Milebisnis

Bumbu Aminah yang Mendunia

Kiat Racikan Lokal Diterima Lidah Global

Kantor berita terkenal CNN pernah mendapuk salah satu kuliner khas Indonesia sebagai yang terlezat di dunia. Tahun 2015 dan 2016, misalnya, rendang Padang jadi juara. Siapa sangka, lansekap kuliner Indonesia yang kaya rempah itu sejatinya bisa diterima lidah dunia. Termasuk bumbu racikan Aminah, yang cerdik mengolah bumbu kuliner khas Makassar dan mampu menggoyang lidah konsumen Belanda, Timur Tengah, hingga Afrika.

Jemari gemuk Aminah cekatan menuang potongan daging berkuah panas mengepul itu ke dalam mangkuk plastik. Gumpalan campuran daging dan jeroan seukuran jempol tangan orang dewasa menyembul dari kuah panas coklat muda. Menguarkan harum gurih dan aroma rempah yang pekat. “Makannya pakai ini, silakan ambil,” imbuh Aminah sembari menyodorkan nampan berisi potongan ketupat. Waah…kombinasi empuk daging dan jeroan, kuah kental beraroma rempah yang unik, plus ketupat gurih nan padat. Lezatnya sungguh memilin lidah.

“Ini bumbunya ada di sini semua,” papar Aminah sembari menunjukkan rak kecil tempat menata kemasan bumbu tradisional khas Makassar bermerk Alminana kepada Milesia.id. Ditemui di stand pameran produk bisnis di lapangan Karebossi, Makassar, Aminah bertutur ihwal muasal bumbu-bumbu instan pelezat aneka masakan khas Makassar itu.

Aminah yang berusia 60 tahun, mengaku bisnis bumbu instannya semula hanya pekerjaan sampingan. Ia masih tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil di sebuah Rumah Sakit Haji di Makassar. Perempuan asal Gowa itu, mulai serius menekuni produksi bumbu masakan tradisional sejak lima tahun silam.

Sebagai PNS yang rutinitasnya di bagian instalasi gizi, menjadikannya tak beranjak jauh dari dunia olah bahan makanan. “Semua modal dari gaji sendiri, dan senang memasak,” papar Aminah. Alhasil, tangan dingin Aminah sukses meracik bumbu sop konro, coto Makassar, pallubasa, kari Makassar, toppa lada, pallu kaloa, sop saudara, opor ayam, sambal tumis, dan sebagainya dalam cita rasa asli lidah Makassar.

Ia memproses bumbu-bumbu alami dari bumi Sulawesi di rumahnya, kawasan Jalan Ballalompoa, Kelurahan Limbung, Kecamatan Bajeng, Gowa. Semua bumbu dikemas dalam wadah aluminium foil yang kedap udara dan stiker bergambar kuliner khas Makassar yang menggoda.  Kemasan bumbu basah sop konro dan palubassa dengan bobot isi 200 gram, misalnya, dijual Rp 30 ribu/pcs. Sementara aneka bumbu kering ukuran 80 gram dibanderol Rp 25 ribu/pcs.

Bumbu Sop Konro kemasan

Aminah awalnya tidak berniat untuk berbisnis. Maklum dia tidak memiliki basis sebagai pengusaha, hanya hobi memasak saja. Biarpun awalnya bukan berlatar belakang pebisnis, Aminah mengakui jika passion akan dunia masakan tradisional mampu menuntun perjalanan usahanya sampai sejauh ini. Hingga saat ini, tercatat selusin jenis bumbu masak yang berhasil diracik dan dipatenkan.

Sepuluh karyawan yang membantunya mengolah bumbu, pengemasan, hingga penjualan, mampu diandalkan untuk terus berproduksi dan memenuhi permintaan konsumen yang menjalar ke sejumlah kota besar di Indonesia dan menembus Timur Tengah, Belanda hingga Afrika Selatan.

Pasar lokal untuk kawasan Makassar sendiri relatif terjaga pasokannya. Lazimnya, produk Aminah masuk ke etalase toko-toko ritel kecil hingga hipermarket, termasuk di sejumlah hotel berbintang. Bumbu-bumbu tradisional racikan Aminah sangat membantu mempercepat proses penyajian kuliner tradisional khas Makassar yang lezat itu.

Bumbu instan Sop Konro racikan Aminah, bahkan pernah memenangi juara nasional dalam event produk pangan berskala nasional, di Bali pada 2011. Kian bersemangatlah Aminah menekuni bisnis bumbu tradisional khas Makassar yang mampu memberikan omzet mendekati Rp 50 juta per bulan itu. Mak Nyuss lah.! (PP)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close