FoodsMilesfood
Trending

Siapa Sangka Sayur Pengisi Panci jadi ‘Karya Seni’, Simak Tips dan Triknya

MILESIA.ID – Sobat milenial, Bulan April tak lepas dari berbagai perlombaan untuk memperingati jasa Raden Ajeng Kartini, pahlawan nasional yang memperjuangkan kesetaraan wanita.

Berbagai lomba pasti digelar dan biasanya selalu terkait dengan peranan wanita meskipun kini zaman telah berubah.

Apa yang dikerjakan kaum adam bisa dilakukan oleh perempuan demikian sebaliknya.

Banyak lho ahli make up seorang pria, tukang masak andal kaum pria dan sebaliknya, pilot, sopir kendaraan alat berat, stuntman hingga berbagai pekerjaan yang identik dengan pria bisa dilakukan oleh kaum hawa.

Berbagai lomba pasti bakal digelar mulai diselenggarakan oleh sekolah, instansi-instansi swasta maupun milik pemerintah.

Lombanya pun macam-macam, ada lomba merias wajah, lomba berbusana kebaya terutama dinilai bagaimana keluwesan seseorang ketika memakai baju tersebut.

Lalu ada juga lomba terkait pakaian tradisional Jawa seperti jarik.

Ada lomba khusus yakni memiru jarik.

Lomba lainnya seperti memasak, menghias tumpeng hingga mungkin merangkai bunga.

MILESIA.ID/ANNY WIDI ASTUTI – Sayur mayur yang telah dirangkai dan menjadi karya seni. Tak hanya bunga yang bisa dirangkai, sayuran yang dirangkai pun juga memesona dan menggugah selera makan.

Siapa sangka sayur mayur yang identik sebagai pengisi panci masak dan terhidang matang penggugah selera saat di meja makan menjadi karya seni yang memesona.

Ya sobat milenial, ada lho lomba merangkai sayur mayur mentah atau sebelum dimasak.

Konsepnya mirip dengan merangkai bunga, sama-sama menampilkan komposisi yang indah, enak dipandang, menawan dan bikin hati senang.

Merangkai bunga mungkin sudah terlalu mainstream, butuh sesuatu yang baru, yang jarang dilakukan.

Nah kali ini Milesia.id bakal berikan tips dan trik bagaimana merangkai sayuran menjadi karya seni yang menawan.

Kunci pertama adalah kreativitas.

Bagaimana para peserta harus mampu merangkai sayur-sayuran menjadi bentuk yang menarik bahkan bila perlu bikin ternganga.

Keunikan lomba ini tak jauh dari lomba seperti patung balok es, para pemahat berburu waktu agar es tidak meleleh.

Para peserta lomba ini juga berburu waktu agar sayuran tidak layu sehingga ketika penilaian sayur tersebut masih terlihat indah hingga mendapatkan poin tertinggi.

Meski demikian bukan hanya kreativitas serta kesegaran bahan saja, ada juga kerapian, bagaimana memotong bahannya, apakah benar-benar simetri atau justru dibuat tidak simetri yang penting konsepnya sesuai dengan tema lomba.

Poin selanjutnya yakni soal keindahan.

Keindahan itu subyektif, bahkan dewan juri memiliki selera yang berbeda, tapi tentu saja meski memiliki selera berbeda, ketika di hadapkan pada sebuah karya seni, penilaian indah atau tidak, bagus atau tidak bagus berada di jalur yang sama.

Maka dewan juri selalu sebagian besar berjumlah ganjil agar penentuan juara lebih mudah.

Selain keindahan ada poin lain yakni kelengkapan bahan yang disajikan.

Lomba merangkai sayuran bertemakan sayur sop tentu harus bahan-bahan sop lengkap disajikan jangan sampai bahan di luar sop malah yang dirangkai.

Batasannya dengan bahan sayur sop bis dirangkai menjadi sesuatu yang indah.

Lomba tema sayur sop bisa dipilih sayuran diantaranya brokoli, bunga kol, kubis, kentang, wortel, seledri, daun bawang, jamur, kacang merah.

Kalau sSayur lodeh bisa memilih varian sayur terong, labu, kacang panjang, daun melinjo, bunga pisang dan lain-lain.

Sementara salad sayur, bisa dipilih selada, tomat, wortel serta bahan lain yang terkait.

Hal yang perlu diingat jangan mencampur bahan yang tak sesuai dengan tema.

Tema menjadi batasan dan justru membuat peserta berpikir keras bagaimana menciptakan karya seni yang menawan dengan batasan bahan tadi.

MILESIA.ID/ANNY WIDI ASTUTI – Garnish yang menawan tapi bisa langsung dimakan lho.

Garnish

Ada satu hal yang tak kalah penting yakni garnish.

Garnish adalah pernik-pernik hiasan yang dibuat dari bahan sayuran, buah tujuannya untuk menunjang penampilan suatu hidangan dan menggugah selera makan.

Garnish ini merupakan hiasan tapi bisa langsung dimakan.

Biasanya garnish untuk mempercantik tumpeng, hidangan masakan tertentu tapi ada juga saat lomba merangkai sayuran.

Garnish ini bisa menjadi nilai plus bisa menambah nilai atau justru jadi bumerang, nila jadi kurang gara-gara garnish yang tak sesuai.

Tips pertama, pilih bahan garnis sesuai dengan tema dan ingat, bag=han tersebut bisa dimakan.

Hal kedua yang tak kalah penting yakni tata letak.

Tata letak garnish tak bileh melebihi wadah saji serta tak boleh mendominasi bahan utama.

Jangan sampai rangkaian besar sayur mayur kalah pamornya oleh garnish, alias justru garnish mencuri fokus dari tampilan utama rangkaian sayuran.

Nilai plus lainnya buatlah garnish seindah mungkin tanpa mengubah keaslian bahan.

Nah sobal milenial semoga tulisan ini bisa menambah wawasan dan jadi amunisi ketika ikut lomba terutama menyambut peringatan Hari Kartini.

Jangan lupa bahwa lomba merangkai sayuran yang diselenggarakan tak lepas dari tujuan untuk sosialisasikan pentingnya sayuran untuk kesehatan apalagi generasi milenial yang sudah terbiasa dengan junk food.(Milesia.id/Anny Widi Astuti/ Editor: Rimawan Prasetiyo)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close