MilesfoodMilesianaMilestravel
Trending

Ternyata Ini Jawabannya Kenapa Kicak Banyak Dicari untuk Cemilan Berbuka Puasa

MILESIA.ID –  Apa yang dilakukan banyak orang saat ngabuburit yang kini maknanya identik menunggu waktu berbuka puasa?

Tentu saja jalan-jalan, nongkrong, bertemu teman lama, foto-foto atau melakukan beberapa aktivitas lainnya.

Namun satu hal yang tak bisa dilewatkan adalah menyiapkan cemilan atau makanan untuk berbuka puasa.

Nah banyak yang berpikir untuk mencoba makanan baru yang jarang-jarang dikonsumsi atau mungkin makanan yang ‘langka’.

Kalau Anda ingin memperoleh sensasi baru cemilan atau makanan yang berbeda, kenapa tidak mencoba ke Kampung Kauman Kota Yogyakarta.

Siang itu, Selasa (29/5/2018) lalu bertepatan 13 Ramadhan, Milesia.id berkesempatan sambangi pasar sore tersebut.

Waktu menunjukkan angka 13.45 WIB.

MILESIA.ID/ANNY DWI ASTUTI – Ini gang masuk di stand kuliner Ramadhan untuk berbuka puasa.

Meskipun saat itu cuaca panas tapi terik matahari terhalang oleh atap seng yang sudah dipasang di atas gang.

Jalanan tampak lengang, beberapa penjual sudah siap dengan dagangannya, sebagian lagi pegadang nampak menyiapkan barang-barang dagangannya.

Tampak pula beberapa pengunjung yang membeli makanan untuk berbuka.

Berdasarkan pantauan saat itu kondisi gang masih sepi, tapi pemandangan ini bertolak belakang jika sudah masuk waktu Ashar tiba.

Gang sempit itu akan berubah menjadi pasar yang ramai, padat dipenuhi pembeli yang berjubal dan saling senggol.

Inilah kekhasan Pasar Sore Ramadhan di Kauman.

Di sini Anda akan mendapatkan cemilan buka puasa yang hanya dijual saat masa puasa, makanan tersebut namanya kicak.

MILESIA.ID/ANNY DWI ASTUTI – Aneka kuliner untuk berbuka puasa yang dijual di Kampung Sore Ramadhan Kauman.

Mungkin yang baru dengar pasti mengernyitkan dahi, memang unik bukan namanya, tapi jangan salah kicak adalah cemilan yang paling diburu.

Kicak disebut-sebut sebagai cemilan legendaris dan paling banyak diburu karena hanya bisa ditemukan saat bulan puasa ditambah lagi rasanya yang lezat.

Rasanya perpaduan gurih, manis legit sekaligus  harumnya aroma khas buah nangka, karena ada irisan nangka matang di makanan ini, tentu akan membuat Anda enggan untuk berhenti mengunyah.

Kicak berbahan dasar beras ketan yang dibuat seperti jadah (makanan tradisional khas Jawa Tengah, DIY dan sekitarnya), ditabur parutan kelapa muda dicampur gula dan nangka.

MILESIA.ID/ANNY DWI ASTUTI – Suasana sore di Kamoung Ramadhan Kauman.

Anda tentu bisa membayangkan bukan bagaimana kelezatan makanan ini?

Namun lebih baik jangan hanya membayangkan, melainkan datang langsung ke lokasi dan membelinya dengan harga yang terjangkau.

Harga per bungkus cukup dibanderol Rp 3.000,- hingga Rp 3.500,- dalam satu bungkus ada  2 potong kicak.

Berminat sambangi lokasinya, silakan mengarah ke pusat Kota Yogyakarta pada titik nol kilometer, lalu berjalan kaki sekitar 300 meteran ke arah Barat.

MILESIA.ID/ANNY DWI ASTUTI – Penjual di stand Kampung Ramadhan Kauman.

Nah di situ ada gang sempit sebelah kiri atau Selatan jalan  dengan bertuliskan di atas gapura ‘Pasar Sore Ramadhan Kauman Jogja’.

Sebelum masuk gang ke arah Selatan jangan lupa ada spot untuk selfie, cocok untuk beri tahu teman lokasi untuk berburu makanan berbuka puasa.

Masuk dalam gang kita akan disambut dengan umbul-umbul meriah warna warni kemudian tampak meja-meja kecil berderet- deret ada sekitar 50-an stand jajanan di gang ini.

