan produk curah tanpa merk/ label yang nantinya bisa diberi merek sendiri.

Tak terhitung sudah berapa banyak pihak yang datang untuk belajar bersama baik dari perorangan maupun dari instansi.

Dari sesama kelompok tani maupun dari dinas terkait.

ISTIMEWA – Prestasi KWT Subur Lestari.

Dari lembaga pendidikan atau aktivis yayasan atau bahkan dari luar negeripun pernah tukar pengalaman menginap di KWT Subur Lestari.

Berbagai prestasi dan penghargaan telah diterima kelompok ini, diantaranya dari Kantor Ketahanan Pangan, juara satu lomba PKK tingkat Kabupaten Klaten serta juara dua tingkat provinsi.

Selain itu kelompok dalam beberapa tahun terakhir ini menjadi langganan mewakili Kabupaten Klaten dalam acara rutin festival jamu dan kuliner yang diadakan Pemprov Jawa Tengah.

ISTIMEWA – Kemasan produk macam-macam ada juga yang model curah belum berlabel seperti ini.

Pada tahun 2015 ketika ada moment langka Festival Jamu Internasional di Semarang KWT Subur Lestari juga beruntung terpilih untuk menjadi salah satu pesertanya.

Ada ungkapan kalau hidup sejati itu yang menghidupkan orang lain atau kata lainnya memberi jalan rezeki bagi orang lain.

KWT Subur Lestari telah memberikan contoh, kelompok ini bersedia berbagi ilmu bahkan mempermudah untuk jalin kemitraan dan hasilnya tak hanya rezeki secara materi, tak hanya berbagai penghargaan atau prestasi tapi tak dipungkiri berkah kebaikan yang tak bisa dikalkulasi. (Milesia.id/Penulis: Budi Sulistyo/ Editor: Rimawan Prasetiyo)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close