Milebisnis
Trending

Geliat Bisnis Industri Kreatif

Craftmanship Anak Negeri yang Kian Diakui Dunia

MILESIA.ID/PRIO PENANGSANG – Produk batik tak mau kalah dengan berbagai motif yang ciamik menjadi daya tarik tersendiri.

 

Anton Rifai merapikan helai-helai daun baby caisim yang hijau segar pada instalasi aqua culture rancangannya. Rangkaian berbahan baku utama pipa paralon itu memiliki luas tak lebih dari 2m x 1,5m. Selain baby caisim, Anton ‘berkebun’ sawi putih, bayam ungu dan kangkung di ‘sawah paralon’ itu. Aqua culture merupakan teknik menanam aneka komoditas sayur dan buah tanpa menggunakan medium tanah.

“Kita harus kreatif ketika lahan pertanian kita kian habis akibat alih fungsi, ini menjadikan kita mandiri,” papar Anton, Jebolan Agribisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) kepada Milesia.id. “Untuk memperluas teknologi sederhana tapi kreatif ini, kami terus berinovasi dalam banyak hal. Berhenti berinovasi berarti mati,” imbuh Anton diiringi senyum.

Dihubungi Milesia.id, Profesor Agustitin Setyobudi, ekonom, menilai, Industri kreatif memiliki banyak keunggulan, yang paling signifikan adalah industri kreatif menempatkan kreativitas dan inovasi manusia sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. “Kreatif di sini tidak hanya dalam terminologi jenis industri dan komoditasnya. Membedakannya dengan industri pertambangan atau perbankan, misalnya,” papar Agustitin.

“Kreatifitas di sini  terutama lebih pada proses dan etos produksinya yang sangat mengedepankan kreatifitas dan inovasi sumberdaya manusianya. Eksplorasi industri kreatif terkait pemanfaatan kreativitas, keterampilan, serta bakat yang terdapat di dalam masing-masing individu. Pemanfaatan yang dimaksud adalah untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi serta daya cipta”.

Dalam kesempatan berbeda, jemari tangkas Mas Gringsing (48 tahun) tampak asyik mendemonstrasikan proses produksi karya andalannya di stand pamer yang berukuran tak lebih dari 2 x 3 meter. Di sana, terpajang puluhan miniatur figur manusia hingga alat transportasi berbahan logam, yang dibawa dari bengkel kerjanya di Semarang.

“Butuh waktu cukup lama dan ketelatenan untuk membuat miniatur sejumlah figur dan moda transportasi mini berbahan baku aneka logam bekas ini,” ujar laki-laki berambut dikuncir itu. Kemana saja pasarnya? “Saya rutin menerima pesanan dari AS, Australia, juga Taiwan. Mereka para kolektor,” imbuh Gringsing.

Gringsing hanyalah satu dari jutaan talenta kreatif yang dimiliki negeri ini. Pada 25 – 29 April lalu, misalnya, pameran produk kerajinan internasional Inacraft kembali dihelat di Jakarta Convention Center. Merupakan ajang pamer produk kerajinan terbesar di Asia, menjadi etalase bagi 1.500 perajin yang menggelar produknya di atas  venue seluas 24 ribu m2. Inacraft dinilai mampu merepresentasikan kepingan peta industri kreatif di tanah air.

Tercatat produk perhiasan, dekorasi interior, sutra, lukisan, batik, hingga ukir kayu dan kulit menawarkan inovasi desain terbarunya dalam satu tahun terakhir.

Seperti diketahui, nyaris satu dekade silam pemerintah mencanangkan Tahun Industri Kreatif (2009). Menandai babak baru pengakuan pemerintah terhadap potensi kreatif anak bangsa dari sejumlah sektor industri yang selama ini masih dipandang sebelah mata.

MILESIA.ID/PRIO PENANGSANG – Kalung etnik buatan tangan bikin tangan gatal pengin beli dan berikan pada seseorang yang dikasihi.

Empatbelas jenis industri mendapat dukungan untuk terus dikembangkan. Diantaranya adalah industri kerajinan, fashion, musik, animasi hingga kuliner. Pemerintah juga sudah membentuk dewan ekonomi kreatif (DEK) untuk lebih memacu industri kreatif yang mayoritas pelakunya adalah kalangan berusia muda.

Dalam Inacraft 2018, pemerintah melalui Kementerian KUKM menyertakan 14 usaha kecil dan menengah sebagai peserta pameran yang menawarkan aneka produk ekrajinan. Hingga acara berakhir, keempat belas partisipan membukukan transaksi Rp 497,8 untuk penjualan eceran dan pesanan potensial mencapai Rp 2,58 miliar, baik dari dari buyer domestik maupun mancanegara.

Sejumlah UKM juga memenangi lomba produk dari beragam ketgori berkonsep eco friendly and sustainable. Kompetisi yang rutin digelar menyertai ajang Inacraft setiap tahun itu, meliputi produk karya berbahan kayu, keramik, logam, kain, dll.

MILESIA.ID/PRIO PENANGSANG – Produk istimewa dari bahan bambu juga jadi primadona.

Dalam siaran pers yang juga diikuti Milesia,id, Deputi Produksi dan Pemasaran, Kementerian KUKM I Wayan mengemukakan, pihaknya terus mendorong kalangan UKM Indonesia terus inovatif, mendorong lahirnya inovasi produk baru khususnya di bidang kerajinan. “Produk-produk yang telah kami difasilitasi terbukti sangat mampu berkompetisi di pasar global. Produk bisa dikategorikan sebagai unggulan apabila memiliki desain yang menarik, inovatif, memiliki ciri khas, dan memajukan kearifan lokal potensi budaya di Indonesia, serta berorientasi pasar internasional,” papar Wayan.

MILESIA.ID/PRIO PENANGSANG – Detil halus ukiran tangan terampil ciptakan buah karya yang dekati kata, sempurna.

“Kreatif itu juga kami maknai sebagai kemandirian. Ide-ide dan kreatifitas bisa dimunculkan dari mana saja, termasuk masukan dari para konsumen,” papar Walijoko, pemilik sanggar keramik Loro Blonyo dari Yogyakarta. Produk Walijoko, sudah dikenal lama di kalangan penggemarnya di berbagai negara. Produknya khas dengan patung keramik sepasang pengantin, suami istri, atau kekasih.  Seringkali diproduksi dalam gesture tubuh dan mimik wajah jenaka. Menyimbolkan kesetiaan dan kerukunan.

Loro Blonyo adalah satu dari ribuan produk kerajinan (craft) yang menjadikan craftmanship orang Indonesia diakui dunia.

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close