DINAMIKAMilestravel
Trending

Yogyakarta 2018: Kota Tertib Ukur dan Program Retribusi Elektronik (E-Retribusi)

MILESIA.ID, YOGYAKARTA – MALAM belum pekat ketika bunyi sirene memadat ditelinga. Diiringi hujan blitz kamera, tirai besar berwarna biru itu perlahan terbuka.

Tepuk tangan pecah sesaat selepas tirai terbuka penuh: sekejap relief 15 meter terpampang di depan mata, sosoknya apik menyuguhkan suasana pasar Beringharjo dan tugu pal putih lengkap dengan simbol Gunungan di sisi kanan serta simbol Segoro Amarto di sebelah kirinya.

Selasa malam (15/05/2018) Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti meresmikan Taman Tertib Ukur Beringharjo yang berlokasi di sebelah Timur pintu masuk Pasar Beringharjo.

Acara peresmian ini merupakan bentuk penghargaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Yogyakarta atas ditetapkannya Kota Yogyakarta sebagai daerah tertib ukur.

Adapun daerah tertib ukur adalah wilayah dengan jaminan kebenaran dalam hal penggunaan alat ukur (timbangan) khususnya dalam transaksi perdagangan sesuai peranannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi secara makro.

Selain meresmikan Taman Tertib Ukur Beringharjo, pada kesempatan yang sama Walikota Yogyakarta juga meresmikan Uji Coba Program E-Retribusi atau Retribusi Elektronik di Pasar Beringharjo.

MILESIA.ID/KELIK NOVIDWYANTO – Relief di area Taman Tertib Ukur Beringharjo yang menggambarkan suasana Pasar Tradisional di Kota Yogyakarta.

Berlokasi di atrium Pasar Beringharjo sebelah Barat, Haryadi Suyuti berkesempatan melakukan uji coba mesin E-Retribusi atau Retribusi Elektronik. Mesin E-Retribusi ini disediakan oleh BPD DIY sebagai bank milik pemerintah DIY.

Menurut Direktur Utama BPD DIY, Bambang Setiawan, mesin ini diharapkan bisa memudahkan proses pembayaran retribusi yang dilakukan oleh pedagang secara periodik.

“Mesin ini membuat proses pembayaran retribusi pedagangan menjadi lebih mudah, cepat, transparan dan akuntabel,” jelas Bambang Setiawan.

Secara teknis, pedagang akan mendapatkan kartu ‘Jogja Smart’ untuk melakukan proses retribusi secara elektronik, kemudian pedagang cukup melakukan proses pembayaran melalui mesin tersebut, tanpa harus datang ke bank.

Begitu proses pembayaran selesai, pedagang akan mendapatkan bukti berupa struk pembayaran.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menyambut baik kehadiran mesin E-Retribusi sebagai pendukung program retribusi elektronik atau transaksi non tunai ini.

Ia berharap inovasi ini akan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan Pasar Beringharjo.

MILESIA.ID/KELIK NOVIDWYANTO – Mesin anjungan e-retribusi dari BPD DIY di sudut Pasar Beringharjo.

Namun sebagai catatan, program retribusi elektronik ini membutuhkan peran aktif pedagang dalam proses pelaksanaannya.

“Para pedagang yang awalnya pasif harus menjadi aktif dengan adanya inovasi ini,” ujar Haryadi dalam sambutannya.

Artinya, pedagang yang dahulu membayar retribusi secara tunai dan menunggu dikunjungi petugas, ke depan mereka harus lebih aktif mengunjungi anjungan yang telah disediakan.(Milesia.Id/Kelik Novidwyanto)

Tags

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close