BusinessMilebisnis
Trending

OGHFEST2018 LivingWorld Alam Sutera dari Kopi Persahabatan hingga AGUS’S TEMPE

MILESIA.ID, JAKARTA – Di tengah membanjirnya produk-produk impor bahkan tak sedikit yang instan dan menjadi idola warga, perlu gebrakan baru untuk mengimbanginya.

Kenapa tak dikenalkan produk-produk lokal unggulan bahkan menyehatkan karena proses pembuatannya organik dan memenuhi unsur kesehatan yang terstandar.

MILESIA.ID/PRIO PENANGSANG – Lukas Christian pencetus Kopi Persahabatan.

“Kami menghimpun aneka kopi dari seluruh tanah air. Kopi yang dibudidayakan dan diolah secara organik selaras alam. Kami percaya, kopi yang diproduksi secara sehat dan alami dapat menjadi medium persahabatan universal. Termasuk antara petani, produsen pengolah, dan konsumen.”

Itulah hal yang disampaikan Lukas Christian saat berbincang dengan Milesia.id, Minggu (29/4/2018).

Lukas yang mencetuskan ‘Kopi Persahabatan’ merupakan salah satu peserta pada event Organic, Green and Healthy Festival 2018 (OGHFEST2018).

MILESIA.ID/PRIO PENANGSANG – BATIKOPI kopi organik dari dataran tinggi tanah Pasundan.

Perhelatan akbar ini merupakan mahakarya Komunitas Organik Indonesia bersama WWF dan Living World, digelar di LivingWorld Alam Sutera, Tangerang, Kabupaten Banten, Provinsi DKI Jakarta pada 26 – 29 April 2018.

Kegiatan ini merupakan kampanye lokal untuk memperkenalkan produk lokal dalam rangka menjaga bumi.

Di sini bakal ditemukan ribuan produk karya artisan lokal yang berkualitas.

Tujuannya untuk mengajak masyarakat agar memilih produk lokal, karena kualitas produk tak kalah dibandingkan impor dan dengan demikian enjaga kesekarasan alam dan keanekaragaman hayati.

MILESIA.ID/PRIO PENANGSANG – Di event ini ada juga produk sepati yang ramah lingkungan.

Selain itu mengampanyekan produk yang bebas 4P+1G (Penyedap/Perasa/Pengaroma, Pengawet, Pewarna, Pemanis buatan + GMO/Rekayasa Genetik) sehingga menjaga agar kualitas hidup diri dan juga lingkungan terpelihara dengan baik

Masyarakat juga diajak agar memilih produk yang Minim Limbah, sebagai bagian untuk turut menjaga bumi dari kelebihan terhadap beban sampah

Bila Lukas dengan ‘Kopi Persahabatan’ di sini ada juga Winda dari BATIKOPI.

BATIKOPI Meracik kopi organik dari dataran tinggi tanah Pasundan.

MILESIA.ID/PRIO PENANGSANG – Produk AGUS’S TEMPE, tempe yang dibuat melalui proses organik.

“Mulai dari proses penanaman hingga pengolahan, kami menggunakan metode organik,” tegas Winda.

Masih banyak produk-produk organik lainnya.

AGUS’S TEMPE misalnya.

Produsen tempe organik ini bahkan telah mendapat sertifikasi produk pangan sehat ‘White Flower Label’.

AGUS’S TEMPE memastikan kalau semua rangkaian produksi tempe yang dilakukan semua proses organik.

MILESIA.ID/PRIO PENANGSANG – Sayuran organik juga banyak ditemukan di event ini.

“Mulai dari kedelai yang kami pakai, proses fermentasi, hingga pengemasan, semuanya melalui proses organik. Kami tidak menggunakan kedelai import produk rekayasa genetik,” papar Lia, pengelola stand AGUS’S TEMPE, kepada Milesia.id.

Di sini ada 146 booth produk lokal yang bisa menjadi pilihan untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi menyehatkan.(Milesia.id/ Penulis: Prio Penangsang/ Editor: Rimawan Prasetiyo)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close
Close