MilestravelTravel
Trending

Ini yang Harus ‘Dikorbankan’ Demi Malioboro Surga Kaum Pedestrian

MILESIA.ID – Wajahnya semringah ketika menapaki trotoar berwarna kelabu itu, kakinya lincah menyusur guiding block di tengah lajur pedestrian; satu persatu bangku-bangku kayu disapunya, lalu jari-jari mungilnya sibuk menyisir tiang pancang canopy yang tegak disisi trotoar.

Langit mulai redup, angin senja semilir menyapu riak-riak rambut panjangnya, senyumnya mengembang.

Icha, anak perempuan tujuh tahun itu nampak riang menyaksikan indahnya lampu-lampu jalanan Malioboro mulai menyala.

Icha, kali pertama anak perempuanku itu mengunjungi Malioboro, pasca revitalisasi tahap pertama di sisi Timur selesai Desember 2016 lalu.

Datang di senja hari, Malioboro menyuguhkan nuansa magis-nya: kerlip lampu jalanan yang klasik, pelancong lalu-lalang, seniman jalanan yang ramah, juga keindahan street furniture-nya; wajah lama jalur pedestrian Malioboro sudah tidak bersisa sama sekali.

MILESIA.ID/KELIK NOVIWYANTO – Malioboro masih dalam proses menuju surga bagi kaum pedestrian.

Tidak ada lagi sepeda motor yang parkir di trotoar jalan, sampah juga nyaris tidak ada karena bak-bak sampah yang ready di tiap sudutnya, sebuah surga baru bagi kaum pedestrian.

Istilah Pedestrian sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Yunani, yaitu pedos yang berarti kaki, sehingga pedestrian dapat diartikan sebagai pejalan kaki atau orang yang berjalan kaki, sedangkan jalan merupakan media di atas bumi yang memudahkan manusia dalam tujuan berjalan.

Maka Pedestrian juga dapat diartikan sebagai pergerakan atau sirkulasi atau perpindahan orang atau manusia dari satu tempat ke titik asal (origin) ke tempat lain sebagai tujuan (destination) dengan berjalan kaki (Rubenstein, 1992).

Jalur pedestrian merupakan daerah yang menarik untuk kegiatan sosial, perkembangan jiwa dan spiritual, misalnya untuk bernostalgia, pertemuan mendadak, berekreasi, bertegur sapa dan sebagainya.

MILESIA.ID/KELIK NOVIDWYANTO – Sebuah spot di Malioboro yang asyik untuk nongkrong.

Jadi jalur pedestrian adalah tempat atau jalur khusus bagi orang berjalan kaki. Jalur pedestrian pada saat sekarang dapat berupa trotoar, pavement, sidewalk, pathway, plaza dan mall.

Malioboro terus berbenah untuk mewujudkan surga baru bagi kaum pedestrian itu. Seperti kasat mata kita ketahui, setelah menyelesaikan proyek penataan kawasan pedestrian Malioboro sisi timur bulan Desember 2016 lalu, proyek penataan Malioboro sisi Barat dimulai pada 12 Maret 2018.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIY, Muhammad Mansyur, menuturkan pelaksanaan proyek dilakukan dari rel kereta api sampai Ngejaman termasuk di dalamnya pembangunan di lahan eks gedung Bioskop Indra.

MILESIA.ID/KELIK NOVIDWYANTO – Butuh pengorbanan untuk sesuatu yang besar, seperti untuk mewujudkan Malioboro surga bagi kaum pedestrian.

”Masih adanya beberapa pro dan kontra terhadap pelaksanaan pembangunan konstruksi yang saat ini pada tahapan pembongkaran, tetapi masih termasuk sesuatu yang wajar bagi saya,” kata Mansur.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPESDM DIY ini mengakui selama proses pembangunan fisik sejak awal pembongkaran, pengecoran hingga pemasangan street furniture, warga yang ada di sekitarnya pasti terganggu baik PKL, pemilik toko, pengguna jalan maupun wisatawan yang tengah melewati area itu.

Pihaknya meminta toko-toko maupun PKL untuk melakukan ‘loading’ atau bongkar muat barang dagangannya setiap malam agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di kawasan Malioboro.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Tavip Agus Rayanto mengatakan, revitalisasi Malioboro bukan hanya semi pedestrian, tetapi secara menyeluruh bertahap, sebagai Program Pemda DIY yang dilengkapi dokumen perencanaan hingga akhirnya bisa dieksekusi.

Semisal penataan salah satu sirip Malioboro di Jalan Suryatmajan yang semrawut, akan ditata dan dirapikan berkoordinasi dengan Pemkot Yogyakarta yang telah memiliki dokumen perencanaan atau belum.

MILESIA.ID/KELIK NOVIDWYANTO – Kawasan Malioboro lokasi asyik untuk belanja dan foto-foto.

Pemda DIY dan Pemkot Yogya, lanjut Tavip, mempunyai spirit bekerja sama menangani kawasan Malioboro bersama-sama.

Hal ini bersamaan momentum kucuran Dana Keistimewaan (Danais) DIY yang diharapkan bisa rampung penataannya pada 2019. Bakal dilakukan pula sosialisasi kepada masyarakat, jika kendaraan bermotor kecuali angkutan publik tidak boleh melintas di Jalan Malioboro pada 2019.

Untuk itu diperlukan kesiapan kantong-kantong parkir agar bisa memfasilitasi pengunjung Malioboro supaya tidak terlalu jauh berjalan kaki.

Langit semakin pekat ketika Icha menyentuh lenganku, wajahnya nampak mulai lelah, sudah waktunya untuk pulang.

Sesaat lagi tengah malam tiba, lamat-lamat kerlap-kerlip lampu Malioboro kami tinggalkan dibelakang. Malioboro, surga baru bagi kaum pedestrian.(Milesia Id/ Penulis: Kelik Novidwyanto/ Editor: Rimawan Prasetiyo)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close