MILESIA.ID/ANNY DWI ASTUTI – Penjual di Kampung Sore Ramadhan Kauman Yigyakarta.

Jangan kaget,  deretan meja-meja ini siap memanjakan mata kita dengan menu-menu kuliner nanlezat dan menggoda dari menu jajanan, minuman, juga aneka lauk pauk.

Uniknya lagi, Pasar Sore Kampung Kauman ini hanya dapat kita jumpai di bulan Ramadhan dan sudah ada sejak tahun 1993.

Pasar sore ini dikelola rt/rw setempat, warga sekitar dapat menjajakan dagangannya dengan cukup membayar uang untuk kas sebesar 160 ribu selama sebulan.  Murah bukan?

PENJAJA KICAK TERSOHOR

Seorang penjaja kicak fenomenal dan cukup terkenal adalah warung Mbah Wono, ia dikenal lantaran sudah lama berjuaan.

Pelanggannya berjubel antre panjang hanya untuk membeli sayur.

Di sini, membeli sayur dilayani mulai harga Rp 3.000,-.

MIESIA.ID/ANNY DWI ASTUTI – Kicak Mbah Wono yang paling banyak diburu.

Warung sederhana berdinding bambu yang terletak di tengah-tengah gang, sehari-harinya menjajakan aneka macam sayuran mulai brongkos koyor, sop, lodeh, asem-asem, bistik daging, dilengkapi aneka lauk pauk serta jajanan.

Sekarang sudah dilanjutkan generasi penerus semenjak Mbah Wono meninggal dunia.

Di bulan Ramadhan warung ini menjajakan makanan khas yakni kicak.

Dibungkus daun pisang penyajian kicak warung mbah wono menambah cita rasa dan aroma khas nan harum, berbeda dengan sajian dari penjual kicak lainnya yang cukup dibungkus dengan mika plastik.

Hanya dengan Rp 3.500,-  per bungkus makanan enak ini bisa dibawa pulang.

Yanti warga sekitar saat ditemui Milesia.id mengaku kalau sehari-hari beli sayur disini karena selain murah rasanya enak lezat.

MILESIA.ID/ANNY DWI ASTUTI – Penjual saat menyiapkan dagangannya.

Terlihat Yanti sabar antri menunggu  giliran untuk dilayani.

Selain warung Mbah Wono, ada juga penjual kicak di lapak Bu Yuni, ia menjual Rp 3.000 rupiah per bungkus.

Rasanya tak kalah lezat dengan kicak buatan warung Mbah Wono bahkan kicak buatan Bu Yuni lebih banyak taburan kelapa muda dan nangkanya.

Bu Yuni menjajakan makanannya di meja no 28 sebelah utara warung Mbah Wono.

Ada lagi menu khas Ramadhan disini, yaitu ‘kacang bumbon’ kita dapat temui makanan khas ini di stand Bu Yuni.

MILESIA,ID/ANNY DWI ASTUTI – Kicak bikinan Bu Yuni

Saat ditanya terkait makanan khas ini , Bu Yuni menjelaskan gamblang.

“Bahan bakunya yaitu kacang tanah digoreng kemudian dibumbui gula jawa, garam dan bumbu lainnya membuat tekstur luar lengket menggumpal, namun begitu digigit kres kacang gorengnya gurih berpadu dengan manisnya gula, sedikit pedes membuat makanan ini cocok juga sebagai lauk atau sekedar untuk cemilan ringan,” jelasnya.

Selain kicak dan kacang bumbon, di stand Bu Yuni juga dapat dijumpai beberapa menu lainnya seperti oseng cumi, udang, brongkos  telur tahu, dan lainnya.

MILESIA.ID/ANNY DWI ASTUTI – Kacang Bumbon kuliner Ramadhan yang juga ditemui di Kampung Sore Kauman Yogyakarta.

Pasar sore berangjak ramai dikunjungi pembeli.

Menjelang Adzan Ashar berkumandang., waktunya kami untuk mlipir minggir dan keluar dari gang sempit ini sebelum berjubel orang.

MILESIA.ID/ANNY DWI ASTUTI – Spot untuk selfie pengunjung.

Tangan kanan dan kiri sudah penuh menenteng kresek  berisi aneka jajan dan lauk pauk untuk berbuka puasa nanti.

Hmmmmm buka puasa kali ini berbeda, tak sabar menunggu bedug berkumandang tanda berbuka, kicak nanlezat sudah menanti. (Milesia.id/ Penulis: Anny Widi Astuti/ Editor: Rimawan Prasetiyo)

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close