Milesfoto

Ziarah Ikan-Ikan di Saradan

Milesia.id/RATIH PUSPITA

Sisik ikan-ikan itu berkilau dicecar terik matahari. Mei hingga Juli, bisa jadi adalah tenggat akhir ketika penjaja ikan musiman berjajar pada seruas Jalan Raya Surabaya-Solo, di tepian hutan Saradan, Kecamatan Saradan, Madiun, Jawa Timur.

Milesia.id/RATIH PUSPITA

Selepas bulan-bulan itu, debit waduk Bening, tempat ikan-ikan air tawar segar itu dituai, akan surut. Di Saradan, ikan-ikan tak berkarib dengan kemarau. Perahu-perahu kecil akan ditambat. Sobek anyaman jaring kembali direnda, lalu dilipat.

Milesia.id/RATIH PUSPITA

Sejumlah pelintas mengira, ikan-ikan itu merupakan endemik rawa-rawa di kawasan kecamatan dengan limabelas desa itu. Tidak sepenuhnya benar. Beberapa spesies ikan teridentifikasi sebagai Channa sp, yang memang lazim didapat di ekosistem sungai  dan rawa di sekujur Asia. Spesies ikan dengan komposisi protein dan nutrisi bermutu tinggi. Bagus untuk mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi rasa sakit pasca operasi.

Milesia.id/RATIH PUSPITA

Pelaju yang melintas, terlebih para penggemar ikan, bisa merapat dan memilih ikan-ikan segar yang dirawat oleh alam. Para penjaring atau pemancing, akan menjual ikan-ikan tangkapan mereka kepada para pedagang di kisaran harga Rp 15 ribu hingga Rp 35 ribu per ikat. Para pedagang, itu lantas menggantung ikan-ikan pada sebilah kayu atau dahan pohon. Dijual dengan harga bervariasi. Pada seruas jalan di Saradan, ikan-ikan mendapati kisahnya sendiri. (Milesia.id/Ratih Puspita)

 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close