MilestravelTravel
Trending

The Lost World Castle, Destinasi Wisata Ngehits dari Lereng Merapi

Disebut ‘The Lost World Castle’ karena konon menjadi penanda raibnya desa Kepuharjo akibat erupsi Merapi tahun 2010 lalu. Siapkah kalian berpetualang ke dunia yang hilang?

MILESIA.ID, YOGYAKARTA – HARI beranjak siang, jarum jam menunjukkan pukul 13.00 WIB, matahari sedang terik-teriknya. Walau panas, udara tak terasa gerah, angin dari lereng Merapi sepoi-sepoi melenakan kami.

Kami beringsut pelan menapaki anak tangga, menuju bangunan benteng di lantai atas, disekeliling nampak wisatawan asyik ber-selfie mengabadikan pemandangan sekitar. Benteng ini memang megah, wajahnya elegant berpadu dengan pemandangan alam yang tak kalah indahnya: hamparan pepohonan hijau serta sosok Merapi di kejauhan yang mencegat mata.

Dunia yang hilang

The Lost World Castle (TLWC), satu lagi destinasi wisata di Yogyakarta yang patut dijadikan alternatif pengisi waktu luang, untuk sekedar mengurai penat rutinitas sehari-hari atau bercengkerama bersama keluarga.

Bangunan castle (benteng) yang didominasi oleh bebatuan yang konon sisa erupsi Merapi tahun 2010 lalu, rasanya bak masuk ke istana bergaya Eropa kuno yang megah namun sedikit angker. Sebagian orang menganggap bangunan benteng ini mirip ‘The Great Wall’ dari Negeri China.

MILESIA.ID/ANNY WIDI ASTUTI – Pesona keindahan alam disekeliling The Lost World Castle.

“Kastil atau benteng dunia yang hilang”, begitu kira-kira artinya, sekilas mirip dengan benteng di dalam reality show Takeshi Castle yang terkenal itu. Kabarnya dinamakan the lost world (dunia yang hilang) untuk mengenang desa Kepuharjo yang musnah terkena erupsi merapi tahun 2010 lalu.

Lokasi The Lost World Castle ini tepatnya berada di dusun Petung, kelurahan Kepuharjo, kecamatan Cangkringan, Sleman, DIY. Jaraknya sekitar 27 km dari kota Yogyakarta, tidak terlalu sulit untuk menuju lokasi, tinggal lurus ke utara mengikuti Jalan Kaliurang, sampai pertigaan Pakem belok ke arah kanan, atau ke arah Objek Wisata Kaliadem.

Selanjutnya mengikuti jalan utama ke arah kelurahan Umbulharjo, belok ke kanan dan sampailah di  kelurahan Kepuharjo. Kita tinggal mengikuti papan petunjuk yang ada untuk sampai di lokasi.

Rute ini tergolong mudah, karena jalanan sudah beraspal  mulus, hanya saja sekitar 50 meter mendekati lokasi The Lost World Castle kita akan menemui jalanan berbatu.

Sebenarnya ada rute lain menuju The Lost World Castle, yaitu melalui kelurahan Umbulharjo. Dari Umbulharjo kita berjalan lurus ke Utara, sesampai di dusun Petung terus belok ke arah kanan atau menuju Kedai Kopi Merapi.

Namun sayangnya rute ini tergolong kurang nyaman,sepanjang perjalanan kita akan disuguhi dengan kondisi jalan yang rusak bergelombang  dan berbatu-batu.

MILESIA.ID/ANNY WIDI ASTUTI – TLWC menyediakan banyak spot cantik untuk berfoto ria.

Untuk tarif masuk ke The Lost World Castle, kita tinggal merogoh kocek 25 ribu saja per orang, ongkos itu rasanya sepadan dengan pemandangan elok yang akan kita nikmati. Mata kita akan dimanjakan oleh pemandangan alam yang sungguh indah.

Begitu memasuki gerbang utama, kita akan langsung disambut oleh spot-spot menarik untuk berselfi ria,  tempat berswa foto dengan latar belakang bangunan benteng yang megah. Tempat favorit yang sangat instagramabel.

Memasuki bangunan utama yang sekilas mirip istana, kita akan dipaksa menyusuri anak tangga yang lumayan membuat kaki berolahraga.

Namun rasa capek itu akan terbayarkan oleh hamparan spot-spot selfie ria nan indah; seperti patung kuda putih yang gagah, kemudian di sebelah kanannya terdapat area berbau western yang kental, atau sekedar nongkrong di kursi bebatuan untuk ber swa foto sepuasnya.

MILESIA ID/ANNY WIDI ASTUTI – Proses pembangunan “The Lost World Castle”, sempat terkendala izin namun sudah terbuka untuk umum sejak 2017.

Jika cukup bugar, kita bisa turun lagi ke arah kiri, di tempat itu kita akan disuguhi pemandangan alam buatan yang indah berpadu dengan lingkungan alami yang asri ditumbuhi pepohonan menghijau. Disitu kita juga bisa duduk-duduk santai sambil menikmati corner cafe yang menyiapkan beberapa menu ringan.

Semakin Ngehits

Jalanan setapak yang kami lewati masih berbau semen, beberapa bangunan memang masih dalam taraf pengembangan. Kekuatan utama The Lost World adalah bangunan klasiknya yang dikemas secara modern berpadu dengan keindahan alam lereng Merapi.

Kawasan ini sebenarnya masuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) alias Zona Merah sehingga pada saat pembuatannya sempat mengalami kendala izin dari pemerintah setempat. Tempat wisata ini bahkan pernah ditutup pada awal tahun 2017, tapi kemudian bisa dibuka lagi setelah proses mediasi dengan pemerintah setempat.

Setiap hari libur atau weekand, wisatawan baik dari dalam kota Jogja maupun daerah selalu memadati area wisata yang tergolong masih baru ini. Dengan luas lahan lebih dari 1 hektar, tempat parkir di area wisata ini selalu dipenuhi kendaraan bermotor, baik kendaraan roda dua maupun mobil dari berbagai daerah di Indonesia.

MILESIA.ID/ANNY WIDI ASTUTI – Siapkah untuk berpetualang ke dunia yang hilang?

Sutarno penjaga loket di pintu masuk, saat ditemui milesia.id (01/05/2018) menyebutkan, dihari-hari biasa wisatawan yang berkunjung rata-rata 300 orang, namun di hari libur atau long weekand jumlah pengunjung bisa melonjak sampai 500 orang.

“Untuk pembelian tiket dilayani sampai pukul 17.30 WIB karena wahana ditutup pukul 18.30 petang,” imbuhnya.

Dengan fasilitas yang cukup komplit, rasanya The Lost World Castle (TLWC) rekomended untuk dijadikan tempat alternatif berlibur yang menarik. Kita bisa mengemasnya dalam paket “lava merapi tour” sembari menaiki jeep mengelilingi alam sekitarnya.

Sungguh tempat yang cocok untuk sobat milesia yang mencintai alam terbuka dan berjiwa petualang. Siapkah kalian berpetualang ke dunia yang hilang? (Milesia.id/ Penulis: Anny Widi Astuti/ Editor: Kelik Novidwyanto)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close